
"Jadi itu hanya pura-pura?" Kinan menatap kedua mata Adrian dengan tatapan tajam.
"Kamu mau beneran?" Adrian menatap dalam-dalam kedua mata Kinan. Entah mengapa tiba-tiba ada desiran hangat yang dirasakan keduanya.
Tubuh Kinan dan Adrian yang saling menempel, membuat keduanya benar-benar lupa tempat dan waktu. Tangan Adrian yang semula bertengger pada pinggang Kinan, kini refleks turun hingga nangkring dengan sempurna pada book🙄ng Kinan dan mereemasnya dengan pelan.
"Euughhhhhhmmmm." Refleks Kinan merespon tindakan Adrian dengan lenguhan yang bisa saja memancing 'kail jumbo' Adrian untuk menggeliat gelisah.
Telinga Adrian yang mendengar hal itu, langsung melepaskan tangannya dan sedikit menjauhkan tubuh. Hal yang sama juga dilakukan oleh Kinan. Entah mengapa dia mendadak blank.
"Ayo memberi ucapan selamat kenapa temanmu," ucap Adrian sambil berusaha menenangkan degup jantungnya yang mulai berdetak tak karuan.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Kinan. Wajahnya terasa panas dan terlihat dengan jelas jika dia sedang merona. Entah Adrian menyadari hal itu atau tidak, yang pasti, Adrian langsung menarik lengan Kinan menuju pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai.
Kinan hanya bisa pasrah. Dia mengekori langkah kaki Adrian menuju antrian yang masih cukup banyak. Beberapa kali Kinan juga sempat bertemu dan menyapa rekan kerja yang cukup dikenalnya. Hampir semua tak berkedip dan kaget saat melihat Kinan ditarik oleh Adrian.
Kini, tibalah giliran Kinan dan Adrian untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai. Awalnya, Firdan dan Miss Adhia tidak menyadari jika Kinan dan Adrian berjalan menaiki pelaminan. Mereka masih sibuk menyalami para tamu undangan yang hadir. Namun, setelah Kinan dan Adrian berada di dekat mereka, barulah mereka kaget.
"Miss Adhia, selamat atas resepsi pernikahannya. Saya doakan semoga langgeng sampai mau memisahkan," ucap Kinan sambil menyalami mempelai wanita.
Miss Adhia yang masih terkejut dengan kedatangan Kinan dan Adrian, hanya bisa menganggukkan kepala. Dia masih menatap wajah Kinan dan Adrian bergantian.
Setelah itu, kini giliran Adrian yang memberikan selamat kepada Firdan, sang mempelai pria. Adrian menggenggam tangan Firdan dan sedikit mencondongkan wajahnya pada telinga Firdan.
"Selamat atas pernikahannya, Bro. Mulai sekarang, jauhi wanitaku, okay?" ucap Adrian sambil menepuk-nepuk bahu Firdan sebelum berganti kepada sang mempelai wanita.
Kedua mempelai tidak bisa terlalu lama memperhatikan Kinan dan Adrian, karena tamu undangan masih berdatangan.
Sementara itu, begitu turun dari pelaminan, Kinan dan Adrian langsung menuju tempat prasmanan yang berada di samping pelaminan.Â
"Mau makan disini atau di luar?" tanya Adrian.Â
Belum sempat Kinan menjawab, sudah ada seseorang yang memanggil nama Kinan.
"Miss Kinan? Waahh beneran ini Miss Kinan? Sama siapa ini?" tanya sebuah suara yang terdengar sudah sangat heboh.
Kinan dan Adrian langsung menoleh ke arah sumber suara. Kinan bisa melihat beberapa rekan dosennya yang sudah berdiri tak jauh darinya. Kinan tahu, jika mereka adalah 'antek-antek' Miss Adhia yang sangat suka menggunjing tentang dirinya.
"Kita makan sebentar, boleh? Aku ingin memberi mereka pelajaran," Kinan berbisik pada telinga Adrian. Jangan lupakan tindakan provokatif Kinan yang bermaksud untuk memanas-manasi rekan kerjanya.
Kinan menempel erat pada tubuh Adrian dan dengan gerakan sennsual, tangan Kinan mulai mengusap-usap dada bidang Adrian.
Satu hal yang tidak Kinan sadari. Tindakannya tersebut bisa membuat 'kail jumbo' Adrian baper.Â
Scroll ya.
Bagi yang masih penasaran dengan visual Kinan dan Adrian, cuss kepoin di igeh othor @keenandra_winda
othor nggak bisa up disini, reviewnya bakalah lama 🤧