The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Melihat Wanita Itu



Pagi itu, setelah sarapan, Kenzo berangkat ke kantor bersama Reyhan. Mereka tidak langsung berangkat ke tempat acara launching produk terbaru perusahaan papa. Mereka akan ke kantor terlebih dahulu. Sudah ada beberapa orang penanggung jawab proyek terbaru mereka yang sudah menunggu di kantor.


Meskipun proyek terbaru ini delapan puluh persen ditangani oleh Reyhan, namun Kenzo tidak bisa lepas tangan sepenuhnya. Dia masih harus membantu dan memantau pengerjaan proyek tersebut.


Sementara di rumah, Vanya segera membantu bi Ani untuk membereskan meja makan. Tadi mama Tari sudah menelepon dan memberitahukan bahwa dirinya akan dijemput sekitar pukul sepuluh pagi. Jadi, Vanya pikir jika dia masih punya waktu sebentar.


Vanya segera menghubungi Fida setelah itu, dia juga memaksanya untuk ikut berangkat bersama dengannya dan mama Tari. Namun, Fida menolaknya. Fida memilih untuk langsung berangkat menuju lokasi agar tidak membuang-buang waktu, karena rumah Vanya dan lokasi acara berlawanan arah dengan rumah Fida. 


Setelah cukup lama mengobrol, Vanya segera memutuskan sambungan teleponnya. Dia segera bersiap-siap agar nanti mama Tari tidak harus menunggu lama.


Sekitar satu jam kemudian, mama Tari benar-benar sudah datang ke rumah Vanya. Mama Tari membawakan beberapa baju hamil yang cukup membuat merinding bulu roma. Pasalnya, baju itu cukup tipis dan sangat pendek. Vanya bisa membayangkan dirinya memakai baju seperti itu di depan Kenzo. Wajahnya kini sudah merah merona.


"Mengapa aku harus memakai baju seperti ini, sedangkan mas Kenzo lebih suka aku polosan." Gumam Vanya saat membawa baju-baju dari mama Tari tersebut ke dalam walk in closet.


Tak berapa lama kemudian, Vanya dan mama Tari berangkat menuju tempat acara. Tetapi sebelum berangkat ke tempat acara, mama Tari mampir dulu ke butik Ibu Retta. Beliau ingin mengambil pesanan baju yang akan digunakannya untuk menghadiri pesta nanti malam. Meskipun usia mama Tari sudah diatas lima puluh tahun, namun beliau masih terlihat sangat energik. Mama Tari juga rutin melakukan pemeriksaan tentang kesehatannya.


"Kita langsung ke tempat acara, Ma?" Tanya Vanya.


"Iya, Sayang. Acaranya akan dimulai setelah makan siang. Kita bisa makan siang bersama dulu di sana." Jawab mama Tari.


Vanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Sekitar tiga puluh menit kemudian, mama Tari dan Vanya sudah sampai di tempat acara. Mama Tari membantu Vanya untuk turun dari mobil dan berjalan menuju tempat acara. Perut Vanya yang sudah memasuki bulan ke tujuh pun sudah sangat terlihat.


Saat berjalan memasuki pintu utama, beberapa pencari berita langsung memberondong mama Tari dengan beberapa pertanyaan. Mereka juga bertanya tentang Vanya yang berada di sampingnya. Mama Tari hanya menjawab seadanya. Beliau tidak menjelaskan siapa wanita yang tengah berdiri di sampingnya tersebut. 


Biarlah nanti Kenzo yang menjelaskan semuanya. Batin mama Tari. (Bagi yang bertanya mengapa para wartawan tidak tahu siapa Vanya, mungkin bisa flashback pada saat pernikahan Vanya dan Kenzo dulu ya)


Tak berapa lama kemudian, mama Tari dan Vanya berlalu meninggalkan para pencari berita. Mereka berjalan memasuki aula tempat acara launching produk terbaru papa Mike. Mama Tari mengajak Vanya untuk duduk di meja khusus. Beliau tidak ingin sang menantu berdiri terlalu lama dengan kondisi perut yang sudah lumayan besar tersebut.


Vanya segera mengambil ponselnya berniat untuk menghubungi sang suami. Namun, secara tak sengaja netra matanya menangkap seorang wanita yang tengah berjalan di atas panggung. Terlihat dia sedang mempersiapkan sesuatu sebelum acara pembukaan tersebut dimulai. Vanya mengerutkan keningnya saat menyadari siapa wanita yang berada di atas panggung tersebut. 


"Celina?!"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Dua bab lagi insyaAllah sudah end. Untuk extra part nya banyak di menceritakan Reyhan dan Fida ya nanti.


Mohon maaf othor e ngedrop, jadi lama upnya.


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda


Thank you