
Sepanjang perkuliahan, Shanum masih tetap fokus pada perkuliahan yang sedang dijelaskan oleh dosennya. Sesekali dia juga berkirim pesan kepada mommy Fara untuk menanyakan keadaan twins. Maklum saja, saat itu pertama kalinya dia meninggalkan twins dengan waktu yang lama.
Davian yang sedari tadi duduk di sebelah Shanum, sempat beberapa kali mencuri-curi pandang terhadapnya. Davian merasa heran saat pertama kali melihat Shanum. Dia yang sudah memasuki semester tiga tersebut, namun sama sekali belum pernah melihat wajah Shanum.
Dua jam perkuliahan Shanum pun selesai. Dia segera merapikan peralatannya dan hendak pergi ke tempat parkir untuk memompa asinya.. Dia sudah merasa tidak nyaman sejak satu jam yang lalu, karena produksi asinya sudah benar-benar penuh.
"Mau ke kantin?" Tanya Davian yang masih berdiam diri di kursinya sambil mengamati Shanum.
"Eh, nanti deh. Aku mau ke parkiran dulu. Duluan ya," jawab Shanum sambil beranjak pergi.
Davian yang bahkan belum menjawab perkataan Shanum pun hanya bisa diam dan menatap kepergian Shanum.
Setelah keluar dari ruang kelasnya, Shanum segera beranjak ke mobilnya yang terparkir. Beruntung Cello sudah memperkirakan hal ini sejak lama. Dia sudah mengganti kaca mobil Shanum dengan lebih gelap dan memasang tirai juga.
Shanum buru-buru masuk ke dalam mobil dan mulai untuk memompa asinya. Sambil menunggu, Shanum mengambil ponselnya dan segera menghubungi sang suami.
"Hallo, Mas. Kamu dimana?" Tanya Shanum saat panggilan teleponnya sudah tersambung dengan sang suami.
"Ini baru saja keluar dari kelas. Kamu sudah selesai?"
"Belum, Mas. Masih satu mata kuliah lagi setelah ini."
"Sekarang dimana?"
"Di dalam mobil diparkiran, Mas. Sedang memompa asi."
"Eh, butuh bantuan nggak? Aku ikhlas lho," tawar Cello di seberang sana. Shanum bisa memastikan jika sang suami mengatakan hal itu sambil tersenyum.
"Sembarangan, ini di kampus Mas!"
"Memangnya kenapa jika di kampus? Kita kan sudah menikah."
"Hhhj, terserah kamu deh, Mas. Capek aku ngomong sama kamu."
"Eh, mobil kamu bagaimana? Tadi kan bawa mobil sendiri, Mas?"
"Biar dibawa Aldi. Nanti malam aku ke tempat futsal, kok. Ada turnamen di sana."
Shanum mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia menyetujui usul sang suami. Namun sebelum itu, Shanum meminta Cello untuk makan siang terlebih dahulu. Beruntung tadi Shanum sempat membawa bekal sandwich daging yang sudah disiapkan oleh asisten rumah tangga mommy Fara. Shanum langsung memakan habis tiga potong bekal sandwichnya tersebut.
Beberapa saat kemudian, terlihat mobil Cello berhenti tak jauh dari mobil Shanum. Setelah Cello keluar dari mobil, tampak Aldi langsung mengendarai mobil tersebut meninggalkan Cello yang tengah berjalan menghampiri mobil Shanum. Dia juga membawa sebuah paper bag yang berisi makan siang untuk Shanum. Cello segera memasuki mobil Shanum dan memberikan paper bag tersebut.
"Burger, Mas?" tanya Shanum sambil membuka paper bag tersebut.
"Iya. Aku kira kamu belum makan siang."
"Sudah, kok. Tadi Mbak Yus sudah membawakan bekal makan siang."
"Baguslah. Mulai sekarang, biasakan untuk membawa bekal makan siang saja, biar tidak ribet."
"Iya, Mas. Untung saja mommy tadi memberi ide seperti itu. Jadi aku tidak harus capek-capek pergi ke kantin."
Cello mengangguk-anggukkan kepalanya. Kedua bola matanya masih menatap lapar pada pabrik nutrisi kedua buah hatinya. Shanum yang menyadari hal itu hanya bisa mendengus kesal.
"Kamu ini kebiasaan deh, Mas. Selalu saja lapar saat melihat orang sedang menyusui atau memompa asi." Kata Shanum sambil mendengus kesal.
"Habisnya itu menggoda sekali, Yang. Aku icip-icip sedikit ya," rengek Cello sambil mendekatkan wajahnya ke arah pabrik nutrisi tersebut.
"Jangan aneh-aneh deh, Mas. Ini masih di area kampus. Aku nggak mau di grebek nanti."
Cello hanya bisa mencebikkan bibirnya dengan kesal. Namun, bukan Cello namanya jika kehilangan ide. Dia langsung menggerakkan tangannya untuk melepas kancing celana Shanum dan segera menarik resletingnya. Belum sempat Shanum berhenti terkejut, tangan Cello sudah menemukan sesuatu yang dicarinya.
"Aaahhh, Maassshhh! Jangan ditusuk aaauuhhhh."
Halah embuh, Cell 🤦♀️