The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Batas Kesabaran Kenzo



Reyhan mendekat ke arah Kenzo. Tatapan mata keduanya sama-sama mengarah kepada sesosok laki-laki yang berjalan mendekat ke arah mereka.


"It's show time!" Ucap Kenzo saat mengetahui Reyhan mendekat ke arahnya. Sementara Reyhan segera mengangguk mengerti.


Tak berapa lama kemudian, pak Bisma dan sang asisten sudah tiba di depan Kenzo dan para relasi bisnisnya. Mereka terlihat saling sapa. Tak terkecuali sang asisten, Rasha. Tatapan mata Rasha terlihat tajam mengarah pada Kenzo. Kenzo yang sudah tahu siapa dia sebenarnya pun membalas tatapannya. Tidak ada ketakutan sama sekali dalam raut wajah Kenzo.


"Terima kasih pak Dirga atas undangannya. Saya merasa sangat tersanjung mendapat undangan bersama para pengusaha sukses seperti ini." Kata pak Bisma sambil mengambil kursi di dekat Kenzo. 


"Sama-sama pak Bisma. Saya melihat perusahaan anda sudah mulai berkembang di beberapa daerah. Mungkin, dengan banyak bergabung dengan para pengusaha seperti ini, anda bisa semakin melebarkan sayap perusahaan anda." Jawab pak Dirga, sang penyelenggara acara hari itu.


Obrolan pun dilanjutkan. Sesekali mereka saling melontarkan gurauan. Tentu saja yang menjadi sasaran adalah Kenzo. Dia adalah pengusaha termuda yang ada di sana. Selain itu, Kenzo juga masih bisa di kategorikan sebagai pengantin baru. Usia pernikahannya baru memasuki bulan ke empat.


"Kalau saya dulu, setelah menikah langsung gaspol pak Kenzo. Saya tidak membiarkan istri saya keluar rumah. Ibarat kata sih, kami baru sama-sama buka puasa. Saat itu yang saya pikirkan adalah, bagaimana cara membuat istri saya kenyang selama sembilan bulan. Hahahaha." Kata pak Dirga. Beliau termasuk pengusaha yang cukup senior. Usia beliau bahkan sudah lewat dari lima puluh tahun. Namun, semangat beliau patut diacungi jempol.


"Benar, jangan dikasih kendor istrinya pak Kenzo. Gaspol terus sampai berhasil menanam benih. Hahahaha." Timpal pak Rian.


Semua orang tertawa mendengar perkataan pak Dirga. Tak terkecuali Kenzo dan Reyhan. Bagi Kenzo, hal seperti itu sudah merupakan hal biasa. Dirinya sering dijadikan bahan guyonan saat sedang berkumpul seperti saat ini. Namun, tawa yang terdengar saat itu langsung reda seketika saat sebuah suara menginterupsi.


"Bagaimana akan berhasil menanam benih, jika pernikahannya hanya berdasarkan pada harta." Kata sebuah suara. 


Semua orang menoleh menatap asal sumber suara tersebut. Ya, orang itu adalah Rasha. Dia mengatakan hal itu sambil tersenyum mengejek.


Seketika semua orang menoleh ke arah Rasha dan Kenzo bergantian. Mereka masih mencerna maksud dari perkataan Rasha tersebut. Namun, hal lain justru terlihat dari wajah Kenzo. Bibirnya masih menyunggingkan senyuman, seolah tidak terusik sama sekali dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Rasha.


"Eheeemm. Pak Rasha, kalau boleh saya tahu, apa maksud anda mengatakan jika pernikahan saya hanya berdasarkan harta?" Tanya Kenzo sambil masih berusaha tersenyum. Dia harus tetap berusaha sabar menghadapi Rasha.


Rasha yang mendapati pertanyaan Kenzo langsung menoleh. Dia menatap Kenzo dengan tatapan tajam.


