
Sesampainya di rumah siang itu, Reyhan tidak mendapati sang istri di dalam kamarnya. Dia juga tidak ada di dapur. Reyhan semakin panik saat melihat ponsel Fida tergeletak di atas nakas disamping tempat tidur.
"Kemana dia?" Reyhan kembali berjalan terburu-buru menuruni tangga rumahnya. Namun, langkahnya berhenti saat melihat Fida tengah berjalan menenteng sebuah kantong kresek besar.
"Dari mana?" Tanya Reyhan sambil berjalan mendekati Fida.
Fida yang tidak mengetahui jika sang suami sudah pulang pun sedikit terkejut.
"Lhoh, Mas, kenapa sudah pulang? Ada apa? Kamu nggak enak badan gara-gara semalam?" Tanya Fida sambil menatap wajah suaminya.
"Pertanyaan macam apa itu." Jawab Reyhan sambil mendengus kesal. Bisa-bisanya Fida menanyakan kondisi sang suami setelah pertempuran semalam. Bukankah seharusnya Reyhan yang bertanya demikian.
"Lalu, kenapa mas Reyhan sudah pulang? Apa ada sesuatu yang tertinggal?"
"Aku mendapat izin untuk pulang cepat hari ini dari Tuan Kenzo." Jawab Reyhan sambil melepaskan dasi yang masih menggantung di lehernya.
"Eh, mendapat izin pulang cepat? Memangnya mas Reyhan mau kemana?" Tanya Fida sambil membantu sang suami melepaskan dasi dan jasnya.
Reyhan menatap wajah Fida yang berada tepat di depan wajahnya.
"Mau memakanmu!" Jawab Reyhan sambil menarik tubuh Fida hingga kini berada dalam dekapannya.
"Eh, eh, serius?!"
"Kenapa? Kamu takut?" Tanya Reyhan dengan ekspresi mengejeknya.
"Ccckkk, bukannya takut, Mas. Tapi, ini mama sudah mau ke sini. Memangnya cukup jika hanya setengah jam?" Tanya Fida sambil menatap wajah sang suami.
Reyhan cukup terkejut mendengar perkataan Fida. Ekspektasi yang tidak sesuai harapan. Gumamnya pelan. Fida yang tidak mendengar perkataan Reyhan pun mengernyitkan keningnya.
"Ada apa, Mas?"
"Ehm, tidak apa-apa. Jam berapa mama kesini?"
"Mungkin sekitar tiga puluh menit lagi. Tadi mama bilang sudah berangkat kok."
Reyhan kembali menganggukkan kepalanya. Dia melonggarkan pelukannya pada tubuh sang istri.
"Bersih-bersih dulu, Mas. Akan aku siapkan baju ganti. Setelah itu, kita tunggu mama untuk makan siang."
Reyhan mengangguk mengiyakan. Dia berjalan menuju kamar mereka dan diikuti oleh Fida.
"Masak apa siang ini?" Tanya Reyhan sambil membuka kemejanya.
"Hhaah kok nggak masak? Mama bagaimana?" Tanya Rethan sambil berbalik menatap wajah Fida.
"Justru mama kesini mau antar makan siang, Mas. Tadi mama memasak opor ayam dan rendang."
Reyhan menganggukkan kepalanya mengerti. Setelahnya, dia segera pergi ke dalam kamar mandi.
Fida segera turun dan mulai menyiapkan meja makan. Tak berapa lama kemudian, terdengar suara bel dari pintu depan. Fida segera beranjak untuk membukakannya. Begitu pintu terbuka, dilihatnya sang mama sudah ada di sana sambil membawa tempat makanan. Fida langsung mengambil alih tempat makanan tersebut dan membawanya masuk.
"Mobil Reyhan kok di rumah, Fid. Suami kamu tidak bekerja?" Tanya mama sambil berjalan mengekori sang putri.
"Sudah pulang kok, Ma."
"Siang-siang begini? Kenapa, sakit?"
"Enggak kok. Tadi hanya dapat izin untuk bekerja sampai setengah hari." Jawab Fida sambil memindahkan makanan tersebut di atas meja makan.
Mama Fida memandangi putri semata wayangnya tersebut. Beliau masih tidak memindahkan pandangan matanya dan mengikuti kemana arah Fida berjalan dan bergerak. Fida yang menyadari sang mama tengah menatapnya pun menghentikan kegiatannya.
"Ada apa, Ma?"
"Sepertinya ada yang beda deh, Fid. Ada yang aneh dengan cara jalanmu. Kamu sudah buka segel ya?"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Haduuhh ini nambah lagi.
Jangan lupa dukungan like, komen dan vote buat othor, biar semangat upnya.
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda
Thank you