The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.19



Dua hari ini, El sibuk menyiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan untuk pernikahannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Fara. Dia juga mengikuti mommy Vanya untuk fitting kebaya pengantin. Beruntung mommy Vanya memiliki sahabat seperti tante Gitta, mommynya Zee. Jadi, tidak terlalu merepotkan untuk mendapatkannya.


Selama dua hari itu pula, El dan Fara hampir nyaris tidak pernah bertemu. Meskipun mereka tinggal di rumah yang sama, namun kesibukan mereka masing-masing untuk mengutus segala sesuatu membuat mereka tidak bertemu, kecuali saat sarapan.


Akhirnya, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dua hari menjelang Ramadhan, El dan Fara melangsungkan prosesi ijab qobul. Acara yang dilakukan pada pukul sepuluh tadi pagi, berjalan dengan lancar. Para kerabat terdekat turut menghadiri pada acara sakral tersebut.


El dengan suara lantang mengucapkan lafadz ijab qobul atas Fara dengan disaksikan sejumlah keluarga. Fara sempat meneteskan air matanya saat mendengar kata sah menggema pada ruang keluarga di rumah tersebut.


Setelahnya, Fara langsung mengecup tangan kanan El sebagai bentuk takzimnya kepada sang suami. Sedangkan El, mengecup ubun-ubun sang istri sambil mengucapkan doa untuk kebaikan pernikahan mereka. 


Prosesi acara selanjutnya adalah penandatanganan dokumen pernikahan. El dan Fara juga melakukan beberapa foto untuk mengabadikan momen berharga sekali seumur hidup tersebut.


Mommy Vanya merasa sangat bahagia. Dia langsung memeluk dan mencium kedua pipi putra dan menantunya. Hal yang sama juga dilakukan oleh oma Tari. Selanjutnya, para kerabat juga bergantian untuk memberikan selamat kepada kedua mempelai.


Siang itu, acara syukuran sederhana dengan dihadiri oleh sahabat dan kolega terdekat daddy Kenzo dan juga El. Acara yang bertema garden party tersebut tidak memakai pelaminan. Kedua mempelai ikut berbaur dengan para tamu undangan.


"Jangan dipaksakan jika capek, istirahat dulu." Kata El saat melihat sang istri sudah kelelahan.


"Nggak apa-apa kok, Kak. Aku hanya merasa kakiku pegal. Sepatu tumit ini sangat tinggi." Kata Fara.


El mengerutkan keningnya setelah mendengar jawaban sang istri. Fara menyadari tingkah El pun menoleh.


"Eh, ada apa?" Tanya Fara.


"Kenapa masih memanggilku dengan sebutan 'kak'? Bukanya kita sudah sepakat jika sudah menikah kamu akan mengganti panggilan itu?" Tanya El.


Fara sedikit terkejut setelah mendengar perkataan El. Dia benar-benar lupa dengan kesepakatan mereka semalam. Fara menoleh menatap sang suami dengan ekspresi bersalah.


"Ehm, ma-maaf Ma-mas. Aku benar-benar lupa." Jawab Fara sambil menundukkan kepala dan menggigiti bibirnya.


El terlihat menarik ujung bibirnya saat mendengar Fara mulai memanggilnya dengan sebutan Mas. Entah mengapa rasanya beda sekali dengan saat dua memanggil dengan sebutan kakak.


El mendekatkan kursi ke arah Fara. Entah mengapa dia merasa gemas dengan tingkah sang istri. El meraih tangan Fara dan hendak mengecupnya. Namun, aktivitasnya terhenti saat mendengar sebuah suara membuyarkan momen romantisnya.


"Eh, pengantin baru mau nyicil nih. Ingat El, ini masih siang. Masih ada banyak tamu juga. Ditahan dulu sampai nanti malam." 


Seketika El dan Fara langsung menegakkan tubuhnya. Mereka cukup terkejut dengan kedatangan tamu tak diundang yang menginterupsi adegan romantis mereka. El menoleh dan menghembuskan napas beratnya saat melihat sang sahabat tengah berdiri tak jauh darinya sambil menggendong sang putra. Sang istri juga terlihat berdiri di sampingnya sambil membuang muka karena malu. Ya, siapa lagi kalau bukan Zee.


"Ccckkk, apaan sih lho." Gerutu El. Dia lantas berdiri dan membantu Fara berdiri di sampingnya.


"Ya, setidaknya lo harus bisa menahannya sampai malam tiba. Ngomong-ngomong, selamat atas pernikahan lo. Gue ikut bahagia dengan pernikahan lo. Semoga pernikahan kalian jadi pernikahan yang sakinah, mawaddah, warrahmah." Kata Zee sambil memeluk El.


Hal yang sama juga dilakukan Kiara, istri Zee kepada Fara. Mereka saling bertukar pelukan. Fara yang sangat gemas dengan baby G berusaha menggendongnya. Namun, Kiara melarangnya karena takut riasannya akan rusak. Selanjutnya, mereka terlibat obrolan ringan sambil menikmati hidangan yang tersedia.


Seketika El dan Fara langsung menoleh menatap Zee dengan kening berkerur. Mereka masih belum mengerti dengan perkataan Zee.


Kiara yang mendengar perkataan sang suami langsung mencubit pinggangnya.


"Aauuwww, sakit Yang. Hobi banget nyubit pinggang ih. Gosong ini, Yang. Gosong." Rengek Zee sambil mengusap-usap pinggangnya bekas cubitan sang istri.


"Itu mulut dijaga kalau ngomong, Mas. Sembarangan saja kalau ngomong." Gerutu Kiara.


"Lhah, aku kan ngomong beneran, Yang. Dulu saja aku juga menyesal kok." 


Seketika Kiara menoleh menatap Zee dengan tatapan tajamnya.


"Jadi kamu menyesal menikah denganku, Mas?" Tanya Kiara dengan napas tertahan. Dia sangat geram dengan tingkah sang suami.


"Iya. Aku menyesal kenapa tidak dari dulu menikah, Yang. Jika tahu menikah seenak ini, aku pasti akan menikah sejak dulu." Jawab Zee.


Sontak saja Kiara, El dan Fara yang mendengarnya langsung melongo. Mereka sama sekali tidak menyangka jika Zee bisa mengatakan hal absurd seperti itu.


"Apaan sih, Mas. Jangan ngawur ngomongnya. Ada pengantin baru itu." Kata Kiara.


"Biarin. Biar El langsung tancap gas, mumpung belum puasa. Nanti kalau sudah puasa, mana bisa gigit-gigitan siang hari."


Uhuk.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Mohon dukungannya buat cerita ini ya. Mumpung masih hari Selasa, banyakin vote. Jangan lupa klik like dan komen. Othor juga masih menerima parcelan bunga dan kopi lho 🤭🤗


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda. Terima kasih.