The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 5



Setelah drama pagi hari seperti biasa, siang itu Rean harus berangkat ke kampus untuk melakukan bimbingan skripsinya. Sementara Dena, dia membuat laporan nilai para mahasiswanya. Semester ini, adalah semester terakhir sebelum Dena mengambil cuti. Rean tidak mengizinkannya untuk mengajar di semester depan. Lagipula, Dena juga merasa tidak sanggup jika harus mengajar di semester depan dalam keadaan hamil tua.


Sekitar satu bulan berlalu, Rean sudah melaksanakan ujian skripsinya. Dia juga lulus dengan nilai sangat memuaskan. Kini, Rean hanya tinggal menunggu wisuda.


***


Kini usia kehamilan Dena sudah memasuki bulan ke tujuh. Pertumbuhan ketiga calon buah hatinya juga cukup bagus. Rean dan Dena tidak mempermasalahkan jenis kelamin calon buah hatinya tersebut. Mereka akan menerima dan mensyukuri apapun jenis kelamin ketiga buah hatinya.


Meskipun begitu, ternyata jenis kelamin dari ketiga calon buah hati Rean belum terlihat. Rean dan Dena juga belum mulai mempersiapkan segala perlengkapan calon ketiga buah hatinya.


***


Pagi itu, Rean sudah menjemur baju yang semalam sudah dimasuk-masukkan kedalam mesin cuci oleh Dena. Ya, mereka memang memiliki asisten rumah tangga. Namun, asisten rumah tangga tersebut hanya datang pada pagi hari, dan akan pulang sore harinya. Baru nanti jika usia kehamilan Dena sudah memasuki bulan kedelapan, Dena akan meminta asisten rumah tangganya untuk tinggal di rumah.


Dena yang baru saja mandi, langsung berjalan menghampiri Rean yang berada di belakang.


"Mas, hari ini jadi ke distro?" tanya Dena sambil mendudukkan diri di sofa yang berada tak jauh dari Rean.


"Iya, Yang. Ada yang mau ngajakin kerja sama." Rean menoleh ke arah Dena. "Ada apa? Apa ada sesuatu?" tanya Rean khawatir. Ya, dia memang memiliki kekhawatiran sedikit lebih besar, mengingat saat ini sang istri sedang mengandung tiga calon buah hatinya.


Dena menggeleng. "Nggak ada, Mas. Hanya saja, nanti agak siangan Kinan mau mampir."


Lho Thor, namanya kok sama yang lagi viral itu? Lhah, iya ya 🤧


"Eh, Miss Kinan mau ke sini?"


"Iya. Agak siangan, sih. Boleh, kan?"


"Boleh, Yang. Asal jangan keluar ya. Aku khawatir jika kamu keluar rumah." Rean berjalan mendekat setelah menyelesaikan aktivitasnya.


Rean mencebikkan bibirnya. "Bukan butuh cerita itu, Yang. Tapi, pasti mau ngajarin kamu yang tidak-tidak." 


Wajah Dena memanas saat mendengar perkataan Rean. Sebenarnya, dia masih merasa malu saat mengingat hal yang dilakukannya beberapa bulan yang lalu. Dan, hal itu dilakukan oleh Dena karena mendapat nasehat dan bocoran dari Kinan.


"Ta-tapi, kamu menikmatinya, Mas." Dena menjawab lirih. Dia benar-benar malu saat itu.


Rean hanya bisa mendengus kesal. Meskipun dia tidak suka apa yang dilakukan oleh Kinan, tapi Rean tidak bisa berbohong jika hal itu benar-benar bisa membuatnya merasa lebih baik, setelah sang istri melakukan apa yang diajarkan oleh Kinan.


"Ya, memang benar. Tapi, aku nggak suka jika Miss Kinan mengajarkan hal-hal aneh kepadamu, Yang." Wajah Rean masih ditekuk kesal. Dia sudah berjongkok di depan Dena sambil kedua tangan, bertumpu pada kedua paha sang istri


Dena mengusap wajah Rean sambil mendaratkan beberapa kecupan di sana.


"Nggak ada yang aneh-aneh, Mas. Kinan hanya kebetulan saja saat itu. Dan, kamu kan juga tahu sendiri waktu itu usia kehamilanku masih sangat muda. Jadi, hanya itu yang bisa aku lakukan untuk membantu kamu," ucap Dena sambil masih mengusap-usap pipi Rean.


Rean mendesahkan napas ke udara sebelum menciumi perut buncit tersebut.


"Iya, iya. Tapi, nanti jangan mau jika di ajarin yang aneh-aneh, ya. Jika kamu mau, nanti saja aku kasih prifatan sendiri."


Dena mencebikkan bibir dan mengulas kembali senyumnya. Tentu saja dia tidak akan mau melakukan hal-hal aneh seperti yang dikatakan oleh Kinan. Kecuali, terpaksa. Eh.


\=\=\=


Mohon maaf, slow up ya.


Hari ini othor up 2, klik like dulu sebelum scroll ya 🤗