
"Ini aku buatkan wedang jahe, Mas. Biar tubuhnya terasa anget. Sekarang, diangetin pakai minuman dulu. Baru nanti malam, aku angetin pakai tubuh," ucap Kinan sambil menaik turunkan alisnya.
"Uhuukkk."
Adrian langsung tersedak setelah mendengar ucapan Kinan. Dia mendadak pening sambil masih menatap tajam ke arah istrinya tersebut. Entah mengapa jantungnya mendadak berdegup sangat kencang.
Adrian masih diam mematung sambil memegangi kursinya. Dia mengurungkan niatnya untuk duduk, dan malah menatap Kinan yang tengah berjalan kesana kemari untuk menyiapkan piring untuk makan malam mereka.
Sebenarnya, Kinan cukup mengetahui jika suaminya itu tengah terkejut. Namun, dia hanya bisa pura-pura cuek agar Adrian terbiasa dengan godaannya.
Setelah cukup menenangkan diri, kini Adrian menggeser kursi dan langsung mendudukinya. Dia masih terlihat canggung saat Kinan mengambil kursi tepat di sampingnya.
"Mau makan yang mana, Mas? Ayam, ikan? Atau, makan aku juga boleh," ucap Kinan sambil menoleh ke arah Adrian. Jangan lupakan senyuman menggodanya dengan alis yang juga sudah naik turun.
Tentu saja pertanyaan Kinan tersebut membuat Adrian langsung tersedak salivanya sendiri. Dia susah payah menenangkan jantungnya, tapi Kinan lagi-lagi menggoda dirinya.
Sebenarnya, Adrian bukanlah orang yang tidak punya keinginan untuk melakukan hal itu. Dia hanya berusaha untuk mencari waktu yang tepat. Adrian tidak ingin jika Kinan merasa tidak nyaman dan menyesal di kemudian hari hanya karena mereka tergesa-gesa melakukannya.
Namun, sepertinya hal itu tidak akan berjalan lancar. Jika melihat dari tingkah Kinan, Adrian menjadi tidak yakin dengan dirinya sendiri. Pertahanan dirinya pasti akan ambrol dengan mudah seperti istana pasir yang terkena air. Ambyaarrr.
Adrian berdehem untuk melancarkan tenggorokannya tang entah mengapa terasa macet.
"Ehheeemmm. Sayur dan ikan saja," jawab Adrian sambil mengalihkan tatapannya dari Kinan.
Tak menunggu lama, Kinan pun juga segera mengambil makan malam untuk dirinya sendiri. Malam itu, Kinan dan Adrian makan malam sambil sesekali mengobrol hal-hal ringan. Kinan benar-benar menahan diri untuk tidak mengarahkan obrolan mereka ke arah yang iya-iya.
Tak berapa lama kemudian, makan malam Kinan dan Adrian sudah selesai. Adrian hendak membantu Kinan membereskan meja makan, namun Kinan segera melarangnya.
"Nggak usah, Mas. Biar aku saja." Kinan beranjak berdiri sambil membawa piring kotor.
Tak mau membantah, Adrian berjalan menuju ruang tengah dan mulai menyalakan televisi. Di luar hujan juga masih turun dengan cukup deras.
Kinan tidak membutuhkan waktu lama untuk membereskan meja makan. Setelah selesai, dia segera beranjak menuju kamar mandi untuk mulai mempersiapkan diri. Dia menggosok gigi, hingga mencuci wajah. Baru setelahnya, Kinan mengganti bajunya.
Jangan dikira Kinan akan memakai baju haram namun halal untuk menggoda Adrian. Tidak. Karena selain dia tidak punya, Kinan juga tidak mau terlihat begitu agresif. Dia ingin memulai pendekatan itu secara pelan-pelan.
Lalu, apa yang akan dipakai oleh Kinan? Dan, jawabannya adalah gaun tidur. Bukan gaun tidur sekseh seperti bayangan semua orang, namun gaun tidur yang dipakai oleh Kinan adalah gaun tidur biasa dengan bahan kain sutra. Warna gaun tidur tersebut adalah abu-abu muda yang mendekati putih, bahkan jika malam terlihat seperti berwarna putih.
Tidak ada yang spesial dari gaun tidur Kinan. Bagian atas, memiliki kerah berbentuk V dengan renda di bagian sampingnya. Lengan pendek yang juga dihiasi oleh renda di bagian bawah.
Lalu, bagaimana Kinan menggoda Adrian dengan gaun tidurnya itu? Jawabannya bukan dari gaunnya. Tapi, dari isi di dalam gaun tidur tersebut yang semuanya sama sekali tidak ada bungkusnya, alias polosan. Jadi, bisa dipastikan jika Kinan mondar mandir di depan Adrian, onderdil daalamannya pasti akan terlihat dan tercetak dengan jelas. Apalagi, bahan kain tersebut cukup tipis.
Hhmmm, kira-kira berhasil nggak ya Kinan?
Mohon maaf upnya lama, agak bagaimana gitu up part horor saat bulan puasa 🙏