The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Kejutan



"Lalu, apa hubungan tante Elsa dengan Rasha, Mas?" Tanya Vanya.


"Mereka bekerja sama untuk mengusik rumah tangga kita." Jawab Kenzo dengan ekspresi datarnya. Dia sudah tidak terkejut lagi, sebenarnya sang papa sudah memberitahukan masalah ini beberapa hari sejak pertemuan Kenzo dan Rasha di lapangan golf waktu itu. Papa Mike meminta orang kepercayaannya untuk menyelidiki masalah itu. Dan benar saja. Kecurigaan mereka memang terbukti.


Kenzo belum sempat memberitahu Reyhan tentang hal itu. Oleh karena itu, saat Reyhan mengirimkan rekaman sebagian perdebatan antara Rasha dan Elsa, dirinya tidak terlalu terkejut.


"Kok bisa sih, Mas? Apa yang mereka inginkan sebenarnya?" Tanya Vanya tak habis pikir.


"Entahlah. Nanti coba lihat saja sendiri rekaman yang di kirimkan oleh Reyhan." Jawab Kenzo.


Setelahnya, Vanya hanya mengangguk mengiyakan perkataan Kenzo. Malam itu, Kenzo dan Vanya membahas banyak hal terkait rekaman video yang dikirimkan oleh Reyhan.


Keesokan harinya, Kenzo sudah dijemput oleh Reyhan untuk berangkat ke kantor. Mereka berangkat ke kantor beberapa saat setelah sarapan. Menjelang siang, Fida menelepon Vanya. Dia menceritakan semua yang mereka lakukan saat kencan kemarin. Fida juga menceritakan tanggapan sang papa terhadap Reyhan. Vanya ikut berbahagia mendengarnya.


Hari berganti hari, hingga bulan pun berganti. Saat ini, usia kandungan Vanya sudah memasuki dua puluh empat minggu. Kandungannya pun sudah terlihat. 


Selain nafsu makan Vanya yang meningkat, saat ini keinginannya untuk melakukan itu dengan sang suami pun juga semakin besar. Bukannya Kenzo menolak meladeni semua keinginan sang istri, namun keinginannya tersebut sering membuatnya pusing. Tidak jarang Vanya memintanya untuk pulang saat dirinya baru sampai di kantor. Vanya akan langsung meneteskan air mata jika keinginannya tidak langsung dituruti. Hal itu yang membuat Kenzo melimpahkan semua urusan kantornya kepada Reyhan jika harus ke luar kota.


Sementara untuk hubungan Fida dan juga Reyhan, sudah mulai ada perkembangan. Reyhan sudah mulai berani untuk mengirim pesan atau menelepon Fida lebih dulu. Dia juga lumayan sering bertemu dengan papa Fida saat makan siang jika kebetulan mereka tengah sama-sama mengadakan meeting di luar kantor.


Seperti hari ini. Reyhan tengah menggantikan Kenzo untuk menemui klien di sebuah tempat makan bernuansa Jawa. Klien tersebut berasal dari Australia. Mereka ingin mencoba makanan Jawa. Reyhan memberi rekomendasi tempat makan yang menyediakan makanan Jawa.


Setelah selesai melakukan pembahasan proyek baru perusahaan, Reyhan segera pamit untuk kembali lagi ke kantor. Dia berjalan menuju pintu utama rumah makan tersebut. Saat dirinya sudah berjalan hingga mencapai pintu, terdengar sebuah suara memanggilnya.


"Rey!"


Reyhan menghentikan langkah kakinya. Dia menoleh mencari arah sumber suara tersebut. Beberapa saat kemudian, Reyhan melihat seorang laki-laki tua paruh baya tengah melambaikan tangan ke arahnya. Dia meminta Reyhan untuk mendekatbke arahnya. Reyhan pun mengangguk dan segera berjalan ke arah laki-laki tersebut.


"Papa ada di sini juga?" Sapa Reyhan beberapa saat setelah berada di dekat laki-laki yang memanggilnya tersebut. Ya, laki-laki tersebut adalah pak Surya, papanya Fida.


"Siapa ini pak Surya? Seingat saya, anda hanya mempunyai seorang putri." Tanya pak Bastian, sahatat pak Surya.


"Benar pak Bastian. Saya hanya mempunyai seorang putri. Dan ini adalah Reyhan, dia adalah calon menantu saya." Jawab pak Surya.


Seketika jantung Reyhan kembali berdetak cepat. Dia sama sekali tidak mengira jika pak Surya memperkenalkan dirinya sebagai calon menantu di hadapan sahabatnya.


"Benarkah? Kapan pernikahannya akan dilaksanakan?" Tanya pak Bastian.


"Akhir bulan ini, Pak." Jawab pak Surya.


"A-apa?!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=\=


Hhhmmm, ini sudah tanggal berapa?


Akhir bulan kurang berapa hari lagi ini 🤔