
"Lalu aku harus memanggilmu dengan panggilan apa?"
Kinan sempat berpikir sebentar sebelum akhirnya menemukan sebuah ide.
"Honey. Aku mau dipanggil 'honey'. Ya, meskipun hubungan kita bohongan, tapi setidaknya kita harus memainkan peran ini sebaik-baiknya, kan?"
Adrian tampak mengerutkan kening. Dia seperti keberatan jika harus memanggil 'honey' kepada Kinan.
"Apa tidak ada panggilan lain selain itu?"
Kinan langsung menatap Adrian sambil menyipitkan mata. Dia menggeser tubuhnya hingga menghadap ke arah Adrian sambil kedua tangan terlipat di depan dada.
"Memangnya kenapa? Om keberatan jika harus memanggilku seperti itu?"
Adrian terlihat bingung dan salah tingkah. "Ti-tidak. Bukan begitu. Apa panggilan seperti itu tidak seperti panggilan anak-anak remaja yang sedang kasmaran?"
Kinan mendengus kesal sambil masih menatap Adrian.
"Ccckkk. Mana ada yang seperti itu. Kalaupun iya, aku tidak masalah. Bukankah kita juga harus menunjukkan ke orang tua Om jika kita juga sedang kasmaran?"
"Eh, harus begitu?"
"Tentu saja harus. Jika kita sudah memutuskan untuk menjalankan rencana ini, kita juga harus melakukannya dengan serius."
"Tidak bisakah diganti dengan panggilan lain selain itu?" Adrian masih tampak protes.
"Mau diganti apa? Om mau panggilan 'ayah' dan 'bunda'? Atau 'mami' dan 'papi', begitu?"
Adrian menggelengkan kepala dengan cepat. "Tentu saja bukan seperti itu."
"Lalu mau Om seperti apa? Heran deh, hanya panggilan begini ribet amat. Gimana nanti dengan urusan ranjang." Kinan langsung menggerutu kesal.
"Apa kamu bilang?" Adrian langsung menoleh saat mendengar ucapan Kinan. Ya, meskipun ucapan Kinan tadi hanya lirih, namun Adrian masih bisa mendengarnya.
Setelahnya, tidak ada lagi obrolan yang terjadi di sepanjang sisa perjalanan. Tadi, Adrian sempat menawarkan Kinan untuk berhenti di sebuah salon kecantikan untuk merapikan penampilannya. Namun, Kinan menolaknya. Dia tidak terbiasa melakukannya. Kinan mau langsung menuju ke restoran dan merapikan penampilan di sana saja.
Mau tidak mau, Adrian menuruti keinginan Kinan. Dia juga harus berganti baju dengan baju yang tadi sudah diambilnya dari butik Zarine.
Tak sampai lima belas menit kemudian, mobil yang dikemudikan Adrian sudah memasuki area parkir restoran tempat orang tua Adrian menunggu. Adrian mengedarkan pandangannya dan masih belum menemukan keberadaan mobil orang tuanya.
"Orang tua Om sudah datang?" tanya Kinan yang mengerti arah pandang Adrian.
"Sepertinya belum. Kita ganti baju dulu?" Adrian menoleh ke arah Kinan.
"Iya."
Setelahnya, Adrian dan Kinan berjalan menuju toilet. Mereka akan bersiap-siap di sana. Keduanya berpisah karena arah toiletnya berlawanan arah. Kinan langsung bergegas mengeluarkan peralatan make upnya dan mulai membersihkan make up yang masih menempel sejak tadi pagi.
Setelah semua bersih, Kinan kembali mengaplikasikan make up baru pada wajahnya. Beruntung Kinan selalu membawa perlengkapan make up lengkap di dalam tasnya. Entah digunakan atau tidak, Kinan selalu mempersiapkannya.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Adrian. Dia langsung mengganti bajunya dengan baju baru yang baru saja diambil dari butik Zarine. Tak perlu make up, Adrian hanya perlu menyemprotkan parfum yang tadi sempat dibawanya dari mobil.
Begitu selesai, Adrian langsung keluar dari toilet laki-laki dan berjalan menuju toilet perempuan. Dia ingin menunggu Kinan di sana. Adrian yakin, jika Kinan membutuhkan waktu sedikit lebih lama darinya untuk bersiap.
Tak berapa lama kemudian, Kinan ternyata sudah selesai. Dia hanya menyapukan make up minimalis pada wajahnya, tapi tetap terlihat segar dan cantik. Rambutnya tetap di gerai hingga menyentuh punggungnya. Beruntung Kinan juga membawa catokan rambut mini sehingga dia bisa membuat rambut bagian depannya sedikit bergelombang.
Setelah memastikan penampilannya, Kinan segera membereskan peralatan make upnya dan memasukkan kembali pada tas yang dibawanya. Kemudian, Kinan langsung berjalan keluar dari toilet wanita.
Begitu keluar, Kinan cukup terkejut saat melihat Adrian sudah berdiri di sana menunggunya.
"Eh, nungguin aku? Takut aku dibawa pergi brondong ya?"
\=\=\=
Sudah ada jatah vote, bisa minta sisakan satu buat Kinan dan Adrian dong, 🤗