The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 136



Tanpa menunggu jawaban Alicia, Cello langsung beranjak berlalu. Dia berjalan terburu-buru menuju tempat pemberhentian transportasi umum. Cello langsung menaikinya karena kebetulan ada yang sudah datang.


Sekitar dua puluh menit kemudian, Cello sudah sampai di pemberhentian di dekat rumahnya. Dia harus berjalan sekitar seratus meter menuju rumahnya.


Cello langsung membuka pintu rumahnya. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian rumah, namun tidak menemukan keberadaan kedua jagoan dan istrinya. Cello segera beranjak menuju kamarnya.


Ceklek.


Cello tidak mendapati keberadaan sang istri di dalam kamar. Namun, dia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Cello langsung mengunci pintu kamar dan segera melepaskan seluruh pakaiannya. 


Cello berjalan ke kamar mandi dan membuka pintunya dengan pelan agar tidak mengganggu sang istri. Cello langsung tersenyum saat melihat Shanum tengah berdiri dibawah guyuran air shower. Dia berjalan pelan-pelan mendekati Shanum dan, grep.


Shanum langsung terlonjak kaget. Dia berteriak tertahan karena langsung dibungkam oleh bibir sang suami. Shanum benar-benar kesal dengan ulah Cello sore itu. Dia memukul-mukul bahu Cello karena sudah kehabisan napas.


"Hah hah hah, apa-apaan sih, Mas?! Kamu ingin aku terkena serangan jantung, hah?!" gerutu Shanum.


"Hehehe, maaf Yang. Habisnya gemes banget lihat tubuh kamu yang polosan gini."


"Gemes apanya! Ada-ada saja."


Belum sempat Shanum berbalik, Cello sudah langsung mulai menjalankan aksinya. Kedua tangan dan bibirnya sudah mulai bekerja di tempat-tempat favoritnya. Apa yang dilakukan oleh Shanum? Dia hanya bisa merem melek mendapati serangan sang suami. 


Beberapa kali Shanum berusaha untuk menghentikan sang suami. Namun, Cello seolah tidak menggubrisnya. Shanum pun menyadari jika sang suami mungkin sudah tidak kuat lagi menahan sesuatu yang selama ini ditahannya.


Shanum membiarkan Cello melakukan apa yang diinginkannya sore itu. Tidak lama, karena mereka mendengar suara daddy El dan mommy Fara di teras depan.


Cello dan Shanum buru-buru membersihkan diri setelah serangan kilat tersebut. Cello langsung senyum-senyum saat melihat lukisan alaminya tercetak dengan nyata pada leher Shanum. Awalnya, Shanum tidak menyadari hal itu. Namun, saat dia berkaca di depan cermin, Shanum langsung menggeram ke arah Cello.


"Apa-apaan sih ini, Mas?!"


Cello yang menyadari hal itu hanya bisa tersenyum nyengir.


"Kamu kira seperti drakula yang menghisap leher begitu?!"


"Hehehe, mana ada drakula yang cakep begini, Yang." Kata Cello sambil masih nyengir.


"Ya adalah. Itu si Edward Cullen. Jika drakulanya seperti dia, aku mah mau saja di gigit."


"Apa?! Jadi kamu lebih ikhlas di gigit si Edward dari pada suami kamu sendiri?!" tanya Cello dengan tatapan kesalnya.


"Tentu saja. Tapi sayangnya, dia pasti tidak mau sama aku, Mas. Aku kan sudah punya buntut dua." Jawab Shanum sambil melenggang keluar dari kamar mereka.


"Awas saja jika kamu berani macam-macam, Yang!" Teriak Cello.


Suara Cello yang sedikit lebih keras terdengar dari arah ruang tengah. Ada daddy El yang sedang menjaga twins di sana. Kening daddy El langsung berkerut saat Shanum mendekat.


"Ada apa? Kenapa Cello kelihatan marah begitu?"


"Biasa, Dad. Dia cemburu sama Edward."


"Eh, Edward siapa?"


"Edward Cullen."


"Hhaah? Siapa itu?"


Si daddy El belum tahu tuh. Ada yang mau kasih tahu daddy El nggak? 


Si Alicia itu siapa sih? Sabar, nanti juga akan keluar kok. Tenang, jangan osmosi dulu ya 🤭