"Anda menikah dengan Vanya hanya karena takut orang tua anda mencoret anda dari daftar warisan, kan? Cccckkkk, jaman sekarang masih saja ada yang gila harta. Pantas saja anda mendapatkan istri yang juga sama-sama mengincar harta." Kata Rasha sambil mencibir Kenzo. Tatapan matanya terlihat mengejek Kenzo.


Setelah mendengar perkataan Rasha, beberapa orang yang ada di tempat tersebut langsung terkejut. Mereka langsung saling pandang sambil mengerutkan keningnya.


Sementara Kenzo hanya bisa mengulas senyum sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia sudah mengetahui niat Rasha sebenarnya melakukan hal itu. Ketika Kenzo hendak menanggapi perkataan Rasha, tiba-tiba pak Dirga bersuara.


"Apa maksudnya ini? Bukanya selama ini pak Kenzo selalu menolak untuk menjalankan semua bisnis pak Mike?" Tanya pak Dirga.


Ya, pak Dirga selama ini memang sudah mengenal Kenzo dan sang papa dengan sangat baik. Bahkan, pak Dirga juga mengetahui jika Kenzo menolak meneruskan perusahaan sang papa Abram Corp. Dia lebih mendirikan perusahaan sendiri tanpa campur tangan dan keterlibatan perusahaan sang papa.


Rasha yang mendengar perkataan pak Dirga sedikit terkejut. Bukan seperti itu informasi yang diperolehnya. Seketika senyum mengejek pada bibirnya langsung lenyap. Rasha menatap wajah Kenzo sang masih terlihat biasa-biasa saja. Dia semakin bingung dengan informasi yang diperolehnya.


Kenzo yang menyadari jika Rasha tengah bingung pun segera bersuara.


"Kenapa pak Rasha? Anda merasa bingung kenapa informasi yang anda peroleh tidak sama dengan kenyataan yang anda dengar?" Ucap Kenzo. Dia sedikit mengulas senyumnya.


Rasha masih diam tak bersuara. Dia sedikit menoleh menatap beberapa orang yang ada di depannya. Kenzo kembali melanjutkan perkataannya.


"Dengar pak Rasha, sebenarnya saya sudah tahu apa maksud anda melakukan ini semua. Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak pernah takut jika orang tua saya mencoret saya dari daftar warisan. Saya sama sekali tidak mengharapkan hal itu. Saya mendirikan perusahaan ini tanpa ada campur tangan dari perusahaan papa saya."


"Untuk urusan pernikahan saya, saya kira itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan anda. Terlepas istri saya mau mengincar harta saya atau tidak, saya kira itu bukan urusan anda. Hanya saya dan keluarga saya yang tahu akan hal itu."


"Yang saya sayangkan dari sikap anda adalah kenapa anda bersikeras untuk mendapatkan sesuatu yang sudah menjadi milik orang lain?" Tanya Kenzo sambil masih mengulas senyumannya.


Beberapa orang disana sempat menatap Kenzo dan Rasha bergantian. Mereka bingung dengan apa yang dikatakan oleh Kenzo.


"Apa maksudmu?" Tanya Rasha. Dia sudah mulai emosi mendengar pertanyaan Kenzo dan melihat sikap Kenzo yang sangat tenang.


Kenzo mencebikkan bibirnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia sudah bisa memprediksi reaksi Rasha.


"Tenang, jangan emosi dulu pak Rasha." Kata Kenzo. "Saya tahu anda pernah menaruh hati kepada istri saya. Dan, saya lihat sampai sekarang pun anda juga masih memiliki perasaan itu kepada istri saya. Tapi, saya ingatkan sekali lagi. Saya tidak akan tinggal diam jika ada orang yang mengusik keluarga saya. Saya akan pastikan orang itu hancur, bahkan sebelum dia mulai menjalankan aksinya." Ucap Kenzo dengan ekspresi yang berbeda. 


Tatapan Kenzo kali ini terasa sangat menusuk. Dia terlihat tidak main-main dengan apa yang diucapkannya.


