
Begitu masuk ke dalam rumah, El sudah dikejutkan oleh suara sang oma.
"Lah, kok koloran saja ini anak?!"
Seketika El menghentikan langkah kakinya. Keningnya berkerut sambil menatap wajah sang oma.
"Memangnya kenapa, Oma?" Tanya El bingung.
"Oma minta kamu datang ke sini untuk nganterin Fara ke sekolahnya. Masa iya kamu pakai kolor begini, El?"
"Lhah, Oma nggak ngomong juga mau ngapain nyuruh El kesini. Mana El tahu, Oma."
"Benar-benar ini anak Kenzo." Jawab Oma sambil menggerutu kesal.
"Iyalah. El kan memang anak daddy." El masih saja menyahuti perkataan sang oma.
"Sudah, sudah. Sekarang kamu ambil sarung sana. Pakai sarung saja. Terus antar Fara ke sekolah."
"Emang mau ikutan sunat masal di sekolah pakai sarung segala. Ogah Oma."
"Kalau nggak mau, Oma pinjami rok nih." Ancam oma.
"Ccckkk. Nggak usah. Nanti mampir ke rumah dulu ganti celana." Kata El sambil mengerucutkan bibirnya.
Setelah mendengar jawaban El, oma Tari langsung memanggil Fara. Beberapa saat kemudian, El dan Fara langsung berangkat ke sekolah. Berhubung tadi El tidak membawa mobil, terpaksa El menggunakan mobil oma Tari. Tak lupa juga dia mampir dulu ke rumah untuk berganti baju.
Perjalanan ke sekolah Fara memakan waktu sekitar empat puluh menit. Selama itu pula, percakapan yang terjadi di antara El dan Fara hanya terjadi beberapa kali. El terlihat fokus pada jalanan di depannya. Sementara Fara hanya bisa diam sambil mengamati sekelilingnya.
"Berapa lama nanti di sekolah?" Tanya El beberapa saat sebelum mereka sampai di sekolah Fara.
"Ehm, seharusnya tidak lama kok, Kak. Aku hanya mengambil beberapa kelengkapan kelulusan dan undangan untuk wisuda." Jawab Fara. Dia masih merasa tidak enak karena merepotkan El. "Ehm, nanti tidak usah ditunggu Kak. Aku bisa pulang naik taksi kok." Lanjut Fara.
Seketika El menoleh menatap wajah Fara yang tengah menunduk. Rupanya El bisa melihat raut wajah sungkan pada wajah Fara.
"Nggak usah. Akan aku tungguin hingga selesai. Aku juga sedang nggak ada kerjaan." Jawab El.
"Benarkah? Terima kasih, Kak."
"Hhmm."
Tak berapa lama kemudian, mereka sudah sampai di sekolah Fara. Fara langsung turun dari mobil El. Meskipun masih menggunakan kruk, tapi dia terlihat sudah sangat terbiasa. Jadi, Fara tidak merasa kesulitan saat berjalan menuju kantor guru.
El menunggu Fara di dalam mobil. Dia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi perpesanan. Kedua matanya menyipit saat mendapati sebuah pesan dari Revina.
El mengerutkan keningnya. Sejak kepulangannya ke Indonesia, dia hanya beberapa kali bertemu dengan Revina. Itu pun juga tidak hanya berdua. Mereka selalu bertemu bersama-sama dengan keluarga yang lainnya.
Selama kepergian El ke luar negeri, dia memang banyak memikirkan tentang perasaannya kepada Revina. Selama itu pula, dia tidak merasakan sikap yang berlebih Revina terhadapnya. Sikapnya masih saja sama seperti dulu. Revina masih sering mengiriminya pesan dan menanyakan kabar seperti biasa. Dia juga beberapa kali menceritakan tentang cowok yang ditaksirnya di kampus. Mungkin, Revina sudah bisa move on dari Zee, pikir El.
Awalnya, El berharap dia masih mempunyai harapan untuk bisa bersama dengan Revina. Namun, setelah beberapa bulan terpisah jarak dan waktu, dia merasa perasaannya sedikit demi sedikit sudah mulai pudar. Meskipun begitu, pada saat pertemuan pertama mereka sejak kembali dari US, El masih bisa merasakan sesuatu yang berbeda terhadapnya.
El sudah bertekad untuk berusaha menjauhi Revina. Dia akan menganggap Revina sebagai adik, benar-benar sebagai adik.
Aku sedang acara ini. Maaf tidak bisa menemanimu. ~ El.
Tak berapa lama kemudian, terlihat Revina tengah mengetikkan pesan balasan untuk El.
Iya deh, nggak apa-apa. Ehm, boleh aku tanya sesuatu, Kak? ~ Revina.
Boleh, tanya apa? ~ El.
Eh, tidak jadi. Nanti saja tanya langsung kalau bertemu. Hehehe. ~ Revina.
Ccckkk. Iya. ~ El.
Setelahnya, El segera meletakkan ponselnya. Dia hendak memejamkan mata, saat telinganya menangkap sebuah suara.
"Dasar, udah miskin. Nggak berguna lagi. Minggir!"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Mumpung masih selasa, mohon dukungan vote ya. Jangan lupa klik like dan komen.
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda
Terima kasih