The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 14



"Ccckkk, awas saja. Nanti giliran aku akan gantian ngerjain kamu." Gumam Shanum sambil tersenyum smirk.


Shanum menunggu Cello di luar ruang ganti. Dia masih berjalan-jalan sambil melihat-lihat koleksi baju yang ada di butik tersebut. Shanum tidak menyadari jika mommy Cello sudah datang ke butik tersebut.


"Waahhh, Sayang, cantik sekali. Kamu pintar sekali memilih bajunya. Benar-benar cucunya Fida ini." Kata mommy Far sambil berjalan mendekati Shanum.


Seketika Shanum hanya bisa tersenyum sambil mengangguk. Dia merasa jika mommynya Cello tersebut sangat baik.


"Terima kasih, Tante." Jawab Shanum.


"Eh, mulai sekarang, kamu harus membiasakan diri memanggil Mommy seperti Cello. Sebentar lagi kalian akan menikah kan."


Shanum hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya.  Tak berapa lama kemudian, terdengar suara Cello dari arah belakang mereka.


"Mommy sudah datang?" Tanya Cello sambil berjalan mendekat ke arah sang mommy yang tengah mengobrol dengan Shanum tersebut. Dia terlihat sedang membenahi kancing kemejanya.


Mommy Fara langsung tersenyum lebar dan beranjak menemui sang putra.


"Waahhh Sayang, kenapa kamu cakep sekali. Mommy benar-benar tidak menyangka jika kamu bisa secakep ini memakai baju pengantin." Kata mommy Fara sambil memandangi tubuh tegap sang putra.


Cello hanya bisa mencebikkan bibirnya setelah mendengar perkataan sang mommy. 


Mommy Fara hanya bisa mencubit perut Cello karena gemas. Rupa-rupanya sang putra sudah mulai tertular virus narsis daddynya. Mommy Fara hanya bisa berharap Cello tidak mewarisi tingkah gesrek sang daddy. Jika tidak, dia bisa merasa malu kepada calon menantunya. Eh,


Setelahnya, mommy Fara segera berbalik dan menatap wajah Shanum. Dia sedikit terkejut saat mendapati Shanum bahkan masih diam tak bergerak menatap ke arah Cello. Mommy Fara merasa sangat bahagia melihatnya. Memang, tidak bisa dipungkiri jika Cello mewarisi gen sang daddy. Tubuh tegap, wajah dengan rahang tegas dan tatapan mata tajam, benar-benar warisan dari daddy dan opanya.


"Shanum Sayang, kesini sebentar. Coba mendekat ke arah Cello. Mommy akan mengambil foto kalian dan mengirimkannya kepada mama Revina. Dia pasti akan sangat bahagia sekali." Kata mommy Fara penuh antusias.


Shanum langsung mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Dia terlihat salah tingkah saat kepergok memandangi Cello. Shanum merutuki dirinya sendiri yang bisa-bisanya bengong menatap Cello. Bukannya ngerjain sang calon suami, justru dia yang seolah dikerjai.


Shanum berjalan mendekat ke arah mommy Fara dan juga Cello. Dia masih membuang muka dan malu saat menyadari Cello menatap ke arahnya. Shanum segera berdiri di samping Cello, tapi masih berjarak. Melihat hal itu, mommy Fara langsung mengernyitkan keningnya.


"Eh, kenapa jauh-jauhan begitu. Mepet dikit dong. Mulai sekarang, kalian harus membiasakan diri untuk saling berdekatan. Jika tidak begitu, bagaimana nantinya kalian akan memberikan mommy cucu. Masa iya cucu mommy lewat online launchingnya." Kata mommy Fara sambil mendengus kesal.


Cello dan Shanum hanya bisa menghembuskan napas beratnya saat mendengar perkataan mommy Fara. Shanum hendak menggeser tubuhnya mendekati Cello. Namun, tiba-tiba Cello menarik pinggang Shanum dengan sedikit keras hingga kini tubuhnya benar-benar menempel pada dada bidang Cello. Tanpa sadar, tangan kanan Shanum pun langsung nangkring pada dada bidang Cello. Jangan lupakan tatapan mata keduanya yang seolah saling mengunci.


Mommy Fara yang melihat hal itu pun langsung sumringah. Dia buru-buru mengambil ponselnya dan langsung mengambil beberapa gambar sebelum dikirimkan kepada Revina.


\=\=\=\=\=


Mumpung hari senin, jangan lupa vote buat othor ya. Thank you.