Kali ini, Kenzo benar-benar sudah kehilangan kesabaran. Dia sudah sangat muak dengan segala sikap Rasha.


"Oh, kamu kira aku tidak tahu siapa kamu sebenarnya? Kamu kira aku juga tidak tahu apa yang kamu rencanakan?" Tanya Kenzo geram. Dia sudah tidak menggunakan kata sapaan anda lagi kepada Rasha. Kenzo sudah benar-benar emosi.


Beberapa orang yang mendengar perkataan Kenzo dan melihat kilatan amarahnya pun merasa khawatir. Mereka sangat tahu jika Kenzo sudah seperti itu, tidak akan ada yang bisa selamat dari amukannya.


"Sabar dulu Nak, kita bicarakan baik-baik." Kata pak Dirga berusaha menenangkan. Beliau cukup mengenal Kenzo dan mengetahui sifatnya.


"Maaf pak Dirga jika acara yang anda selenggarakan berubah menjadi seperti ini. Tapi, kali ini saya tidak bisa tinggal diam." Kata Kenzo dengan kilat amarah. 


Kenzo menoleh menatap wajah pak Bisma yang masih terlihat bingung.


"Pak Bisma, seharusnya anda memeriksa latar belakang karyawan anda sebelum dia menduduki posisi yang penting di perusahaan anda." Kata Kenzo sambil menatap wajah pak Bisma.


"Apa maksudnya pak Kenzo?" Tanya pak Bisma.


"Dia, adalah mata-mata di perusahaan anda." Kata Kenzo sambil menunjuk ke arah Rasha. "Aku tahu anda menerima laki-laki ini karena mendapat rekomendasi dari Sony Andriawan. Mereka bekerja sama untuk mencari informasi di perusahaan anda. Mereka juga bekerja sama untuk mencari celah pada setiap kontrak yang perusahaan anda kerjakan. Hal itu yang membuat kerja sama kita kemarin terasa alot." Lanjut Kenzo.


Seketika pak Bisma membulatkan mata dan mulutnya. Dia benar-benar terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya.


"Apa anda yakin pak Kenzo?" Tanya pak Bisma.


Kenzo mengangguk mengiyakan.


"Sangat yakin pak." Jawab Kenzo dengan penuh keyakinan. "Jika bapak tidak percaya, bapak bisa mengecek sendiri di beberapa file kerja sama perusahaan anda. Ada banyak poin yang diubah di sana." Lanjut Kenzo.


Seketika pak Bisma berdiri dan memberikan hadiah bogeman kepada Rasha. Dia benar-benar geram dengan tingkah asisten yang bari sekitar lima bulan bekerja dengannya itu.


"Dasar kur*ng aj*r. Aku tidak akan melepaskanmu kali ini." Kata pak Bisma sambil beranjak pergi.


Kenzo yang melihat hal itu langsung menatap wajah Rasha dengan tatapan dinginnya.


"Urusan kita belum selesai. Aku tahu kamu bekerja sama dengan siapa untuk membuat rumah tanggaku goyah. Aku pastikan setelah ini, kamu tidak akan bisa tenang." Kata Kenzo memperingatkan Rasha yang masih terlihat terkejut.


Setelahnya, Kenzo dan Reyhan segera pamit kepada pak Dirga sekaligus meminta maaf atas ketidak nyamanan yang baru saja terjadi.


Kenzo dan Reyhan segera beranjak menuju restoran tempat Vanya dan Fida menunggu.


"Ternyata informasi yang kamu berikan sangat berguna Rey. Kita jadi tahu dengan siapa dia bekerja sama." Kata Kenzo saat dalam perjalanan menuju restoran.


"Benar tuan. Saya sama sekali juga tidak menyangka dengan hal itu. Bagaimana bisa Rasha bekerja sama dengan Elsa untuk membuat rumah tangga anda berantakan." Sahut Reyhan.


"Itu juga yang sedang aku pikirkan." 


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=


Mohon tetap beri dukungan buat othor ya, klik like, komen dan vote


Thank you