
"Maksudnya apa itu bebas mau ngapa-ngapain? Kamu mau ngapain saya?" Tanya Reyhan.
"Mau unboxing mas Reyhan dong."
"Lho kok begitu? Biasanya juga yang laki-laki yang unboxing istrinya." Kata Reyhan.
"Nungguin mas Reyhan meng-unboxing aku kelamaan. Jangankan unboxing, tadi sebelum ke sini saja nggak peka-peka." Jawab Fida sambil mencebikkan bibirnya.
"Maksudnya apa nggak peka?"
"Tuh kan, nggak peka lagi. Aku tadi sudah siap-siap Mas. Aku sudah kasih kode, sudah pasang bibir. Sudah siaga, siap berjaga-jaga. Lha mas Reyhannya diam saja nggak peka-peka." Kata Fida semakin mengerucutkan bibirnya.
Reyhan yang sama sekali tidak mengerti kode-kodean perempuan pun semakin bingung. Dia masih memandang Fida sambil mengerutkan keningnya.
"Maksudnya apa, Fid? Aku sama sekali tidak mengerti." Kata Reyhan akhirnya.
Fida hanya bisa pasrah sambil menghembuskan napas beratnya. Dia benar-benar harus mengambil tindakan setelah acara resepsi pernikahannya ini selesai. Jika menunggu Reyhan, bisa dipastikan dia harus download anak jika ingin memilikinya.
Untuk mencium istrinya saja dia masih tidak peka. Aku harus mengambil inisiatif lebih dulu. Jika tidak, pasti aku akan garing terus menerus. Batin Fida.
"Nggak apa-apa." Jawab Fida sambil mencebikkan bibirnya. "Nanti saja aku tunjukkan maksudku, Mas. Jika hanya di omongkan, mas Reyhan pasti tidak akan mengerti." Lanjut Fida.
Reyhan hanya bisa menghembuskan napas beratnya. Dia sudah merasa cukup pusing menghadapi perempuan.
Lebih baik aku menghadapi klien yang super ribet daripada menghadapi kode-kode perempuan yang maknanya bisa mencapai seribu lebih. Satu kedipan bisa berarti banyak makna, apalagi banyak kedipan. Padahal, di mata para laki-laki banyak berkedip bisa berarti kelilipan. Beeuuhhh, ribet banget. Batin Reyhan. Dia hanya bisa pasrah sambil menghembuskan napas beratnya.
Hari itu, acara resepsi pernikahan Reyhan dan Fida selesai menjelang petang. Seluruh tamu undangan sudah pulang. Sementara para anggota keluarga sudah kembali ke kamar masing-masing yang memang sudah disiapkan untuk mereka menginap.
Fida dan Reyhan kembali ke dalam kamarnya masing-masing untuk membersihkan diri. Meskipun hampir seluruh keluarga besar Fida menginap di hotel termasuk orang tuanya, namun Fida tidak mau menginap di hotel malam itu. Dia ingin langsung pulang ke rumah Reyhan.
Setelah selesai membersihkan diri, Fida, Reyhan dan seluruh anggota keluarganya mengadakan makan malam bersama di hotel tersebut. Kenzo tidak ikut bergabung malam itu. Dia harus segera pulang untuk menemani sang istri yang tengah berada di rumah bersama dengan baby El. Vanya memang tidak bisa menghadiri acara pernikahan sahabatnya tersebut karena memang dia baru melahirkan sekitar dua minggu yang lalu.
"Jadi, beneran kalian tidak mau menginap di hotel?" Tanya papa Surya kepada Fida dan Reyhan.
Seketika Reyhan menoleh menatap Fida untuk menanyakan pilihannya. Fida menggelengkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Reyhan yang tak terucap.
"Hhhmmm, pasti kalian sedang tidak ingin diganggu kan?" Goda mama Tari, mamanya Kenzo.
Seketika Fida dan Reyhan menjadi salah tingkah. Se bar-barnya Fida, dia juga masih malu jika sedang berada di hadapan seluruh keluarga besarnya. Wajah Fida dan Reyhan langsung merona begitu mendengar godaan mama Tari. Mereka bingung harus menjawab apa. Padahal apa yang dikatakan mama Tari benar adanya.
"Sudahlah, Ma. Jangan menggoda pengantin baru. Seperti tidak pernah muda saja. Reyhan kan juga sama seperti Kenzo." Kali ini papa Mike mencoba mengalihkan perhatian semua orang yang tengah berada di sana.
Mama Tari hanya bisa menatap wajah papa Mike sambil mencebikkan bibirnya.
"Iya, iya. Mama kan hanya bercanda, Pa. Lagi pula, Reyhan dan Fida juga menolak untuk melakukan honeymoon sekarang. Mereka lebih memilih untuk melakukan honeymoon bulan depan." Kata mama Tari.
"Waahh, pilihan yang bagus itu Fid. Honeymoon sekaligus liburan. Aku dulu sempat menyesal melakukan honeymoon langsung setelah acara resepsi pernikahan. Alhasil, aku nggak bisa jalan kemana-mana karena sakit-sakit ngilu habis itu. Hehehehe." Kata Mytha, sepupu Fida.
"Ja-jadi itu alasan kamu menunda honeymoon kita?"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Mohon dukungannya ya, klik like dan komen di setiap bab ya. Jangan lupa juga vote setiap hari Senin.
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda
Thank you