The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Musim - 2 Kejutan



"Bagaimana, Mas? Kamu suka dengan baju dinas malamku?" Tanya Fida sambil memutar-mutar tubuhnya.


Glek


Seketika Reyhan merasakan ada sesuatu yang mengalir. Fida terkejut melihat hal itu. Dia langsung berteriak sambil berjalan mendekati Reyhan dengan tergesa-gesa.


"Astaga, Mas!. Kamu mimisan?!" Kata Fida sambil menangkup pipi sang suami dengan kedua tangannya. Dia terlihat panik saat melihat darah segar mwngalir dari hidung sang suami.


Seketika Reyhan meraba hidungnya dan mendapati ada darah mengalir di sana. Fida langsung menarik sang suami agar duduk di tepi tempat tidur. Dia juga segera meraih tisu yang ada di atas nakas dan langsung membersihkan hidung Reyhan. Fida meminta sang suami untuk duduk agak condong ke depan. Sementara Reyhan melakukan sedikit pijatan pada pangkal hidungnya agar darahnya berhenti mengalir. Biasanya cara itu cukup ampuh bagi Reyhan.


"Kamu sering mimisan seperti ini, Mas?" Tanya Fida.


"Hhhmmm. Biasanya jika sudah benar-benar capek akan seperti ini. Dan, badan akan terasa meriang setelahnya." Jawab Reyhan sambil masih memijat pangkal hidungnya.


"Ini pasti karena kemarin-kemarin kamu sibuk terus, Mas. Kamu sibuk bekerja sekaligus mengurusi pernikahan kita. Jika sampai sakit seperti ini, siapa coba yang nggak khawatir." Gerutu Fida.


Sebenarnya, Fida sudah melarang Reyhan untuk bekerja menjelang hari pernikahan mereka. Apalagi Reyhan benar-benar ikut mengurusi acara pernikahannya secara langsung. Namun, Reyhan benar-benar tidak mau mendengarkan perkataan Fida.


"Iya, maaf. Aku tidak menyangka jika mimisanku akan kambuh di saat seperti ini." Kata Reyhan.


"Jadi, kamu beneran sering mimisan, Mas?"


"Nggak sering juga, hanya beberapa kali. Dan itupun karena kondisi badanku tengah drop karena kelelahan." Jawab Reyhan.


"Tuhkan bener. Kondisi drop seperti ini pasti karena mas Reyhan kelelahan. Tidak memperhatikan pola makan dan pasti juga makan sembarangan." Gerutu Fida.


Reyhan hanya bisa pasrah saat mendapat gerutuan sang istri. Hal ini terjadi memang karena kesalahannya sendiri. Dia tidak memperhatikan pola makan dan tidak menjaga kesehatannya. Karena kesibukannya akhir-akhir ini, jam tidurnya pun menjadi tidak teratur. Faktor fisik yang sangat lelah menyebabkan mimisan Reyhan kembali datang.


"Aku ambilkan air dan handuk dulu. Dikompres agar cepat reda." Kata Fida sambil beranjak menjauh.


Namun, saat dirinya berbalik hendak memunggungi Reyhan, lengan tangannya ditahan oleh sang suami. Fida pun menghentikan langkahnya sambil menatap tangannya yang dipegang oleh Reyhan.


"Eh?" Fida menghentikan langkahnya. "Ada apa, Mas?" Tanya Fida.


"Ehm, jangan lupa pakai jubahnya. Takut nanti ada yang mengintip." Kata Reyhan sambil masih mencondongkan tubuhnya ke depan.


Seketika Fida tersenyum menatap sang suami yang tengah duduk di depannya.


"Ciiieee, suamiku ternyata peduli banget sama istrinya. Jadi gemes deh pengen nyerang sekarang." Kata Fida sambil tersenyum lebar.


"Eh, ma-maksudnya apa? Tentu saja aku peduli dengan istriku. Aku saja belum melihat onderdil dalaman, enak saja jika ada yang mengintip." Jawab Reyhan memejamkan mata sambil masih memijat pangkal hidungnya.


Fida tersenyum bahagia mendengar perkataan sang suami. Hatinya merasa berbunga-bunga saat mengetahui sang suami juga tertarik terhadap dirinya. Ya, memang selama ini Reyhan hanya bersikap datar-datar saja. Dia sangat jarang mengungkapkan dan menunjukkan apa yang dirasakannya. Fida memang sudah bertekad untuk membuat Reyhan mengekspresikan keinginannya.


"Kamu tenang saja, Mas. Onderdil dalaman ini hanya untuk kamu kok. Setelah mimisan kamu sembuh, aku akan buka bengkel." Kata Fida penuh semangat.


Sekitar satu jam kemudian, mimisan Rethan sudah berhenti. Tidak ada darah yang merembes dari hidungnya lagi. Reyhan juga sudah mengganti kaosnya dengan kaos baru, karena kaosnya sudah terkena noda darah.


Reyhan menunggu Fida di atas tempat tidurnya. Dia melirik jam di atas nakas yang berada di sampingnya. Pukul 00.46. Reyhan menghembuskan napas beratnya. Sudah lewat tengah malam dan mereka belum juga beristirahat.


Ceklek


Fida terlihat memasuki kamar tidur setelah mengembalikan peralatan untuk mengompres Reyhan tadi. Dia segera beranjak naik ke atas tempat tidur di samping Rethan setelah melepas jubah tidurnya. Kini, Fida hanya memakai baju dinas malamnya yang membuat Reyhan tak bisa berkedip. Fida mengetahui jika sang suami tengah menatapnya. Dia beranjak mendekati Reyhan.


Jarak Fida yang sangat dekat dengan Reyhan membuat sang suami seperti kesulitan bernapas. Saat ini adalah pertama kalinya bagi Reyhan berdekatan secara intens dengan perempuan, dan beruntungnya perempuan itu adalah istrinya.


"Mas, kita kan sudah sepakat untuk melakukannya setelah periode bulananku selesai. Jadi, kita mau apa sekarang?" Tanya Fida sambil mengulas senyumannya.


"Ehm, tidur." Jawab Reyhan.


"Lho, kok tidur sih. Katanya mau kenalan ini." Kata Fida sambil mencebikkan bibirnya.


"Ini sudah lewat tengah malam. Kita istirahat dulu. Untuk perkenalannya, bisa kita lakukan mulai besok." Kata Reyhan sambil berusaha menghilangkan kegugupannya.


"Baiklah, baiklah. Tapi aku ingin melakukan sesuatu dulu." Kata Fida.


"Apmmmppphhhhhh…"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Hayo lho, serangan dadakan lagi nih dari Fida


Mohon dukungannya ya, klik like dan komen di setiap bab dan jangan lupa vote juga.


Dukung juga cerita baru othor KhanAl Story dan OBWB


Thank you