The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.36



Malam itu, El dan Fara tampak kelelahan. El yang sudah bersusah payah membobol pertahanan Fara pun sangat bahagia. Saat ini, mereka tengah berebut oksigen untuk pasukan udara pada paru-paru mereka.


"Hah hah hah hah. Maasss, aku lelah, hah hah." Kata Fara.


"Istirahat dulu, Yang. Nanti dilanjut lagi." Kata El sambil masih ndusel pada ceruk leher sang istri.


"Jam berapa ini, Mas. Besok puasa, kita harus mandi dulu, bersuci." Kata Fara.


"Hhhhfffftt, aku lupa." Kata El sambil mengangsur tubuhnya menjauh dari tubuh sang istri. 


El menoleh melirik jam dinding. Sudah pukul 01.52. Tak terasa mereka sudah bergulat di atas ring empuk selama hampir tiga jam. Apa saja yang mereka lakukan selama itu coba, othor juga bingung 🙄


"Sudah hampir jam dua, Mas. Aku nggak enak jika bangun telat. Bantu aku ke kamar mandi, Mas." Kata Fara sambil berusaha bangun.


El langsung mengangguk mengiyakan. Dia segera berdiri dan hendak menggendong Fara ke kamar mandi. Fara langsung menolehkan kepalanya karena melihat tubuh El yang benar-benar polos.


"Pakai baju dulu, Mas. Masa iya polosan begitu." Kata Fara sambil masih memalingkan wajahnya.


"Ndak usah. Percuma juga pakai baju. Sebentar lagi juga mandi." Kata El dan langsung meraup tubuh Fara ke dalam gendongannya. El bahkan langsung membuang selimut yang menutupi tubuh sang istri.


"Auuwwhhh, Mass!" Teriak Fara karena terkejut. Fara masih berusaha menutupi bagian-bagian tubuhnya yang terekspos dengan bebasnya.


"Nggak usah ditutupi begitu, Yang. Aku sudah hafal semua bentuknya." Kata El sambil berjalan. Fara hanya bisa mengerucutkan bibirnya setelah mendengar perkataan El.


Sesampainya di dalam kamar mandi, El mendudukkan Fara pelan-pelan di atas closet. Dia hendak membantu Fara mandi, namun segera ditolak Oleh sang istri.


"Nggak usah dibantu, Mas. Aku bisa sendiri kok." Kata Fara.


"Nggak apa-apa. Aku ikhlas membantumu, Yang." Jawab El.


"Iya, mas El memang ikhlas. Tapi aku yang tidak ikhlas. Bisa-bisa kita main lagi ronde ke tiga, ke empat, ke lima." Gerutu Fara. Dia mengantisipasi jika sang suami usil minta lagi. Mengingat saat ini jam sahur sudah mulai habis.


"Mana ada begitu." Jawab El sambil mengerucutkan bibirnya. Kedua matanya masih melihat benda-benda yang membuatnya ketagihan.


Setelahnya, mau tidak mau El membiarkan Fara untuk mandi sendiri. Dia juga segera mengguyur tubuhnya di bawah shower. El selesai mandi lebih dulu. Dia segera keluar dari kamar mandi dan mengambil kaos dan boxer baru. Tak berapa lama kemudian, Fara juga sudah selesai. Dia masih memakai bathrobe dan berjalan pelan-pelan menuju walk in closet. 


Fara sudah selesai memakai baju. Dia segera mengganti seprei dan selimut tempat tidurnya dengan yang baru. Setelahnya, dia hendak keluar untuk menuju dapur. Fara berjalan sangat pelan karena masih merasakan sakit di bagian bawah tubuhnya karena ulah sang suami. Namun ketika hendak membuka pintu kamar, El sudah lebih dulu membukanya.


"Ke dapur, Mas. Mau bantu mommy buat sahur." Jawab Fara.


El masih mengamati Fara yang berjalan melewatinya. Dia menghentikan langkah Fara yang sudah melewatinya.


"Tunggu!"


"Ada apa, Mas?" Tanya Fara sambil berbalik.


"Kenapa jalanmu seperti pinguin begitu?" Tanya El. 


Entah apa yang ada dipikiran El saat ini. Apa dia tidak menyadari semua itu karena perbuatannya, batin Fara.


"Ini semua kan gara-gara kamu, Mas. Suntikan mu  benar-benar membuatku kesulitan bergerak." Kata Fara.


"Benarkah? Apa itu sakit?"


"Coba saja sendiri."


"Baiklah, ayo dicoba lagi."


"Lho, kok."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Maafkan othor up seadanya, kerjaan benar-benar belum selesai ini.