The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Musim - 2 Meminta Bantuan Pawang



"Aku tidak mau anak kita nanti ileran." Jawab Reyhan.


"Lalu, bagaimana mas Reyhan akan menyampaikan kepada kak Kenzo jika aku ingin melihatnya memasak nasi goreng dengan menggunakan daster Vanya?" Tanya Fida sambil menatap sendu wajah suaminya.


Kali ini, Reyhan benar-benar frustasi. Dia bingung harus melakukan apa. Di satu sisi, dia ingin selalu memenuhi semua keinginan sang istri. Disisi lain, dia juga takut untuk meminta bantuan Kenzo untuk melakukan apa yang istrinya minta. Reyhan meraup wajahnya dengan kasar.


Saat melihat wajah suaminya nampak frustasi, Fida tiba-tiba menemukan sebuah ide. Dia yakin jika ide itu akan berhasil. Fida buru-buru mengambil ponselnya. Dibukanya aplikasi perpesanan dan segera di carinya ruang chat dengan Vanya. Ya, Fida akan meminta bantuan Vanya, pawangnya Kenzo. Sahabatnya itu pasti akan bisa membantunya.


Dan, ternyata Vanya sedang online. Wajah Fida berbinar bahagia saat mendapati sang sahabat tengah online di jam tengah malam tersebut. Bisa jadi, dia sedang menyusui El atau mengganti popoknya. Segera dia mengetikkan sebuah pesan untuk sang sahabat.


Van. ~ Ketik Fida.


Tak lama kemudian terlihat Vanya sedang mengetikkan balasan dari pesan yang dikirimnya.


Iya, Fid. Ada apa? Kenapa jam segini belum tidur? ~ Balas Vanya.


Belum. Ehm, boleh minta tolong? ~ Tulis Fida.


Fida masih menunggu balasan Vanya. Dia bahkan memandangi ruang chat Vanya menunggu balasannya. Namun, setelah lima menit berlalu, dia sama sekali tidak mendapat balasan dari Vanya. Fida mengerutkan keningnya. 


Reyhan yang sedari tadi berada di samping Fida pun tahu jika Vanya tidak membalas pesan Fida. Mereka berdua sama-sama tahu jika Vanya tengah online. Reyhan dan Fida saling pandang sambil mendesahkan napas beratnya.


Beberapa menit kemudian ,bukannya membalas pesan Fida, namun Vanya justru langsung meneleponnya. Fida yang mengetahui sang sahabat menelepon, langsung menggeser ikon berwarna hijau tersebut untuk menghubungkan panggilan telepon.


"Hallo, Van." Sapa Fida.


"Hallo, ada apa Fid? Maaf tadi aku menyusui El. Ini baru saja tidur."


"Eh, iya. Maaf Van, mengganggumu malam-malam begini." 


"Nggak apa-apa kok, Fid. Santai saja. Ada apa? Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Vanya. Terdengar suara air minum dituang ke dalam gelas. Sepertinya Vanya sedang berada di dapur.


"Ehm, boleh aku minta tolong?" Tanya Fida ragu-ragu. Dia merasa tidak enak kepada Vanya untuk meminta suaminya memasak kan nasi goreng sambil memakai daster Vanya. Fida masih tidak bisa membuka suaranya.


Akhirnya, dengan desakan Vanya, Fida menyampaikan keinginannya kepada Vanya. Fida khawatir jika sang sahabat merasa tersinggung. Bagaimana tidak, dia ingin dimasakkan nasi goreng oleh suami sahabatnya itu sambil memakai daster.


Namun, alih-alih merasa marah atau tersinggung, Vanya justru terdengar tertawa terpingkal-pingkal. Dia merasa permintaan Fida tersebut sangat lucu.


"Maaf, Fid. Aku tidak bisa menahan tawaku. Aku begitu bersemangat membayangkan mas Kenzo memakai daster. Hahahaha." Tawa Vanya masih belum reda.


"Eh, kamu tidak marah?" Tanya Fida. Dia masih saja merasa khawatir jika sang sahabat tersinggung.


"Benarkah? Kamu bisa membantuku meminta tolong kepada kak Kenzo?" Tanya Fida penuh harap.


"Tentu. Tenang saja. Aku akan pastikan mas Kenzo membuatkan nasi goreng dengan memakai daster. Kkkkk." Vanya masih saja terkekeh geli membayangkan Kenzo memakai daster.


Setelahnya, mereka segera mengakhiri panggilan telepon tersebut. Fida langsung menoleh menatap wajah Reyhan.


"Kira-kira apa yang akan dilakukan Vanya untuk membujuk suaminya, Mas?" Tanya Fida.


"Entahlah. Sepertinya, tidak akan ada yang bisa memaksa tuan Kenzo." Jawab Reyhan.


"Jika tidak ada yang bisa, berarti kamu sendiri yang harus turun tangan. Siapkan diri kamu, Mas."


"Kok rasanya seperti akan berperang ya menghadapi istri ngidam." Gumam Reyhan tapi masih bisa di dengar oleh Fida.


"Jadi kamu menyesal menghamiliku Mas?!"


"Eh."


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Nah lho, salah ngomong kan. Siap-siap saja Rey.


Jangan lupa klik like, komen dan vote buat othor. Kasih hadiah bunga juga boleh lho 🤗


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru othor, bisa mampir di ig @keenandra_winda


Thank you