The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Musim - 2 Kedatangan Tamu



"Kamu harus banyak-banyak menonton video pemersatu bangsa. Nanti aku kirimkan link nya." Kata Kenzo sambil berjalan memasuki rumah. 


Reyhan masih diam mematung setelah mendengar perkataan Kenzo. Namun, dia segera tersadar dan langsung mengikuti Kenzo.


Sementara di dalam rumah, Vanya dan Fida sudah saling cerita sambil bermain-main dengan baby El. Saat melihat Kenzo dan Reyhan memasuki rumah, Vanya langsung menyenggol lengan Fida.


"Eh, sudah gol apa belum? Berapa skornya?" Goda Vanya. Dia memang sengaja mengeraskan suaranya agar Kenzo dan Reyhan yang tengah berjalan mendengar perkataannya.


Fida yang mengetahui maksud Vanya pun langsung memasang ekspresi sedihnya.


"Belum. Kami menunda melakukannya sampai selesai tamu bulananku." Jawab Fida dengan ekspresi sedihnya.


"Yaahh, kenapa di tunda sih Fid. Kan belum datang juga tamu bulanan kamu." Kata Vanya.


"Aku hanya tidak mau membuat mas Reyhan kesulitan menahan keinginannya nanti jika kami melakukannya sekarang. Kamu sendiri dulu kan cerita, jika suami kamu tidak bisa menahannya lama-lama saat sudah berbuka puasa. Bahkan, sehari bisa sampai berkali-kali." Kata Fida.


Vanya yang mendengar perkataan Fida langsung mencubit pinggangnya. Dia merasa malu kepada Kenzo dan juga Reyhan karena sudah ketahuan menceritakan pengalamannya kepada sang sahabat.


"Aduuhhhh, kamu kebiasaan banget suka nyubit deh, Van. Mana sakit banget lagi." Gerutu Fida sambil mengusap-usap bekas cubitan sang sahabat.


Sementara Kenzo dan Reyhan hanya diam memperhatikan interaksi para istri mereka. Kenzo menatap wajah Vanya dengan tatapan menuduh. Vanya yang menyadari kesalahannya hanya bisa tersenyum ngengir.


Hari itu, Reyhan dan Fida menghabiskan setengah hari di rumah Kenzo. Setelah makan siang di rumah Kenzo, Reyhan dan Fida segera pamit. Mereka berniat untuk belanja kebutuhan sehari-hari yang masih kurang. Fida sempat melihat jika bumbu-bumbu masakan yang ada di dapur memang sangat minim. Fida mengertikan hal itu karena dia tahu jika Reyhan jarang memasak.


Namun, saat mereka hendak menuju minimarket, tiba-tiba Fida merasakan tidak enak pada perutnya. Semakin lama semakin sakit. Fida meminta Reyhan membatalkan rencana mereka. Dia ingin langsung segera pulang dan merebahkan diri di atas tempat tidur sambil mengompres perutnya.


"Masshh, aduuhhh perutku semakin sakit. Rasanya perih, Maaass." Kata Fida sambil memegangi perutnya. Sementara tangan kanannya mencengkram pinggang Reyhan.


Reyhan yang merasa kasihan terhadap sang istri berusaha melajukan kendaraannya secepat mungkin menuju rumah.


"Iya, iya. Tahan dulu. Sebentar lagi sampai rumah." Kata Reyhan.


Sekitar sepuluh menit kemudian, Reyhan dan Fida sudah sampai di rumah. Reyhan segera memasukkan sepeda motornya ke dalam garasi. Sementara Fida langsung berlari menuju kamar tidur mereka. Hal biasa yang dilakukan oleh Fida disaat seperti ini adalah tidur tengkurap di atas tempat tidur sambil di usap-usap perutnya. Biasanya mamanya lah yang selalu melakukannya. Namun, saat ini dirinya sudah menikah. Meskipun baru kemarin, tapi Fida ingin membiasakan diri untuk tidak merepotkan orang tuanya.


Ceklek.


Reyhan menyusul Fida ke kamar mereka. Dia melihat sang istri tengah tengkurap di atas tempat tidur sambil memegangi perutnya. Reyhan berjalan mendekati Fida di atas tempat tidur.


"Apa yang bisa aku bantu?" Tanya Reyhan sambil mengusap kening Fida yang berkeringat.


"Tolong ambilkan obat yang kemarin malam aku beli di apotek ya Mas. Setelah itu bantu aku mengurangi rasa sakit perut ini." Kata Fida.


"Apa yang bisa aku bantu?" Tanya Reyhan setelah membereskan obat Fida. Dia mengusap-usap kepala Fida.


"Mas, aku biasanya diusap-usap perutnya sama mama jika sakit seperti ini. Itu bisa mengurangi rasa sakitnya." Kata Fida.


Kening Reyhan berkerut. Dia berpikir jika mungkin Fida ingin mamanya datang.


"Kamu ingin mama datang kesini?" Tanya Reyhan.


"Nggak, nggak Mas. Aku nggak mau merepotkan mama. Aku kan sudah menikah. Ehm, bisa bantu mengusap-usap perutku, Mas. Seperti ini." Kata Fida sambil meraih tangan Reyhan dan membawanya ke atas perut. Dia memberikan contoh gerakan agar Reyhan mengikutinya.


Reyhan cukup terkejut melihatnya. Namun, dia tetap melakukan seperti apa yang diminta oleh sang istri.


"Seperti ini?" Tanya Reyhan sambil masih mengusap-usap perut Fida.


"Hu um." Jawab Fida sambil memejamkan matanya. "Mas, ikut berbaring sini dong. Aku juga mau di puk puk sambil dipeluk." Lanjut Fida.


"Eh,"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=


Pengen di puk puk


Mohon dukungannya dengan klik like dan komen di setiap bab. Jangan lupa vote dan hadiahnya buat othor, biar semangat ngetik di sela-sela kerjaan yang padat merayap.


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda


Thank you