The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 71



Malam itu, Cello pulang ke rumah sekitar pukul sepuluh malam seperti biasa. Dia langsung memarkirkan mobil dan beranjak menuju pintu rumahnya. Saat berjalan, sayup-sayup Cello mendengar suara tangisan seseorang dari dalam rumah. Mendadak Cello langsung panik dan buru-buru membuka pintu.


Ceklek.


Setelah mengunci pintu kembali, Cello langsung bergegas menuju ke arah sumber suara. Dia melihat sang istri tengah menangis tersedu-sedu di dalam pelukan mommy Fara. Ada juga sang daddy yang berdiri tak jauh dari Shanum dan mommy Fara. Cello buru-buru berjalan mendekat ke arah Shanum.


"Hei, Sayang, ada apa?" Tanya Cello sambil berjongkok di depan Shanum dan juga mommy Fara. Cello langsung mengusap air mata Shanum yang sudah menganak sungai.


Mommy Fara dan juga daddy El yang melihat kedatangan Cello hanya bisa menatapnya dengan tatapan tajam. Cello menjadi semakin bingung dibuatnya.


"Dari mana saja kamu, Cell?" Tanya daddy El yang masih berdiri tak jauh dari mereka bertiga.


"Dari tempat futsal, Dad. Ada apa ini? Kenapa Shanum menangis?"


"Kamu masih saja bertanya kenapa istri kamu menangis?!" Kali ini mommy Fara yang menatap tajam ke arah Cello.


"Mom, aku nggak tahu apa-apa, sumpah. Aku nggak ngerti kenapa Shanum menangis." Kata Cello dengan wajah bingungnya. Dia kembali menatap wajah Shanum yang sudah penuh dengan air mata. "Sayang, ada apa ini? Kenapa menangis, hhmm?"


Kali ini Shanum sedikit melonggarkan pelukan mommy Fara. Dia menatap ke arah Cello dengan tatapan sendunya.


"Kamu nggak akan menikah lagi kan, Mas?" Tanya Shanum tiba-tiba.


Seketika Cello membulatkan kedua bola matanya. Dia benar-benar terkejut saat mendengar perkataan Shanum.


"Poligami? Apa maksudmu?" Tanya Cello bingung.


Kali ini, Shanum benar-benar membuat Cello bingung. Apa maksudnya itu dengan poligami? Satu saja kesulitan melayani, ini malah dua atau tiga. Jepluk-jepluk lah, batin Cello.


Shanum menegakkan tubuhnya dan mengusap air mata yang masih membasahi pipinya. Dia meraih ponselnya yang tergeletak di atas meja. Shanum mengutak-atik ponselnya sebentar sebelum menunjukkan sebuah video kepada Cello.


"A-apa ini?" Tanya Cello sambil menatap ketiga orang yang ada di depannya tersebut.


Mommy Fara yang mendengar hal itu langsung mendengus kesal. Dia langsung menatap wajah Cello dengan tatapan tajamnya.


"Seharusnya, kami yang bertanya seperti itu, Cell. Apa maksud dari video itu? Kamu mau main-main, hah?" Mommy Fara benar-benar geram kepada sang putra.


"Mom, bukan seperti ini yang sebenarnya terjadi. Ini editan!" Kata Cello membela diri.


"Editan dari mananya? Sudah jelas-jelas itu kamu dan wanita itu di video. Suara kamu juga sama. Masih mengelak juga?" Geram mommy Fara.


"Iya Ma, memang benar ini aku. Tapi, aku tidak mengatakannya. Mana mungkin aku mengiyakan tawaran poligami dari wanita itu. Mommy ada-ada saja!"


Ketiga orang yang ada di hadapan Cello langsung saling pandang. Sebenarnya, mereka bertiga juga tidak mempercayai video tersebut. Namun, saat melihat Cello berada di dalam video tersebut, seketika keyakinan mereka sempat goyah.


"Baiklah, coba jelaskan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi." Kali ini, daddy El yang bersuara.


Setelahnya, Cello benar-benar menceritakan awal mula pertemuannya dengan Danisha dan berakhir mereka pergi ke perpustakaan. Cello juga menceritakan apa yang terjadi tadi siang. Dia juga menjelaskan semua perkataan yang diucapkannya dan diucapkan oleh Danisha.


"Jadi, kamu beneran nggak mau menikah lagi, Mas?" Tanya Shanum masih dengan wajah sendunya.


"Tentu saja tidak, Yang. Mana mungkin aku menikah lagi. Satu saja ini belum sempat nyicipin semuanya, apalagi nambah."


"Kamu kira jajanan apa, Cell?!"


••


Berhubung sudah ada jatah vote, tinggalkan jejak buat othor ya. Klik like komen dan vote. terima ksih.