
"Memangnya kenapa dengan wanita itu?" Tanya Cello sambil memainkan ponselnya. Dia terlihat enggan membicarakan wanita yang membuatnya kesal tadi siang.
"Lo ada masalah apa dengan miss Danisha, Cell? Gue lihat tadi lo sempat berdebat dengannya di depan perpustakaan."
Cello menatap wajah Aldi sekilas sebelum meletakkan ponselnya. Dia mengambil minuman yang ada di depannya dan menenggaknya sedikit.
"Gue sih merasa nggak ada masalah apa-apa sama wanita itu. Hanya saja, dia berusaha mengusik hidup gue." Kata Cello sambil meletakkan kembali gelas minumannya.
Kening Aldi berkerut saat mendengar perkataan Cello. Dia masih belum mengerti maksud perkataannya tersebut.
"Maksud lo apa, Cell? Miss Danisha mengusik hidup lo? Kok bisa?" Tanya Aldi penasaran.
Cello menghembuskan napasnya sebelum menjawab pertanyaan Aldi.
"Tadi siang, dia bilang mau jadi istri kedua gue. Sarap nggak tuh orang."
"Apaa?!" Aldi sampai berteriak saking terkejutnya.
Ya, Aldi memang mengetahui jika Danisha menaruh perhatian kepada Cello. Bahkan, dia lumayan menunjukkan rasa tertariknya tersebut. Namun, Aldi sama sekali tidak habis pikir jika Danisha nekat mengatakan hal seperti itu kepada Cello.
"Kok bisa sih, Cell. Lagian, dia juga sudah tahu jika lo sudah menikah kan?"
"Iya, dia sudah tahu. Maka dari itu, dia mau jadi istri kedua gue."
"Gi*la. Benar-benar sarap tuh orang. Bisa-bisanya menawarkan diri seperti itu." Kali ini, Aldi jadi ikutan geram. Dia menoleh menatap ke arah Celli. "Lo nggak terima tawaran dia kan, Cell?" Lanjut Aldi.
"Sembarangan. Ya kali gue tertarik sama istri orang," gerutu Cello.
Lagi-lagi Aldi terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Cello.
"Istri orang? Maksudnya siapa, Cell?"
"Danisha. Dia adalah istri simpanan Danuarta Aryo Suselo." Jawab Cello dengan santainya.
"Hhhmmm."
"Kok bisa sih, Cell? Lo tahu darimana?" Tanya Aldi penasaran.
Cello melirik Aldi sekilas sebelum menceritakan apa yang diketahuinya tentang Danisha.
"Gue juga tahu secara tidak sengaja. Beberapa waktu yang lalu, gue datang ke kantor daddy. Kita membahas pengerjaan cafe gue yang memang ada proyek tambahan untuk toko kue yang di sampingnya itu. Saat itu, ada dua orang yang datang menemui daddy. Gue beranjak sebentar karena melihat mereka sepertinya buru-buru."
"Sekitar lima belas menit kemudian, mereka undur diri dan berjanji akan bertemu lagi saat makan siang. Daddy menyetujui rencana itu dan mengajak bertemu di d'green. Singkat cerita, gue akhirnya terpaksa ikut siang itu. Kami bertemu di d'green. Namun, saat itu tak sengaja aku melihat salah satu dari rekan daddy tengah berbicara dengan sepasang laki-laki dan perempuan di depan d'green. Dan, lo tahu siapa mereka? Pak Danu dan Danisha."
"Dari rekan kerja daddy tersebut gue tahu jika ternyata Danisha adalah istri simpanan Danuarta. Hal itu juga yang membuatnya mendapatkan kesempatan menjadi asisten dosen."
Aldi yang mendengar cerita Cello hanya bisa membulatkan kedua bola matanya. Jangan lupakan mulutnya juga yang langsung otomatis menganga saking terkejutnya.
"Kok bisa begitu, Cell?" Tanya Aldi masih terkejut.
"Ya mana gue tahu." Jawab Cello sambil mencebikkan bibirnya.
"Lalu, kenapa dia terlihat ngejar-ngejar lo?"
"Entahlah, gue juga nggak ngerti. Tapi, menurut cerita rekan kerja daddy, Danisha memang sering gonta ganti gandengn. Dia terlihat jalan dengan beberapa lelaki berbeda."
"Waahhh nggak bisa dibiarkan ini si buket. Minta segera dibabat habis." Geram Aldi.
"Buket?"
"Iya, bulu ketek."
•••
Jangan lupa tinggalkan jejak untuk othor ya. Terima kasih.