
Hari itu, Shanum dan Cello melakukan aktivitas kuliahnya seperti biasa. Shanum yang sebenarnya merasa masih sakit dibagian bawah sana, berusaha untuk bersikap biasa saja. Dia bahkan tidak menjawab ketika kedua orang sahabatnya bertanya tentang cara jalannya yang seperti pinguin tersebut.
Menjelang sore, Shanum sudah kembali ke rumah Cello. Saat berjalan memasuki rumah, terdengar suara teriakan dari dalam. Siapa lagi jika bukan mommy Fara. Ya, mommy Fara dan juga daddy El memang baru saja datang dari Semarang pukul tiga sore tadi.
Mommy yang sudah menunggu kedatangan putra dan menantunya tersebut langsung heboh saat melihat kedatangan Shanum.
"Sayaanngg, kamu sudah pulang? Aaaa, Mommy kangen banget," kata mommy Fara sambil memeluk tubuh Shanum dengan erat.
Melihat kedatangan sang mertua, Shanum merasa sangat senang. Dia juga langsung membalas pelukan mommy Fara tak kalah eratnya.
"Mommy kapan datang? Kok nggak ngabarin jika mau pulang hari ini? Aku kira jadinya besok."
"Hehehe, Mommy sudah nggak betah di sana. Daddy kamu ngajakin ke kantor terus. Bahkan, mommy sama sekali tidak diizinkan untuk jalan-jalan sendiri. Hhhhuuufftt, memangnya mommy ini anak kecil apa, harus di kawal terus jika mau keluar. Ada-ada saja daddy kamu itu." Gerutu mommy Fara.
Belum sempat Shanum menanggapi perkataan mommy Fara, terdengar suara bariton dari arah tangga.
"Jika tidak dikawal, kamu pasti akan jalan-jalan sendirian dan pasti akan dilirik para laki-laki itu. Coba saja jika kemarin tidak aku samperin, pasti itu anak-anak kuliah akan minta nomor ponselmu. Bisa-bisanya mereka panggil kamu 'Dek'. Yang ada juga mereka dipanggil 'Le'." Gerutu daddy El sambil mendengus kesal.
Sontak saja mommy Fara langsung tergelak saat mendengar gerutuan sang suami. Memang benar apa yang diceritakan daddy El. Kemarin, saat mommy Fara belanja ke salah satu pusat perbelanjaan, ada beberapa anak kuliahan yang sepertinya mahasiswa S2 menghampirinya saat menunggu kedatangan daddy El.
Mungkin, para mahasiswa itu mengira jika mommy Fara masih kuliah. Wajar saja, mommy yang berusia awal empat puluh tahunan tersebut pergi ke pusat perbelanjaan hanya dengan menggunakan celana jean, kaos putih dan rambut di kuncir kuda. Jangan lupakan sepatu kets yang dipakainya menambah kesan seperti anak kuliahan. Apalagi, tubuh mommy Fara memang kecil.
"Hahahaha, masa iya kamu ngambek gara-gara berondong kemarin sih, Mas. Hahahha,"
"Ya jelas lah. Nggak tau apa aku kerja keras merawat tubuh ini." Kata daddy El yang langsung menarik tubuh mommy Fara hingga menempel pada tubuhnya.
"Ccckkk, kerja keras apaan sih, Mas. Model begitu dibilang kerja keras."
"Ehm, Mom, Dad, aku ke kamar dulu ya. Mau bersih-bersih ini, gerah."
"Eh, iya Sayang. Maafkan mommy yang harus menahan kamu tadi. Ya sudah, kamu istirahat dulu."
Shanum segera mengangguk mengiyakan. Setelahnya, dia segera beranjak menuju kamar untuk membersihkan diri sembari menunggu kedatangan sang suami.
Saat Shanum berjalan melewati mommy Fara dan juga daddy El, kening mommy langsung berkerut. Mommy memperhatikan cara Shanum yang sedikit berbeda. Seketika senyum cerah terbit di bibirnya. Mommy Fara langsung berbalik dan memeluk pinggang daddy El.
"Mas, sepertinya mulai sekarang kita bisa berharap segera mendapatkan cucu, deh."
Daddy El masih belum mengerti apa maksud perkataan mommy Fara.
"Maksudnya apa, Yang?"
"Tuh lihat, Shanum jalannya sedikit beda. Sepertinya, putramu itu sudah lepas perjaka deh, Mas."
"Eh, mana ada yang begituan?"
•••
Ada kah? 🤔
Scroll ya