
Malam itu, Fida benar-benar mengajak Reyhan untuk menguras keringat. Hingga menjelang pukul dua dini hari, mereka baru selesai menyelesaikan hajat mereka. Fida sudah terlihat antara sadar dan tidak. Reyhan benar-benar tidak tega melihatnya. Secepat mungkin dia berusaha untuk menyelesaikannya.
Setelah selesai, Reyhan memberikan beberapa kecupan pada kening Fida. Dia juga menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka. Fida yang sudah benar-benar terlelap bahkan tidak bereaksi saat Reyhan meninggalkan beberapa kecupan di wajahnya.
Tak butuh waktu yang lama bagi Reyhan untuk ikut menyusul Fida ke alam mimpi. Dia juga sudah merasakan lelah di seluruh bagian tubuhnya.
***
Keesokan harinya, Reyhan terlihat sedang berdiam diri di meja kerjanya. Dia sama sekali tidak menyadari kedatangan Kenzo yang sudah berada di depannya. Kenzo yang melihat Reyhan sedang melamun pun mengernyitkan keningnya. Reyhan sama sekali tidak pernah bertingkah seperti itu.
Kenzo mengetuk-ngetukkan jarinya di meja kaca milik Reyhan bermaksud untuk menyadarkan lamunannya. Dan, ternyata berhasil. Reyhan langsung tersadar. Dia mengerjap-ngerjapkan matanya sambil menoleh menatap wajah Kenzo yang berada di depannya.
"Eh, Tuan. Maafkan saya. Maaf saya tidak menyadari kedatangan Anda. Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reyhan.
Kenzo mencebikkan bibirnya melihat tingkah Reyhan. Dia menyadari ada yang tengah dipikirkan oleh bawahannya tersebut.
"Kamu periksa hasil meeting hari ini. Setelah itu, langsung kirim file laporannya kepada sekretaris pak Kenzo." Kata Kenzo sambil menyerahkan sebuah map kepada Reyhan.
Reyhan segera menerima map tersebut dan mengangguk mengiyakan. Kenzo hendak pergi kembali ke ruangannya, namun di urungkannya. Dia berhenti dan menoleh menatap Reyhan.
"Setelah selesai, segera ke ruanganku. Ada yang ingin aku bicarakan." Kata Kenzo.
Reyhan hanya bisa mengangguk mengiyakan. Setelah kepergian Kenzo, dia segera mengerjakan pekerjaannya. Tak butuh waktu yang lama bagi Reyhan untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sekitar tiga puluh menit kemudian, dia sudah menyelesaikan pekerjaannya.
Reyhan melirik jam tangannya sebentar sebelum beranjak menemui Kenzo. Pukul 11.10 siang. Sebentar lagi sudah waktunya makan siang, gumam Reyhan. Setelahnya, dia berjalan menuju ruang kerja Kenzo yang berada di seberang meja kerjanya.
Tok tok tok
Reyhan mengetuk pintu ruang kerja Kenzo dan menunggu jawaban dari dalam.
"Masuk, Rey." Suara Kenzo terdengar dari dalam ruangan.
Reyhan segera memutar knop pintu tersebut dan masuk ke dalam ruang kerja Kenzo. Dia berjalan mendekati meja Kenzo.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" Tanya Reyhan yang masih berdiri di depan meja Kenzo.
"Duduk dulu, Rey. Aku ingin membicarakan sesuatu." Kata Kenzo.
"Apa yang sedang kamu pikirkan, Rey? Apa ada masalah?" Tanya Kenzo.
"Eh, sa-saya?" Tanya Reyhan terkejut sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya, memang siapa lagi." Kata Kenzo. "Tidak biasanya kamu melamun, Rey. Kamu ada masalah sama istri kamu?" Tanya Kenzo.
"Ti-tidak Tuan. Tidak sama sekali." Jawab Reyhan sambil menggelengkan kepalanya.
"Lalu, apa yang kamu pikirkan?"
"Ehm, sa-saya hanya masih belum terbiasa dengan perubahan ini Tuan." Jawab Reyhan.
"Perubahan? Perubahan apa maksud kamu, Rey? Kamu masih kaget mendapati bahwa kamu sudah tidak perjaka?"
"Hhaaah?"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Pertanyaan macam apa itu, Zo. 😪
Mohon dukungan like, komen dan vote nya untuk othor. Mumpung masih awal minggu 🤗
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru othor, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda
Thank you