
"Apa yang kamu lakukan?!"
Tiba-tiba datang seorang wanita dari arah belakang Mr. Bernard. Dia langsung berjalan menghampiri Danisha dan menatapnya dengan tatapan tajam setajam, clurit.
"Dasar wanita m*r*han! Ternyata selain menggoda suami orang, kamu juga menggoda banyak laki-laki kaya untuk mengumpulkan pundi-pundi uang?! Cccckkkk, benar-benar tidak tahu diri!" Kata wanita itu.
"Eh, Angie? Benarkah ini kamu?" Mr. Bernard tiba-tiba bersuara dan sedikit menarik lengan wanita tadi hingga kini mereka saling berhadapan.
Begitu menyadari laki-laki yang ada di depannya tersebut, kedua bola mata wanita itu langsung membulat sempurna dengan ekspresi terkejutnya.
"John Bernard?! Serius ini kamu?!" Teriaknya tak percaya.
Mr. Bernard hanya bisa menganggukkan kepalanya. Raut wajahnya masih tampak tak percaya saat bertemu dengan wanita yang ada di depannya itu.
"Lalu, apa hubungan wanita j*l*ng ini denganmu?" tanya Angie.
"Kamu mengenalnya?" Bukannya menjawab pertanyaan Angie, Mr. Bernard justru balik bertanya.
"Iya, aku mengenalnya. Dia adalah orang yang sudah menggoda suamiku. Eh, mantan suami tepatnya. Aku sudah menggugat cerai dia."
"Apa?!"
Mr. Bernard benar-benar terkejut setelah mendengar jawaban Angie. Dia masih tidak mempercayai pendengarannya.
Angie dulu adalah mantan pacar Mr. Bernard. Mereka sudah menjalin hubungan sejak sama-sama kuliah di Jakarta. Saat itu, Mr. Bernard belum sesukses sekarang ini. Ayahnya merupakan warga negara Polandia dan mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Kedua orang tuanya bercerai setelah itu, sehingga menyebabkan Me. Bernard harus hidup berdua dengan sang ibu.
Saat itu, ayah Angie mengetahui hubungan mereka dan menolak mempunyai menantu yang tidak sepadan dengan keluarga mereka. Selain itu, Angie dan Mr. Bernard juga berbeda keyakinan karena Mr. Bernard saat itu masih mengikuti kepercayaan sang ayah.
Perpisahan pun tak bisa dihindari. Angie terpaksa menerima permintaan orang tuanya untuk menikah dengan Danuarta, yang menurut keluarganya cukup terpandang karena bekerja sebagai dosen. Namun, pernikahan itu tidak berjalan mulus. Berkali-kali Danuarta menghianati Angie, hingga yang terakhir adalah dengan Danisha.
"Honey, a-aku,...," Belum sempat Danisha menyelesaikan perkataannya, Mr. Bernard langsung menoleh ke arahnya dan menatapnya dengan tajam.
"Sudah kubilang jangan memanggilku dengan panggilan itu! Menjijikkan! Segera kemasi barang-barangmu dan pergi dari hadapanku. Jangan berani-berani lagi muncul di depanku." Kata Mr. Bernard.
Setelah mengatakan hal itu, Mr. Bernard langsung menarik lengan Angie dan membawanya pergi dari restoran tersebut. Dia berjalan keluar tanpa menoleh lagi meskipun Danisha berteriak-teriak memanggil namanya. Beberapa orang yang melihat hal itu langsung hanya bisa diam sambil memperhatikan.
Pada saat itu, Cello dan juga Aldi berjalan ke arah Danisha. Daddy El menunggu di meja tadi bersama dengan Zee, yang memang sudah selesai dari aktivitasnya yang, ah sudahlah.
Danisha tampak terkejut saat melihat kedatangan Cello dan juga Aldi.
"Kalian ada disini?!"
"Kenapa? Ini tempat umum. Jadi, kami bisa berada di mana saja yang kami inginkan."
"Apa kamu terlibat dalam hal ini, Cell?"
"Dalam hal apa maksud kamu? Semua hal yang menimpa kamu bukan karenaku atau karena siapapun. Semua itu terjadi karena ulahmu sendiri. Dan satu lagi, jika kamu mau mencari mangsa, selidiki dulu siapa mangsa yang akan kamu bidik." Kata Cello sambil menatap tajam ke arah Danisha.
"Oh iya, satu lagi. Aku juga sudah membuat laporan ke polisi tentang semua fitnah video yang beredar. Siap-siap saja menerima hadiah dari kami. Setelah ini, aku pastikan kamu tidak akan punya muka lagi bahkan hanya untuk membuang sampah di luar rumah." Lanjut Cello. Setelahnya, dia menoleh kepada Aldi dan segera mengajaknya pergi dari tempat tersebut.
Namun sebelum beranjak pergi, Aldi sempat berhenti di depan Danisha.
"Setelah ini, jika kamu malu keluar rumah untuk membuang sampah, bakar saja sampahnya di dalam rumah."
Biyuhhh, opo ndak tambah nyunyut kuwi rumahe, Di 🤔