The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.47



"Hhaaa?" El lumayan terkejut mendengarnya. 


Bukan, bukan karena dia masih menyimpan rasa untuk Revina, sama sekali bukan. Hatinya sudah benar-benar terisi oleh Fara seorang. El hanya terkejut bagaimana bisa Revina pergi bersama dengan Bian ke Surabaya di hari pertama lebaran.


"Kenapa? Lo masih mempunyai perasaan untuk Revina?" Tanya Zee.


"Tidak, sama sekali tidak ada. Aku benar-benar sudah tidak mempunyai rasa apapun terhadapnya. Saat ini, seluruh hatiku sudah terisi sepenuhnya oleh Fara. Tidak mungkin aku masih mempunyai perasaan terhadap wanita lain." Jawab El.


"Baguslah. Akhirnya lo bisa juga merasakan hal itu. Dulu, gue sempat khawatir jika hati lo sudah mati rasa. Hahahaha." 


"Si*alan." Gerutu El.


Obrolan mereka masih terus berlanjut hingga Fara keluar dari dalam kamar mandi. Dia langsung beringsut di samping El dan menemani sang suami menelepon. Tak berapa lama kemudian, panggilan telepon tersebut selesai. El menoleh untuk menatap wajah sang istri yang sudah berada di dekatnya. Senyumannya pun langsung terbit begitu melihat baju tidur yang dipakai oleh Fara.


"Berapa lama lagi selesainya, Yang?" Tanya El sambil mengusap pipi Fara.


"Eh, apanya Mas?"


"Itu, banjir kamu." Jawab El sambil menunjukkan apa yang dimaksud dengan gerakan kepalanya.


Fara mempoutkan bibirnya sambil mendengus kesal.


"Baru juga empat hari, Mas. Biasanya tujuh sampai delapan hari." Jawab Fara. Ya, dia merasa perlu untuk menjelaskan hal itu kepada sang suami. Mengingat ini adalah pertama kali tamu bulanannya datang setelah menikah.


"Kenapa selama itu? Bisa nggak dipercepat?" 


"Mana ada dipercepat, Mas. Memangnya air sumur, dikuras seperti itu?" Gerutu Fara.


"Ya, satu minggu itu lama sekali, Yang. Mana tahan aku lama-lama begitu." Rengek El.


"Ya, memang sudah kodrat perempuan begini, Mas. Kamu harus bisa bersabar dan membiasakan diri dengan hal itu."


"Hhhh, besok aku cari tahu deh apa yang bisa kita lakukan disaat-saat seperti ini." Kata El.


"Eh, memangnya mas El mau apa? Jangan suka aneh-aneh, Mas."


"Siapa juga yang suka aneh-aneh? Aku tidak suka aneh-aneh, aku hanya suka kamu." Kata El sambil menatap dalam pada kedua bola mata Fara.


"Eh, a-apa maksudnya?" Fara masih terlihat gugup saat dihadapkan pada tatapan tajam El.


"Sayang, aku tidak tahu apa yang kamu lakukan terhadapku. Aku juga tidak tahu apa yang terjadi denganku. Namun, satu yang pasti aku tahu, aku sudah mulai menyukaimu, benar-benar menyukaimu. I love you my wife, Diandra Farasha." Kata El sambil mengecup kening sang istri.


Deg


Deg


Deg


Bibir El yang semula hanya menempel pada kening sang istri, tiba-tiba saja sudah mulai menuruni bagian-bagian wajahnya. El mulai mengecupi kedua mata Fara, pipi, hidung dan tulang rahang sang istri. El benar-benar melewati bibir Fara.


Fara yang mendapat perlakuan lembut dari sang suami pun hanya bisa memejamkan mata sambil mencengkram bagian depan kaos sang suami. Dia benar-benar sudah hanyut dalam permainan El. 


Hingga, El yang merasa sudah tidak tahan lagi langsung me*lu*mat bibir ranum sang istri. Dia mulai men*de*sah, me*nye*sap, dan me*lu*mat benda kenyal tersebut. Seperti tersengat aliran listrik ribuan volt, lagi-lagi Fara hanya bisa men*de*sah sambil menyusupkan jari-jari tangannya pada rambut El dan meremasnya dengan kuat. 


Suara lenguhan dari keduanya pun sudah mulai terdengar. Namun, El langsung melepas pagutan keduanya dan menarik kepalanya sedikit menjauh dari wajah Fara. Napas keduanya masih memburu dengan kening saling bersentuhan.


"Aku sudah tidak kuat, Yang. Bantu aku." Kata El di tengah-tengah deru napasnya yang memburu.


"Eh, ba-bagimana caranya, Mas?" 


"Ikut aku." Kata El sambil beranjak berdiri. Dia menarik lengan Fara agar mengikutinya ke kamar mandi. Lhah, mau ngapain itu? 🙄


***


Sementara di Surabaya, Revina terlihat berjalan terburu-buru menuju tempat parkir di bandara. Dia masih mengikuti kemana tangannya ditarik oleh seorang laki-laki.


"Kita mau kemana?" Tanya Revina saat dia sudah berhenti di depan sebuah mobil. Tangannya sudah terlepas dan sang laki-laki pun membukakan pintu mobil untuk Revina.


"KUA."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Terima kasih untuk dukungan like, komen dan vote nya. Jika berkenan, silahkan mampir di ig othor @keenandra_winda untuk mengetahui informasi kapan up dan karya terbaru. Terima kasih.