
Semua orang memandang ke arah Fara. Setelahnya, mereka langsung tertawa saat melihat wajah khawatirnya.
"Sayang, mana mungkin mommy akan meminta kamu melahirkan cucu sebanyak itu." Kata mommy Vanya sambil mengusap lengan Fara.
Fara hanya bisa tersenyum sambil mengangguk saat mendengar perkataan sang mommy mertua. Selanjutnya, mereka segera sarapan.
Hari itu, El dan daddy Kenzo berangkat ke kantor menggunakan mobil berbeda. Mereka memiliki agenda yang berbeda hari itu. Akan sangat merepotkan jika El dan daddy Kenzo menggunakan satu mobil.
"Kamu dan Fajar hari ini pergi ke GC ya, El. Kamu harus belajar untuk menangani proyek baru bersama mereka. Kemarin juga sudah mulai, kan." Kata daddy Kenzo yang sedang berjalan beriringan dengan El menuju lift.
Seketika El menghentikan langkah kakinya. Dia menatap ke arah sang daddy dengan kening berkerut.
"Aku akan menemui Zee, Dad?" Tanya El.
"Iya. Siapa lagi yang akan kamu temui di sana. Lagipula, Zee yang oegang proyek tersebut. Pak Ken sudah melimpahkan tanggung jawab itu kepadanya." Jawab daddy Kenzo.
Seketika El menghembuskan napas beratnya. Dia menunduk melihat penampilannya. El yang kini memakai setelan kerja formal dengan jas yang melekat pada tubuhnya. Bisa El pastikan, jika dia memakai pakaian seperti itu untuk bertemu dengan Zee, sahabatnya tersebut pasti akan menertawakannya. Namun, mau tidak mau dia harus melakukannya. Satu-satunya cara agar Zee tidak menertawakannya adalah dengan melepas jasnya dan melipat lengan kemejanya hingga siku. Dengan begjtu, El bisa sedikit lepas dari ejekan sahabatnya tersebut.
Pagi itu, El dan Fajar segera berangkat menuju GC. Mereka sudah membuat janji dengan sekretaris Zee. Kali ini, El yang menyetir kendaraannya. Sementara Fajar duduk di sampingnya sambil menjelaskan proyek baru tersebut kepada El.
El hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya saat Fajar sudah mulai menjelaskan panjang lebar.
"Begitu, Pak. Nanti, tinggal Bapak diskusikan dengan mas Zee bagaimana kelanjutannya." Kata Fajar mengakhiri penjelasannya.
Seketika El menoleh untuk menatap wajah Fajar dengan tatapan tajamnya. Keningnya berkerut tidak suka mendengar perkataan Fajar. Fajar yang menyadari atasannya menatap ke arahnya langsung menciut. Dia merasakan sesuatu yang tidak enak dari tatapan tersebut.
"Eh, a-ada apa, Pak? A-apa sa-saya salah bicara?" Tanya Fajar mengkeret.
"Iya. Kenapa kamu memanggilku dengan sebutan bapak, sementara memanggil Zee dengan sebutan Mas? Kamu kira aku setua itu hingga di panggil bapak?" Kata El sambil mendengus kesal.
"Eh, ma-maksud saya bukan begitu, Pak, eh aduuh, bagaimana ini." Fajar terlihat bingung menjawab pertanyaan El.
"Bukan begitu bagaimana?" Desak El.
"Ehm, i-itu karena mas Zee meminta para koleganya untuk tidak memanggilnya dengan sebutan Pak. Katanya masih muda, nggak mau kelihatan tua." Jawab Fajar.
El berdecih kesal setelah mendengar perkataan Fajar. Memang Zee sudah ikut bekerja di kantor daddynya sejak lulus SMA. Tapi, El masih tidak terima dengan hal itu. Sekarang Zee sudah menikah, bahkan sudah punya anak. Kenapa masih saja dipanggil dengan sebutan Mas. Batin El.
"Eh, eh, tapiā¦" Belum selesai Fajar melanjutkan perkataannya, El sudah menghentika mobilnya di parkiran GC. Ternyata mereka sudah sampai. Fajar bahkan tidak menyadari hal itu.
"Jangan banyak protes. Aku tidak mau dipanggil Pak." Kata El sambil beranjak keluar.
Fajar menghembuskan napas beratnya. Mau tidak mau dia melakukan apa yang diminta oleh El. Fajar mengikuti El masuk kedalam lobi GC. Mereka berjalan menuju meja resepsionis.
Saat mereka tengah menunggu resepsionis, tiba-tiba bahu El di tepuk oleh seseorang. El langsung berbalik dan mendapati sang sahabat berdiri di sana.
"Bhuuaaahhaaahhaaaa. Lo pakai pakaian formal begini El? Bhuahahaaaaaaa. Mau daftar camat lo?" Kata Zee sambil tertawa terbahak-bahak.
El mendengus kesal saat melihat sahabatnya tersebut menertawakannya.
"Iya. Bukan hanya gue yang daftar camat, tapi lo juga." Kata El.
"Eh, kenapa gue juga?" Tanya Zee ditengah-tengah tawanya.
"Iya, camat. Calon mati."
Glek.
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan klik like komen dan vote untuk othor ya. Saat break, lembur ngetik.