The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 153



Pagi itu, Cello tampak bersemangat setelah mendapatkan sarapan spesialnya. Dia langsung keluar dari kamar dan mencari kedua jagoannya yang sedang dimandikan oleh Mbak Siti. Terlihat juga daddy El dan mommy Fara juga tampak sudah bersih dan rapi berada di sana.


"Waahh, sepertinya ada yang sudah sarapan, Yang. Perasaan tadi wajahnya kusut sekali. Mana bibirnya manyun seperti donald bebek lagi," kata daddy El sambil mengangkat Drew yang memang sudah selesai bersiap-siap.


Cello yang merasa disindir pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya dan menatap tajam ke arah sang daddy.


"Memangnya hanya daddy yang boleh sarapan?!"


Mommy Fara yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dia segera mengangkat Dryn dan menyerahkannya kepada Cello.


"Jaga mereka dulu. Mommy mau siapkan sarapan. Setelah ini, segera bersiap. Kita harus ke apartemen Dena." Kata mommy Fara sambil berjalan menuju dapur.


Cello memposisikan putranya dengan nyaman sambil memegangi botol susunya. Dia menoleh ke arah daddy El dengan alis terangkat.


"Kita mau ke tempat Rean, Dad? Dena sudah pulang?"


"Hhhmmm. Katanya kondisinya sudah lumayan, jadi mereka memutuskan untuk pulang ke apartemen."


Cello mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelah kembali dari Kanada, dia memang belum sempat bertemu lagi dengan Dena.


"Kata Rean, istrinya masih cuti mengajar, Dad."


"Iya. Tangannya masih belum bisa banyak bergerak. Terakhir Daddy ketemu saat Rean mengantarkan Dena periksa ke rumah sakit beberapa hari yang lalu."


"Eh, ngapain Daddy ke rumah sakit?"


"Oh, itu waktu Daddy jenguk papanya Om Zee."


"Om Vanno?"


"Iya."


"Eh, Om Vanno sakit apa, Dad? Perasaan beliau masih segar bugar seperti itu. Apa sakitnya serius?"


Cello hanya mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Beberapa saat kemudian, mereka sudah bersiap untuk sarapan. Drew dan Dryn dititipkan dulu kepada Mbak Siti.


Kebetulan hari itu adalah weekend, keluarga Cello sedang berada di rumah semuanya. 


Menjelang pukul sembilan pagi, Cello dan keluarganya berangkat menuju apartemen Rean. Tentu saja Drew dan Dryn juga ikut serta. Sebenarnya, Drew dan juga Dryn sudah beberapa kali diajak jalan-jalan. Mereka sudah beberapa kali pergi ke mall dan taman.


Kurang dari satu jam kemudian, mobil Cello sudah memasuki area parkir apartemen Dena. Shanum sudah menghubungi Rean, jika dia dan keluarga suaminya akan mampir ke apartemen. 


Setelah memarkirkan kendaraannya, Cello dan seluruh anggota keluarganya segera beranjak menuju lantai enam belas dimana apartemen Dena berada. Saat sudah berada di depan pintu apartemen tersebut, ternyata Rean sudah menunggu. Dia terlihat sangat bahagia saat bertemu dengan kedua keponakannya.


"Wuuaaahhhh, gemoy Om Rean sudah besar ini. Ayo gantian Om gendong sini. Nanti Om ajarin cara menarik perhatian para cewek-cewek, okay?" kata Rean sambil mengambil alih Drew ke dalam gendongannya.


Sontak saja Shanum yang mendengar perkataan sang adik langsung mendelik tajam dan memukul lengan Rean dan mencubit pinggangnya.


"Cccckkkk, mulutnya! Jangan suka aneh-aneh kalau ngomong. Awas saja jika kamu ngajarin anakku yang tidak-tidak!" ancam Shanum.


"Astaga, Kak! Memangnya aku mau ngajarin apa ke bayi begini? Mana mungkin aku ngajarin yang iya-iya, ih."


Lagi-lagi Shanum mencubit pinggang sang adik. Rean hanya bisa meringis saat mendapatkan cubitan sang kakak. Cello dan kedua orang tuanya hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah kedua orang kakak beradik tersebut.


Setelah semua keluarga Cello duduk di ruang tengah, Cello memanggil Dena yang memang masih berada di dalam kamar. Dia baru saja selesai membersihkan diri.


Tak berapa lama kemudian, terlihat Dena keluar dari dalam kamar. Dia masih berjalan dengan menggunakan kruk dan tangan kanannya masih di perban. Beruntung kejadian kecelakaan yang dialaminya tidak meninggalkan bekas yang parah pada wajah Dena.


Shanum mengerutkan keningnya saat melihat Dena tengah berjalan hendak menghampirinya dengan dibantu oleh Rean.


"Eh Den, kenapa jalanmu seperti itu? Kalian baru buka segel ya?"


Mulut Shanum minta di apakan itu? 😫😫