
Jantung Kinan masih berdegup kencang saat masih membuka dua buah hadiah yang dibawa oleh Adrian. Masih ada dua hadiah lagi yang belum dibukanya.
Kini, Kinan meraih paper bag ketiga. Dia mengangkat paper bag tersebut terasa ringan. Setelahnya, Kinan mengambil box yang terdapat di dalamnya. Dia bisa yakin kalau isinya adalah sebuah jam tangan.
Kinan membuka penutup box tersebut dan mendapati sebuah jam tangan mewah. Lagi-lagi kedua bola mata Kinan membulat saat dia mencari informasi tentang harga jam tangan tersebut di internet.
"Astaga! Apa sultan memang suka menghambur-hamburkan uang seperti ini?" Kinan hanya bisa menggelengkan kepala sambil menutup mulut.
Setelah keterkejutannya mereda, kini Kinan beralih pada box besar yang ada di sampingnya. Kinan belum bisa menebak apa isi box besar tersebut. Namun, Kinan segera mengambilnya dan mencari tahu apa isinya.
Kinan menarik pita yang melingkari box tersebut dan mengangkat penutup box. Kening Kinan berkerut saat ada tiga buah box kecil yang ada di dalam box besar tersebut.
Kinan mengeluarkan salah satunya. Dan, lagi-lagi Kinan memekik tertahan karena box pertama berisi sebuah dress berwarna hitam. Kini, Kinan beralih pada box lainnya dan mendapati sepatu serta tas yang merupakan satu set dengan dress tadi.
"Ya Tuhan. Apa-apaan ini?! Apa maksud semua ini?" Kinan hanya bisa menggelengkan kepala.
Dia berniat menghubungi mama Adrian malam itu juga, namun Kinan mengurungkan niatnya. Dia melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 22.11 malam. Kinan tidak mungkin menghubungi mama Adrian saat itu.
"Hhhh, sudah malam. Aku nggak mungkin menghubungi mama Adrian jam segini. Besok saja lah." Kinan bergumam sendiri.
Setelah itu, Kinan segera menyimpan hadiah-hadiah dari mama Adrian. Dia tidak berani memakai semua barang-barang mewah tersebut.
Keesokan hari, Kinan sudah bersiap ke kampus. Hari ini, dia ada jadwal kuliah jam pertama. Oleh karena itu, sejak pukul enam pagi, Kinan sudah bersiap-siap. Pagi itu, Kinan bahkan hanya membawa bekal roti yang dibelinya dari minimarket kemarin. Dia akan memakannya dalam perjalanan menuju kampus sebagai pengganjal perut.
Tak butuh waktu lama, mobil yang dikemudikan Kinan sudah memasuki area parkir kampus. Dia buru-buru mengambil tas dan langsung menuju ruangannya untuk bersiap-siap masuk kelas. Waktu menyisakan lima belas menit lagi sebelum jadwal kuliah jam pertama dimulai.
Kinan bergegas untuk mengambil perlengkapannya mengajar dan langsung berjalan menuju kelas. Hari itu, jadwal Kinan lumayan padat. Dia harus mengajar tiga kelas hari ini. Belum lagi ada jadwal membantu dosen senior untuk melakukan penelitian.
Sementara itu, Adrian sudah sejak pagi berada di bandara. Dia yang bangun kesiangan, buru-buru bergegas ke bandara. Penerbangannya ke menuju Balikpapan, tidak akan lama lagi.
Beruntung Adrian tidak sampai ketinggalan pesawat. Dia bisa datang tepat waktu di bandara pagi itu.
Saat dalam perjalanan, Adrian menyempatkan tidur di dalam pesawat. Kedua matanya terasa lengket karena sejak semalam Adrian memang kurang istirahat. Beruntung masih ada waktu sekitar dua jam lagi untuk mengistirahatkan tubuhnya.
Begitu mendarat di bandara Balikpapan, Adrian langsung dijemput oleh anak buahnya. Rentetan laporan langsung diberikan kepada Adrian bahkan ketika dirinya belum memasuki mobil.
"Berikan semua datanya. Siang ini juga, adakan rapat."
\=\=\=
Mohon maaf kemarin tidak bisa up banyak 🙏