The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 111



Begitu lidah Adrian sudah mulai menari-nari di atas gundukan kembar tersebut, seketika Kinan langsung mereemas rambut bagian belakang kepala Adrian. Mulut Kinan tak berhenti mengoceh. Bahkan, Kinan tidak menyadari suara apa yang sudah dikeluarkan oleh mulutnya tersebut.


"Eeuughhhh eehhmmm, Massshhh. Ga-gantian yang kanan. Sedut-sedut rasanya, aahhh." Kinan masih meeremas rambut Adrian dengan gemas.


Seketika Adrian melepaskan mulutnya dari benda bulat nan kenyal yang sudah memenuhi mulutnya sejak tadi. Adrian mendongakkan kepala hingga kedua netranya bertatapan dengan sepasang mata Kinan.


"Gantian?" ulang Adrian dengan tatapan cengo. Entah mengapa otak Adrian mendadak blank setelah merasakan kenyalnya gunung kembar.


Bukannya menjawab ucapan Adrian, Kinan justru melepaskan dua buah kancing baju tidurnya dengan cepat. Dan, secepat kilat tangan Kinan lagi-lagi mengarahkan wajah Adrian pada bagian kanan si kembar menggemaskan miliknya tersebut.


Hap. Ehhmmppphhhhh.


Suara decapaan hingga kuuluman yang dihasilkan oleh bibir Adrian tak mampu lagi diredam. Bahkan kini, suara serupa juga sudah dikeluarkan oleh Kinan secara tidak sadar.


"Eehhmmm, Masss. Li-lidahnya kok nakal, sih? Eehhmmm." Kinan terus bergerak-gerak gelisah dengan tangan masih meeremas lembut bagian belakang kepala Adrian.


"Hhmmmmm? Nyamuu nyuukaaa?" Suara Adrian tidak terdengar dengan jelas karena mulutnya sudah sesak dipenuhi oleh si kembar menggemaskan Kinan.


"Aaahhh, eeuuhhmmmmm, Maasss. Gi-gittt yang kerasss, aaahhh." Kinan masih meracau tidak karuan. Kepalanya bergerak-gerak gelisah ke kiri dan ke kanan sambil tangannya masih merremas gemas rambut bagian belakang Adrian.


Tak tahan dengan suara dan deesahan yang dikeluarkan oleh Kinan, kini Adrian melepaskan mulutnya dari benda yang sudah sejak tadi dicicipinya. Kini, wajah Adrian bergerak ke atas hingga mendapati bibir Kinan yang masih meracau tidak karuan. 


Adrian langsung menyambar bibir mungil tersebut dan melahapnya seolah tidak akan membiarkan benda kenyal tersebut terlepas dari bibirnya. 


Tak mau kalah, kini Adrian dengan penuh semangat langsung memagut bahkan mendesak bibir tersebut hingga terbuka. Setelah berhasil memaksa bibir Kinan agar terbuka, kini Adrian dengan lihainya menggoda Kinan dengan tarian lidahnya di dalam sana. 


Awalnya, Kinan cukup kesulitan mengimbangi apa yang dilakukan oleh Adrian tersebut. Namun, lama kelamaan dia bisa mengimbangi apa yang dilakukan oleh Adrian. Kini, lidah keduanya sudah saling menari dan menggoda.


Tak tinggal diam, tangan kanan Adrian bergerak menyusuri lengan kiri Kinan hingga menyentuh pinggang dan pinggulnya. Reemasan pelan dilabuhkan Adrian pada pinggul ramping istrinya dengan gemas. 


Tindakan Adrian tersebut, membuat Kinan merasakan gelenyar aneh pada tubuhnya. Desiran darahnya terasa mendidih dan mengalir dengan deras ke sekujur tubuhnya. Hingga secara refleks, Kinan melepaskan pagutan suaminya tersebut sambil mendeesah.


"Uughhhhh eehhmmm, Maassshh."


Adrian yang mendengar suara Kinan, menjadi semakin bersemangat. Kali ini, Adrian sedikit menunduk untuk mencapai ceruk leher Kinan. Ujung hidung Adrian, bergerak dengan perlahan dari bawah telinga kiri Kinan, hingga menyusuri rahangnya. Adrian berulang kali melakukan aktivitas itu sambil diselingi dengan kecupan basah. Cap cap ehhmmuuaahh. 🙄


Tindakan Adrian tersebut benar-benar membuat Kinan semakin gelisah. Apalagi, tangan kanan Adrian sudah mulai menyusup pada bagian dalam paha Kinan. Semakin naik, dan semakin naik. Tak lupa juga reemasan lembut diberikan Adrian saat tangannya menyentuh bagian-bagian tubuh Kinan tersebut.


Sontak saja tindakan Adrian tersebut benar-benar membuat Kinan kelojotan. Refleks kedua kaki Kinan langsung terbuka hingga membuat akses lebar dan luas bagi tangan Adrian. 


Scroll ya