
Sambil menunggu Fara, El hendak memejamkan mata, saat telinganya menangkap sebuah suara.
"Dasar, udah miskin. Nggak berguna lagi. Minggir!"
El langsung membuka kedua matanya dan mengedarkan pandangannya untuk mencari sumber suara. Saat El menoleh ke samping kanan mobilnya, dia lumayan terkejut saat melihat Fara tengah terduduk di atas paving dengan dikerumuni oleh empat orang siswi. Mereka tengah melakukan perundungan terhadap Fara.
El yang melihatnya merasa sangat geram. Dia segera membuka pintu mobil dan berjalan menghampiri Fara.
"Ada apa ini? Siapa kalian?" Tanya El. Dia masih menatap tajam ke arah empat orang siswi yang tengah mengerumuni Fara.
Keempat siswi yang tengah berdiri mengelilingi Fara langsung menoleh. Dia menatap wajah El dengan tatapan terkejut sekaligus kagum. Wajah blasteran yang dimiliki El dengan rahang yang tegas dan tatapan mata yang tajam, membuat keempat siswi tersebut terdiam. Mereka masih memandang El tanpa berkedip.
El yang geram karena keempat siswi tersebut tidak menjawab pun berjalan semakin mendekat ke arah Fara. Dia berjongkok dan membantu Fara berdiri. Setelahnya, dia juga memunguti beberapa map Fara yang berserakan.
"Kalian ini perempuan dan berpendidikan. Apa saja yang kalian pelajari di sekolah selama ini jika otak kalian berada di mata kaki. Seenak jidat kalian mengatai orang miskin dan nggak berguna. Kalian pikir, seberguna apa kalian dibandingkan dia, hah?!" Kata El yang sudah tersulut emosi. Tatapan matanya tajam menatap para siswi yang tengah ketakutan tersebut.
Keempat siswi tersebut mundur beberapa langkah karena mendengar perkataan El. Mereka tidak menyangka jika ada yang bersama dengan Fara saat itu. Ya, Mega dan teman-temannya memang sering mengganggu Fara. Mereka sangat suka mengejek bahkan menghina Fara yang memang seorang anak supir yang ditelantarkan setelah kepergian sang ibu. Namun, Fara masih bisa menerimanya selama itu tidak menyakiti tubuhnya.
"Ma-maaf. Kami tidak sengaja tadi." Kata salah seorang dari mereka.
"Alasan. Kalian kira aku tidak melihat apa yang kalian lakukan, tadi?! Awas saja jika kalian berani mengganggu Fara atau mengusiknya lagi, aku pastikan kalian tidak akan bisa hidup dengan tenang!" Kata El.
Keempat siswi tersebut hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Setelahnya, El membantu Fara berjalan ke mobil dan masuk ke dalamnya.
"Ehm, maafkan aku Kak. Maaf merepotkan kak El, tadi." Kata Fara.
"Apa kamu selalu diperlakukan seperti itu di sekolah?" Tanya El.
"Ehm, tidak juga Kak. Tadi hanya kebetulan saja aku ceroboh hingga terjatuh."
Fara yang masih takut pun hanya bisa mengangguk sambil menundukkan kepalanya. Fara juga terus meremas kedua tangannya. El melirik tingkah Fara yang tengah duduk di sampingnya tersebut. Dia merasa tidak enak karena telah membentak Fara tadi.
"Maaf jika aku berbicara terlalu keras. Aku hanya tidak suka melihat perundungan seperti itu." Kata El.
"Eh, tidak apa-apa, Kak. Aku justru berterima kasih karena kak El sudah membantuku tadi." Jawab Fara.
"Lain kali, jika ada yang berbuat tidak menyenangkan seperti itu, langsung hubungi aku."
"Eh, i-iya Kak."
Setelahnya, perjalanan pulang menuju rumah oma Tari berlangsung dengan hening. Tidak ada percakapan yang terjadi antara El dan Fara.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Mumpung masih hari rabu, bantu vote ya. Jangan lupa klik like dan komen. Othor usahakan up lg nnti, ini masih di jalan. Semoga nanti bisa melanjutkan ngetiknya.