The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 38



Cello memarkirkan mobilnya di halte dekat kampus. Shanum memang memintanya untuk turun di sana. Dia sudah berjanji untuk bertemu dengan kedua orang sahabatnya yang memang juga sudah berada di sana.


"Yakin turun disini?" Tanya Cello saat menghentikan mobilnya tak jauh dari halte tersebut.


"Iya. Aku nunggu Nanda dan Sania di sana saja."


Setelah berpamitan, Shanum segera keluar dari mobil Cello. Dia berjalan menuju halte yang berjarak sekitar dua puluh meter dari tempat Cello menurunkannya. Cello masih tak beranjak dari tempatnya. Dia menunggu kedatangan Nanda dan juga Sania.


Sekitar lima menit kemudian, kedua sahabat Shanum tersebut datang dengan menaiki taksi. Setelah memastikan sang istri bertemu dengan para sahabatnya, Cello segera beranjak meninggalkan tempatnya. Dia ingin menemui temannya yang kebetulan hari itu juga berada di kampus.


"Kenapa kalian naik taksi?" Tanya Shanum saat dia dan kedua sahabatnya berjalan menuju gerbang kampus.


"Lhah, lo belum tahu jika mobil Nanda diserempet kemarin, ya?" Tanya Sania.


"Eh, serius? Kok lo nggak cerita sih, Nan?"


"Hehehehe, gue lupa. Habisnya, sejak kemarin nyokap ngomel mulu. Gue kan jadi sebel."


"Tapi lo nggak apa-apa, kan?" Tanya Shanum sambil mengamati tubuh sahabatnya tersebut dari atas hingga bawah.


"Gue nggak apa-apa, kok. Kebetulan kemarin pas kejadian, gue lagi nggak di dalam mobil. Gue lagi turun dari mobil beli batagor. Hehehe," kata Nanda sambil tersenyum nyengir.


"Syukurlah. Gue khawatir jika lo kenapa-napa." Kata Shanum sambil kembali berjalan menuju bagian administrasi fakultasnya.


"Eh, lo sendirian tadi? Nggak diantar suami lo?" Tanya Sania yang sedang berjalan di depan Shanum.


"Iya, diantar kok. Sekarang paling lagi ketemu temannya. Tadi dia bilang mau ketemu teman sebentar." 


"Waahh, sekarang nggak bisa jalan, dong. Mau kemana-mana bawa bodyguard," goda Nanda.


"Sembarangan!" Kata Shanum sambil menyentil kening Nanda. "Ini juga jika bukan karena permintaan mertua, gue juga nggak mau di antar."


Kedua sahabat Shanum tersebut hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelahnya, mereka segera menuju tempat registrasi. Hingga menjelang makan siang, mereka baru selesai melakukan proses registrasi tersebut. Ketiganya masih berada di depan fakultas sambil mengamati jadwal kegiatan yang sudah mereka dapatkan.


"Jadi, bulan depan sudah mulai ospek nih," kata Nanda sambil menatap rentetan jadwal tersebut.


"Iya, ih. Perkuliahan juga dimulai setelahnya." Kata Sania. "Gue belum punya tempat kos lagi." Lanjutnya sambil mengerucutkan bibirnya.


"Nggak enak lah. Mana betah gue tinggal di sana. Bibi gue itu nyinyir banget orangnya. Apa-apa serba salah menurutnya. Masa iya gue makan ati terus nanti disana." Kata Sania.


"Ya jangan dong. Sesekali makan dada, paha, atau sayap gitu. Gurih." Kali ini Nanda ikut bersuara.


"Si*lan, lo." 


Setelahnya, mereka bertiga berpisah di halte depan kampus. Shanum yang melihat mobil Cello sudah terparkir di sana segera berjalan menghampiri. Shanum memang sudah memberitahukan jika aktivitasnya sudah selesai.


"Mau makan dulu?" Tanya Cello saat Shanum sudah duduk di sampingnya.


"Tadi mommy minta langsung pulang, Mas. Nggak enak jika makan siang di luar."


Cello hanya mengangguk mengiyakan. Setelahnya, dia segera melajukan mobilnya menuju rumah. Beberapa saat kemudian, mobil Cello sudah memasuki halaman rumah. Cello segera memarkirkan mobilnya di garasi samping seperti biasa.


Kening Cello dan Shanum langsung berkerut saat melihat mommy Fara berjalan menuju pintu sambil membawa paper bag.


"Mau kemana, Mom?" Tanya Cello sambil berjalan mendekat.


"Eh, kalian sudah pulang? Ini, mommy mau ke kantor daddy. Daddy kamu minta dibawakan makan siang."


Cello yang sudah hafal dengan sifat sang daddy hanya bisa menghembuskan napas beratnya.


"Mau diantar?" Tawar Cello.


"Nggak usah. Nanti daddy kamu uring-uringan jika kamu ikut. Dia akan semakin ngambek jika mommy sibuk nyuapin kamu disana."


"Dasar, sudah tua juga masih saja cemburu sama anak." Gerutu Cello.


"Eh, jangan salah. Nanti kamu juga pasti akan mengalami hal yang sama. Sudah, kalian makan siang dulu."


"Iya, Mom."


Scroll ya 👇