The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 123



Keesokan harinya, Shanum dan juga mommy Fara sudah bersiap untuk berangkat ke rumah sakit untuk imunisasi the boys. Mereka sedang menunggu kedatangan Cello yang sejak pagi tengah berada di cafe untuk menemui pelanggan yang hendak menyewa cafenya tersebut untuk acara pesta ulang tahunnya. Mau tidak mau, Cello harus datang ke cafe sejak pagi.


"Mom, bagaimana nanti jika setelah imunisasi badan twins panas?" tanya Shanum sudah mulai panik. Dia masih belum terbiasa menghadapi putranya jika sakit.


"Nggak apa-apa, kok. Hal itu sudah biasa terjadi kepada bayi sehabis melakukan imunisasi. Nanti kasih asi saja lebih sering," kata mommy Fara.


Tak berapa lama kemudian, terdengar suara dari arah ruang tengah. Terlihat daddy El sedang berjalan menuju ruang tengah sambil menggulung lengan kemejanya. Daddy bahkan sudah melepaskan jas kerjanya.


"Lho Mas, kenapa sudah pulang?" tanya mommy Fara heran. "Ada apa?" lanjutnya masih penasaran.


"Kalian kemana saja sih, tadi Cello menghubungi ponsel kalian tapi tidak ada jawaban sama sekali," bukannya menjawab pertanyaan sang istri daddy El justru balik bertanya.


"Eh, ponselnya ada di dalam kamar, Dad. Memangnya ada apa mas Cello menghubungi kami?" tanya Shanum.


Daddy El menghembuskan napas beratnya setelah memberikan kecupan pada kedua cucunya.


"Cello akan terlambat mengantar kalian ke rumah sakit. Dia belum selesai di cafe. Tadi, kebetulan Daddy berada tak jauh dari rumah untuk bertemu dengan klien. Jadi, sekalian saja daddy antar kalian ke rumah sakit." Jelas daddy El.


Shanum dan mommy Fara mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Setelah itu, mereka segera beranjak untuk pergi ke rumah sakit. Tak lupa juga mereka membawa perlengkapan yang diperlukan oleh the twins.


Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di rumah sakit siang itu. Mommy dan Shanum yang masing-masing tengah menggendong the twins, harus bergantian untuk memasuki ruangan dokter. 


Saat itu, setelah menunggu lumayan lama, Shanum yang tengah menggendong baby Drew mendapat giliran untuk melakukan imunisasi. Dia segera beranjak ke dalam ruangan dokter yang akan memberikan imunisasi untuk sang putra. Sementara mommy Fara yang sedang memangku baby Dryn tengah menunggu di ruang tunggu bersama dengan daddy El.


Entah kebetulan atau tidak, saat itu terlihat Zee dan juga Kiara tengah berjalan dari arah barat. Terlihat mereka tengah berjalan dari arah ruang perawatan. Zee yang saat itu pertama kali melihat keberadaan daddy El dan juga mommy Fara. Segera setelahnya, dia menarik lengan sang istri untuk menemui daddy El dan juga mommy Fara.


"Waahh, daddy dan mommy baru nih, sudah berapa bulan Pak, putranya?" Tanya Zee dengan suara sedikit lebih keras. Hal tersebut sontak menarik perhatian beberapa orang yang juga tengah menunggu antrian di sana.


Kiara, sang istri, langsung mencubit pinggang Zee yang sudah terlanjur keceplosan bersuara.


"Waahh, mau imunisasi putranya, ya?" goda Zee lagi.


"Apaan sih, Mas. Jangan suka aneh-aneh deh. Tuh lihat, orang-orang pada nglihatin," bisik Kiara.


"Biarin, Yang. Biar mereka mengira jika El dan Fara sedang mengantarkan putranya imunisasi. Mereka masih cocok kok jika punya bayi lagi," jawab Zee sambil menaik turunkan alisnya.


"Jika masih cocok, aku sudah minta hamil lagi dari dulu," kali ini mommy Fara yang menyahuti perkataan Zee.


Terdengar bisik-bisik dari beberapa orang yang ada di samping mereka. 


"Oh, ternyata itu anaknya, kelihatannya sudah cukup berumur, tapi masih juga punya anak sekecil itu," kata seorang wanita paruh baya yang duduk di dekat tangga.


Sontak saja keempat orang tersebut menoleh ke arahnya. Belum sempat daddy El membantah perkataan wanita tadi, terdengar sebuah suara mengagetkan mereka.


"Papaaa! Aku cari kemana-mana kok nggak ada. Ternyata Papa dan Mama di sini," kata seorang anak laki-laki berusia sekitar tiga tahun tersebut sambil langsung berhambur memeluk Zee dan Kiara bergantian.


Aktivitas tersebut masih menyita perhatian beberapa orang yang berada di sana. Tak terkecuali wanita paruh baya yang berkomentar tadi.


"Papa dan Mama tadi di cari Mommy di dalam kamar rawat," lanjut anak laki-laki tersebut setelah melepas pelukannya.


"Astaga, anak kecil itu punya mama dan mommy? Punya istri berapa dia?" Kata wanita tadi sambil jelas-jelas menatap ke arah Zee.


Berapa istrimu Zee? 🤔


Jangan lupa tinggalkan vote buat othor ya, klik vote bagian yang paling kanan. Terima kasih.