The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 66



Adrian langsung tergelak saat melihat reaksi kaget Kinan. Dia benar-benar puas siang itu menggoda Kinan.


Mengetahui dirinya tengah digoda Adrian, Kinan langsung menggerutu kesal. Ekspresi wajahnya yang sedang mengerucutkan bibir tersebut, entah mengapa sangat disukai oleh Adrian.


Setelah menyebutkan lokasi hotel beserta nomor kamarnya, Kinan segera menutup panggilan telepon tersebut. Dia juga akan mulai bersiap-siap untuk acara pembukaan seminar nanti malam.


Tak terasa acara pembukaan seminar yang diselenggarakan untuk dosen-dosen yang berasal dari pulau Sumatera, Jawa, dan Bali tersebut sudah mulai dibuka. Ada sekitar lima ratus orang yang berpartisipasi dalam seminar tersebut.


Untuk acara pembukaan dan penutupan, digelar bersama-sama dalam satu tempat. Namun untuk acara inti yang akan dimulai esok hari, semua peserta akan dibagi-bagi menjadi beberapa bagian yang disesuaikan dengan materi seminar.


Acara pembukaan tersebut berakhir menjelang pukul 22.00. Semua peserta seminar harus bergegas kembali menuju kamar masing-masing untuk segera beristirahat. Esok hari, mereka harus mulai beraktivitas mulai pukul tujuh pagi.


Saat Kinan hendak mengambil kunci kamar di resepsionis, seorang petugas memberikannya dua buah boks. Kinan cukup terkejut saat mendapati dua buah boks tersebut. Rupanya, Adrian benar-benar melakukan apa yang diucapkannya.


Beberapa rekan Kinan sempat mengerutkan kening saat melihat Kinan mendapatkan kiriman makanan dari seseorang. Ada yang penasaran, ada juga yang mulai mengambil kesimpulan sendiri.


Ya, mungkin bagi orang yang tidak suka dengan Kinan, mereka akan berpikir jika Kinan mendapatkan kiriman makanan dari Firdan, suami Miss Adhia. Bukankah rumor itu masih ada di kampusnya, kan?


Kinan yang kembali ke kamar cukup akhir tersebut, harus bersusah payah membawa dua buah box. Begitu sampai di dalam kamar, Kinan segera meletakkan boks tersebut di atas nakas. Setelahnya, dia bersiap-siap untuk membersihkan diri.


Tak butuh waktu lama, Kinan sudah selesai membersihkan diri. Dia berjalan menghampiri boks tersebut dan mulai membukanya. Kinan cukup terkejut saat mendapati beberapa buah yang ada di sana. Ada buah apel, jeruk, strawberry, hingga anggur yang dikemas rapi dengan plastik wrap.


Di boks kedua, ada makanan lengkap dengan nasi merah beserta lauk pauknya yang menggoda selera. Meskipun Kinan sudah makan malam saat acara pembukaan tadi, namun dia memutuskan untuk kembali menyantap makan malam tersebut. Toh, porsinya juga tidak terlalu besar.


Ketika sedang menikmati makanan yang dikirimkan oleh Adrian, tiba-tiba ponsel Kinan berbunyi. Dia segera mengambil ponsel yang berada di atas nakas tersebut dan memeriksa nama yang tertera pada layar.


Setelah itu, Kinan segera menggeser ikon berwarna hijau tersebut dan menempelkannya di dekat telinga.


"Hallo, Om." Sapa Kinan setelah panggilan Adrian terhubung.


"Sudah menerima kiriman makanan dariku?"


"Ah, iya. Terima kasih banyak. Sebenarnya, Om nggak perlu repot-repot begini. Aku sudah makan malam kok, tadi."


"Nggak repot, kok. Sebenarnya, aku melakukan itu juga untuk memberikan efek penasaran kepada para rekan kamu. Aku yakin jika ada salah satu atau mungkin beberapa rekan kamu yang melihat kamu mendapatkan kiriman paket."


"Mereka pasti mulai menerka-nerka siapa yang mengirimimu paket malam-malam begini. Dan, asumsi mereka pasti akan langsung tertuju pada laki-laki yang pernah dikabarkan dekat denganmu itu."


"Oh, begitu maksudnya. Jadi, Om ingin orang-orang itu berpikiran yang tidak-tidak dan berandai-andai setinggi langit, baru setelah itu akan jatuh terhempas karena kenyataan yang mereka lihat tidak sesuai dengan angan-angan?" Kinan mengangguk-anggukkan kepala mengerti.


"Iya, benar."


"Waahh Om benar-benar oke nih idenya. Jadi makin sayang, deh." Kinan masih terkekeh senang.


"Lho?"


\=\=\=


Hayo lho, sayang beneran nggak sih ini? 🤭