
Adrian tak mau menunggu lebih lama lagi. Dia kembali menindih tubuh sang istri dan mulai menjelajah bibirnya tersebut. Tentu saja Kinan dengan semangat empat lima langsung mengikuti keinginan Adrian. Bahkan, kini tangan Kinan sudah mulai nakal.
Tangan Kinan bergerak ke bawah untuk mencari pengait celana yang dipakai oleh Adrian. Begitu mendapatkan apa yang dicari, Kinan langsung melepaskan pengait tersebut dan menarik ke bawah resleting celana Adrian hingga membuat sesuatu yang berada di dalamnya menggembung dan mengeras.
Adrian yang menyadari tindakan Kinan, langsung membantunya untuk melepaskan celana pendek yang dipakainya dan membuangnya di ujung kasur. Kini, Adrian hanya tinggal memakai 'kurungan' yang nampak kekecilan karena si penghuni sudah tumbuh dengan gagahnya di bawah sana yang seolah-olah juga hendak keluar dari sangkarnya.
Tentu saja tindakan Adrian tersebut tak luput dari perhatian Kinan. Sebenarnya, dia benar-benar merasa malu dengan apa yang akan terjadi selanjutnya setelah ini. Namun, tak dipungkiri juga Kinan benar-benar penasaran seperti apa rasanya memegang dan 'mencicipi' si 'perseneling' alami tersebut.
Belum sempat Kinan bersuara, tiba-tiba tubuhnya terasa diangkat. Ternyata, Adrian menggeser pinggang Kinan hingga posisinya kini tepat berada di tengah-tengah kasur yang terhampar di atas lantai tersebut.
Jantung Kinan berdegup sangat kencang saat kedua tangan Adrian memegangi kedua lututnya dan menjauhkannya satu sama lain. Dan, tentu saja hal itu membuat kedua paha Kinan terbuka dengan lebar.
Adrian yang saat itu sudah berada di bawah sana, langsung menatap nanar sesuatu yang benar-benar membuat darahnya berdesir hebat hanya dengan melihatnya saja. Bahkan, sesuatu diantara pangkal paha Adrian yang sudah siap pasang kuda-kuda untuk bertempur, benar-benar membuatnya cenut-cenut tidak karuan. Hhmm, apakah ini yang disebut 'pandangan hidup?' 🙄
Belum sempat Kinan bersuara, Adrian langsung bergerak. Secepat kilat Adrian langsung menyambar sajian yang ada di depannya tersebut. Adrian memanjakan Kinan dengan indra pengecapnya dengan rakus. Tentu saja hal itu membuat Kinan semakin kelojotan dan bergerak-gerak gelisah.
"Aauughhhh, Massss. I-itu diapaiinn?" Kinan memekik tertahan saat merasakan sensasi yang baru pertama kali dirasakannya. Tangan Kinan bahkan refleks menekan-nekan kepala Adrian di bawah sana. 🙄
Tak lama, tindakan Adrian tersebut benar-benar membuat tubuh Kinan kelojotan dan mengejang. Dengan napas memburu dan peluh yang sudah mulai menetes, Kinan berusaha menarik napas dalam-dalam.
Kali ini, Adrian tidak lagi menggoda Kinan dengan indra pengecapnya. Namun, Adrian menggunakan jari untuk mulai menggoda kembali istrinya tersebut.
Sambil menyanyikan lagu, satu satu aku sayang ibu, dua dua aku sayang ayah, hingga kini tiga tiga sayang si kembar, Adrian semakin bersemangat menggerakkan jarinya hingga membuat tubuh Kinan terangkat dan bibir memekik tertahan.Â
"Aaarrghhhh, te-teruusss, Masshhh. Iyaahh, iyaahhh. Aaarrgghhhh." Kinan langsung berteriak sambil mendongakkan kepala. Tubuhnya mengejang-ngejang dengan pinggul terangkat.
Rupanya, tindakan yang dilakukan oleh Adrian tersebut mampu membuat air mancur lokal. Adrian tersenyum senang saat mengetahui jika sang istri bisa menikmati apa yang dilakukannya.
Adrian membiarkan Kinan mengatur napas dan memulihkan tenaga terlebih dahulu. Dia berdiri dan mulai melepaskan satu-satunya penutup yang masih tersisa di tubuhnya.
Kinan yang awalnya tidak menyadari tindakan Adrian, langsung menoleh saat Adrian mulai melanjutkan aksinya dengan mendekati tubuh Kinan.
Sontak saja kedua netra Kinan langsung membulat diiringi dengan mulut yang terbuka lebar saat melihat 'alat tempur' Adrian.
"Astaga, Mas. Jamur merang raksasa."