The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 81



"Eh, ehmm, i-itu…," Kinan tampak bingung harus menjawab apa.


Menikah? Siapa yang akan menikah? Haduhh, kenapa semua jadi rumit seperti ini, sih? Enak jika menikah beneran. Kalau nggak jadi, mau ditaruh dimana mukaku ini nanti? Batin Kinan.


Dena yang menyadari jika Kinan kebingungan menjawab, langsung menyahuti pertanyaan salah satu dosen senior tersebut.


"Sebenarnya, untuk tanggal belum ditentukan, Bu. Ibu tau sendiri siapa calon suami Miss Kinan. Seorang Adrian Hanggara tidak bisa seenaknya menggelar acara pernikahan tanpa persiapan yang matang, kan?" Dena menjawab sambil mengulas senyumannya.


Dosen senior tersebut tampak mengangguk-anggukkan kepala. Alasan yang diberikan oleh Dena cukup masuk akal.


"Anda benar Miss Dena. Sepertinya, Miss Kinan dan Pak Adrian juga masih belum memutuskan tanggal dan tempat yang cocok. Bukankah begitu, Miss Kinan?"


"Ah, iya, Bu. Memang seperti itu." Kinan menjawab sambil berusaha mengulas senyumannya.


Setelahnya, dosen senior tersebut berpamitan kepada Dena dan Kinan. Begitu dosen tersebut sudah tidak terlihat, Kinan dan Dena langsung saling pandang.


"Kamu masih berhutang penjelasan kepadaku, Kin. Aku mau semua ceritanya sampai detail," ucap Dena.


"Kamu tenang saja. Kalau perlu, aku akan menginap di rumahmu untuk menceritakan semuanya."


Dena langsung mencebikkan bibir sambil mendengus kesal. "Kamu pikir Rean akan membiarkanku begadang semalaman?"


"Hehehe, iya ya. Suami brondong kamu itu kan posesif banget," jawab Kinan sambil berusaha menahan kekean tawanya.


Setelah beberapa saat mengobrol, Dena akhirnya berpamitan untuk menuju kelasnya. Beberapa saat setelah kepergian Dena, Kinan mendapatkan sebuah telepon dari sang mama. Dia langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Ma."


"...."


"Eh, ada apa, Ma? Apa ada sesuatu?" Kinan mulai panik saat mendengar suara di seberang sana.


"...."


"Sekarang juga, Ma?"


"...."


"...."


"Iya, Ma. Iya. Lagian, ini Mama dimana sih? Kenapa ramai sekali suaranya?"


"...."


"Iya, Ma. Iya.


Setelah memutuskan panggilan telepon, Kinan segera membereskan peralatannya. Dia bergegas pulang untuk bersiap-siap. Mamanya Kinan memintanya untuk pulang hari itu juga.


Karena takut ada sesuatu, Kinan memutuskan untuk langsung pulang dengan menesan sebuah tiket kereta. Ya, Kinan memilih untuk pulang dengan kereta siang itu.


Jika Kinan pulang dengan menggunakan mobil, dia akan sampai di rumah sekitar tiga sampai empat jam karena pasti macet. Namun, jika Kinan menggunakan transportasi umum seperti kereta api, jarak Jakarta hingga kotanya bisa ditempuh dalan waktu sekitar dua jam.


Tak berapa lama kemudian, Kinan sudah tiba di rumah. Dia bergegas menyiapkan semua keperluannya untuk pulang ke rumah orang tua. Setelah semua siap, Kinan segera memesan ojek online agar bisa segera sampai ke stasiun kereta api.


Tak sampai tiga puluh menit, Kinan sudah sampai di stasiun. Kereta yang akan dinaiki Kinan berangkat siang itu juga. Kinan beruntung karena tidak harus menunggu lama untuk bisa menaiki kereta tersebut.


Selama dalam perjalanan sekitar dua jam itu, Kinan memutuskan untuk tidur. Dia memang tidak terlalu suka menikmati pemandangan jika bepergian seorang diri. Kinan lebih memilih tidur.


Sekitar dua jam kemudian, Kinan sudah sampai di stasiun kotanya. Dia segera memesan ojek online untuk mengantarkannya ke rumah. Jarak rumah Kinan dan stasiun menempuh perjalan sekitar tiga puluh menit.


Ketika ojek yang ditumpangi Kinan memasuki komplek perumahannya, keningnya berkerut saat melihat sbuah pemandangan tak biasa di sekitar rumahnya.


Awalnya, Kinan mengira itu ada si rumah tetangganya. Namun, setelah ojek tersebut semakin dekat, Kinan baru menyadari jika ada sesuatu di rumahnya.


"Ada apa ini? Kenapa ada dekorasi pernikahan? Siapa yang akan menikah?'


\=\=\=\=


Hhhmm kawal nggak nih?


Komen, like dan vote yang banyak ya, biar tambah semangat. Besok tak intipin lagi. Jika sudah banyak yang mampir, baru othor semangat up lagi. 🤗