The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 3



Setelah menyelesaikan makan siangnya, Cello segera bersiap untuk menjemput oma dan opanya di bandara. Sementara El, dia masih terlihat enggan untuk kembali ke kantor.


"Nggak usah kembali ke kantor saja ya, Yang. Lagian semua kerjaan juga sudah di handle oleh Fajar." Kata El sambil berdiri di belakang Fara.


Seketika Fara langsung berbalik dan menatap wajah El dengan tatapan tajamnya.


"Kamu ini selalu saja mencari alasan, Mas. Jangan suka melimpahkan pekerjaan ke Fajar. Dia juga sudah punya pekerjaan sendiri." Gerutu Fara.


Ya, Fara cukup kesal dengan tingkah El yang sering bolos kerja jika ada rapat di luar kantor, dan letaknya tidak jauh dari rumah. El pasti akan langsung menyusul sang istri dimanapun dia berada. Entah itu di rumah, di toko kue, atau di restorannya.


"Tapi kan nggak setiap hari aku pulang saat siang begini, Yang." Kata El mengelak. Wajahnya juga masih terlihat ditekuk dengan bibir mengerucut.


Fara kembali menoleh menatap wajah sang suami. Entah mengapa setiap menatap wajah bule El, membuat Fara hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Jarang sekali dia bisa marah kepada sang suami. El yang memang memiliki wajah bule mewarisi gen sang daddy, benar-benar membuatnya geram sekaligus gemas. 


Meskipun usia pernikahan mereka sudah memasuki dua puluh tahun, namun mereka masih saja terlihat awet muda dan selalu bertingkah seperti orang yang masih pacaran, terkadang bertengkar, terkadang bisa bersikap romantis. Hal itu yang sering membuat Cello uring-uringan.


"Halah nggak setiap hari pulang siang tapi justru hampir setiap hari kamu nyamperin aku ke restoran dan toko kue." Gerutu Fara.


El hanya bisa nyengir mendengar gerutuan sang istri. Belum sempat El menyahuti perkataan Fara, terdengar suara Cello yang tengah turun dari dari tangga.


"Mom, aku berangkat dulu ke bandara." Kata Cello sambil menenggak air minumnya yang berada di atas meja makan.


"Iya. Hati-hati, Sayang. Mommy tidak bisa ikut. Mommy harus menyiapkan makan malam nanti untuk opa dan oma." Jawab Fara.


Seketika Cello menatap sang daddy yang masih terlihat berdiri tak jauh dari sang mommy. Keningnya berkerut saat menatap ke arah daddynya.


"Kenapa Daddy masih disini? Bukannya kembali ke kantor." Kata Cello


"Daddy mau bolos." 


"Eh, mana ada bolos begitu. Memangnya mau ngapain di rumah? Jangan ganggu Mommy." Gerutu Cello.


"Daddy mau lembur buat adik untuk kamu." Jawab El dengan entengnya.


"Apa-apaan itu. Aku nggak mau adik, Dad. Awas saja jika Daddy aneh-aneh." Kata Cello sambil menatap tajam ke arah sang daddy.


Sementara El hanya mencebikkan bibirnya sambil mengedikkan bahu. Dia terlihat tidak peduli dengan perkataan sang putra. Cello yang melihat reaksi sang daddy langsung mendengus kesal dan merajuk ke arah mommy Fara.


"Mom, ingat jangan mau dipaksa oleh Daddy. Aku nggak mau adik, Mom. Jika mommy sangat ingin anak kecil, tunggu saja cucu dari Cello. Tapi, Mommy tidak boleh hamil lagi." Kata Cello dengan wajah paniknya


Fara yang melihat kekhawatiran sang putra langsung tersenyum sambil menangkup kedua pipi Cello.


"Sayang, kamu ini ngomong apa sih. Mana mungkin mommy hamil lagi. Daddy kamu hanya bercanda." Kata Fara berusaha menenangkan sang putra.


Mendengar jawaban mommynya, Cello merasa sedikit lega. Dia menoleh menatap wajah sang daddy dengan tatapan tajamnya.


"Daddy jangan macam-macam." Kata Cello sebelum kembali menatap wajah Fara. "Aku berangkat dulu, Mom. Nanti jika daddy macam-macam, Mommy langsung teriak saja. Biar satpam langsung menolong Mommy." Lanjut Cello.


"Hheeeh, kamu pikir Daddy ini penjahat apa?!" Gerutu El.


Setelahnya, El langsung mencium pipi sang mommy sebelum berangkat ke bandara. Fara hanya bisa menghembuskan napas beratnya setiap mendengar suami dan putranya berdebat.


"Kamu ini selalu saja memancing anak kamu, Mas." Kata Fara.


"Eh, mana ada aku memancing Cello. Mending memancing kamu saja, Yang. Yuk, sebentar saja." Kata El sambil menarik Fara ke dalam pelukannya.


"Aiisshhh, ngapain sih, Mas." Protes Fara.


"Aku butuh ngisi tenaga, Yang. Ngecharge ini." Kata El sambil bergerak-gerak di bawah sana.


\=\=\=\=\=


Jangan lupa kasih dukungannya dengan klik like, komen dan vote ya. Scroll 👇