The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 85



Cello langsung terburu-buru pulang. Tadi, sebelum keluar dari ruang kerja Zee, Cello sempat mengatakan kepada sang daddy agar meminta tolong Fajar untuk menjemputnya kembali ke kantor. Dia tidak mungkin kembali lagi untuk menjemput sang daddy.


Cello langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah. Semalam, Cello juga sudah diberi penjelasan oleh sang mommy jika dia harus banyak-banyak bersabar menghadapi istri yang sedang hamil. Biasanya, mood wanita hamil itu sering berubah-ubah.


Tak berapa lama kemudian, Cello sudah terlihat memarkirkan mobilnya di garasi. Dia terburu-buru langsung mencari keberadaan sang istri. Cello melihat Shanum sedang berada di ruang tengah dan berada di dalam pelukan mommy Fara. Dia segera menghampiri sang istri.


"Sayang, hei kenapa? Kenapa menangis, hhmmm?" Tanya Cello sambil berjongkok di depan Shanum. Dia juga langsung mengusap air mata yang membasahi pipi sang istri.


Shanum segera menegakkan tubuhnya dan melepas pelukan mommy Fara. Dia menatap wajah Cello dengan berkaca-kaca. Melihat tingkah sang istri, Cello merasa bingung. Dia masih menatap kedua manik sang istri.


"Ada apa?" ulang Cello.


"Kangen," cicit Shanum yang masih bisa didengar oleh Cello dan juga mommy Fara.


Seketika mommy Fara langsung menggigit bibirnya agar tidak kelepasan tertawa. Bisa-bisa mood Shanum langsung berubah jika nanti dia tahu sedang ditertawakan. 


"Hhaaahh? Kangen? Kok bisa kangen sampai nangis gini sih, Yang?" Tanya Cello benar-benar terkejut. 


Pasalnya, dia merasa heran dengan tingkah sang istri. Tadi pagi mereka juga baru bertemu. Dan, Cello sendiri juga baru sekitar dua jam keluar dari rumah. Entah mengapa Shanum bisa merasa seperti itu.


Belum sempat Shanum menjawab pertanyaan Cello, mommy Fara sudah lebih dulu menjawab hal itu. 


"Cell, jangan menanyakan hal seperti itu kepada wanita hamil. Tentu saja dia tidak akan bisa menjelaskan alasannya. Keinginan itu bisa mendadak muncul, dan juga mendadak hilang seketika. Jadi, jangan menyalahkan istri kamu jika dia mendadak menginginkan sesuatu dan melupakannya beberapa saat kemudian," kata mommy Fara.


Cello hanya bisa mendengarkan perkataan sang mommy. Bisa-bisa, dia sendiri akan ikut ngidam jika melawan dua orang wanita di rumah itu. Ya, ngidam untuk menggigit piring.


Cello hanya bisa beringsut duduk di samping Shanum dan membenamkan tubuh sang istri tersebut ke dalam pelukannya. Seketika tangis Shanum berhenti. Mommy Fara yang melihat hal itu langsung beranjak berdiri untuk pergi ke dapur. Dia harus menyiapkan makan siang.


Shanum menengadahkan wajahnya dan mengendus-endus leher Cello. Jangan lupakan dia juga memberikan beberapa gigitan di sana. Cello yang sudah mulai ikut terpengaruh langsung menjauhkan wajah Shanum pelan-pelan agar tidak menyinggung perasaannya.


Shanum hanya bisa mencebikkan bibirnya sambil menatap kesal sang suami. Dia beringsut menjauh dan langsung berdiri.


"Mandi dulu sana, Mas. Kamu bau. Aku mau bantu mommy menyiapkan makan siang," ucap Shanum sambil beranjak menuju dapur.


Cello yang melihat hal itu hanya bisa melongo. Dia meraup wajahnya dengan kasar sambil masih mengamati langkah kaki sang istri.


"Sabar, sabar, Cell. Masih tujuh bulan lagi. Anggap saja kamu sedang berjuang, dan ini sebagai latihan ketahanan diri," gumam Cello menyemangati diri sendiri.


Sementara di kantor daddy El, setelah makan siang dia sedang mengadakan diskusi dengan beberapa orang yang akan mengadakan kerjasama dengan perusahaannya. Cukup lama mereka berdiskusi hingga menjelang jam pulang kantor. Fajar yang saat itu menemani daddy El pun dengan senang hati mendampinginya hingga diskusi tersebut selesai.


"Nanti saya antar sekalian pulangnya, Pak," kata Fajar sambil mengiringi langkah kaki daddy El.


"Baiklah. Oh ya Jar, aku mau tanya sesuatu."


"Apa itu, Pak?"


"Usia kita kan hampir sama, apa kamu mengalami penurunan keinginan untuk melakukan 'itu' dengan istri kamu?"


"Hahh?! Maksudnya iya iya, Pak?"


"Hhhmmm."


"Ehm, anu itu, sebenarnya saya…,"


Masih ada yang ngikutin Fajar di sebelah? Part selanjutnya mau pecah telor nih si Fajar 🤭