The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 103



Benar apa yang dikatakan oleh Adrian. Dia memang terlihat tidak canggung saat menghadiri upacara pemakaman tersebut. Dan, yang lebih membuat Adrian terkejut, anak pertama Pak RT ternyata adalah salah satu karyawannya. Dio, anak pertama Pak RT tersebut bekerja sebagai salah satu staf di bagian pemasaran. Dio cukup sering mendampingi atasannya untuk mempresentasikan hasil kinerja divisinya.


Awalnya, Dio merasa cukup terkejut saat melihat ada Adrian di rumahnya untuk melayat sang ayah. Setelah proses memandikan jenazah sang ayah, Dio memberanikan diri menyapa atasannya tersebut.


Adrian yang awalnya tidak menyadari ternyata itu adalah orang tua Dio, cukup merasa kaget saat dirinya dihampiri oleh sang tuan rumah. Setelah menjelaskan siapa dia sebenarnya, barulah Dio mengerti mengapa Adrian bisa berada di sana.


Prosesi pemakaman berlangsung lancar. Kebetulan, area pemakaman tidak terlalu jauh dari rumah duka. Letak pemakaman adalah di bagian selatan agak ke belakang dari perumahan tersebut.


Awalnya, Adrian tidak ingin ikut hingga ke makam. Namun, mengingat almarhum adalah ayah dari karyawannya, Adrian memutuskan untuk ikut ke area pemakaman.


Sementara itu, Kinan yang berada di rumah menunggu Adrian, hanya bisa terkantuk-kantuk di ruang tengah. Dia merasa tidak enak jika harus pindah ke dalam kamar sementara sang suami belum pulang.


Kinan tidak tahu jika Adrian akan ikut hingga ke area makam. Adrian juga tidak membawa ponsel. Jadi, dia tidak bisa memberitahu Kinan.


Hingga menjelang pukul sebelas malam, Kinan terlelap di ruang tengah. Dia tertidur begitu saja di depan televisi yang masih menyala. Kinan tidur diatas karpet yang memang di gelar di ruang tengah tersebut.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, Adrian pulang bersama dengan Pak Heru, si tetangga. Adrian yang tadi memang sengaja membawa kunci rumah, tidak merasa kesulitan membukanya. Adrian juga tidak perlu repot-repot membangunkan Kinan yang kemungkinan sudah terlelap.


Dan, benar saja. Setelah menutup pintu dan menguncinya, Adrian langsung melihat Kinan tengah terlelap di ruang tengah. Dia hanya bisa mendesahkan napas berat saat melihat sang istri tertidur di sana.


Adrian baru menyadari jika dirinya baru dari pemakaman dan belum membersihkan diri. Setelah itu, Adrian bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa juga dia langsung mengganti baju dengan baju tidur.


Setelah selesai, Adrian kembali ke ruang tengah untuk memindahkan Kinan ke dalam kamar. Awalnya, Adrian ingin membangunkan sang istri. Namun, saat melihat istrinya tersebut sudah terlelap, Adrian menjadi tidak tega.


Adrian segera mengangkat tubuh Kinan dan membawanya pindah ke dalam kamar. Entah mungkin karena terlalu capek, Kinan bahkan tidak terusik saat Adrian memindahkannya.


Adrian membaringkan Kinan pelan-pelan di atas tempat tidurnya. Namun, saat Adrian hendak beranjak, Kinan justru berguling ke kanan hingga membuat lengan kiri Adrian semakin tertindih pada punggung Kinan. Dan sepertinya, hal itu tidak mengganggu Kinan sama sekali.


Adrian perlahan-lahan menggeser lengan tangannya agar tidak mengganggu Kinan. Namun, ternyata rambut Kinan yang terurai ikut tertarik hingga membuatnya sedikit kesakitan. Sontak saja Kinan langsung memekik kaget.


"Auuwwhh." Kinan langsung membuka kedua matanya. Dan, pertama kali yang dia lihat adalah wajah Adrian yang sedang menunduk tepat di atas wajahnya.


"Eh, Mas? Ngapain disini? Sudah nggak sabar bau unboxing, ya? Ayuk, sekarang aku sudah siap, kok." 


•••


Jangan lupa tinggalkan jejak yang banyak ya. Masih bangun mood buat ngetik nih, biar feelnya dapat 🙏