
Kinan sudah di rias oleh MUA yang sudah disiapkan oleh mamanya. Dia terlihat sangat cantik dengan kebaya putih yang melekat di tubuhnya. Kinan sendiri bahkan tidak menyangka jika dia akan sangat pangling saat sudah selesai make up.
Mama Kinan tak henti-hentinya memuji sang putri. Selama ini, Kinan memang jarang sekali menggunakan make up tebal meskipun masih terlihat sangat natural seperti itu. Bahkan, untuk acara kelulusan wisuda S1 dan S2 nya dulu, Kinan juga make up sendiri. Dia lebih suka make up flawless biasa.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Adrian. Dengan dibantu oleh sang mama, Adrian sedang bersiap-siap. Awalnya, dia akan menggunakan pakaian yang sudah disediakan oleh pihak wedding yang disewa oleh mama Adrian. Namun ternyata, bajunya tidak muat di tubuh Adrian. Apalagi, jas putih yang seharusnya dipakai oleh Adrian, juga terlalu pendek.
Akhirnya, mama Adrian meminta sang putra memakai bajunya sendiri. Beruntung asisten Adrian sudah membawakan beberapa stel baju yang baru diambil dari butik langgganan Adrian.
Mau tidak mau, Adrian hanya bisa pasrah. Dia hanya bisa berharap, agar acara pernikahannya bisa berjalan dengan lancar nanti.
Setelah semua siap, Adrian dan kedua orang tuanya langsung bergegas berangkat menuju rumah Kinan. Sepanjang perjalanan, Adrian hanya bisa mereemas kedua tangannya. Bohong jika dia tidak gugup. Bahkan, Adrian jauh merasa lebih gugup saat menghadapi pernikahannya kali ini daripada yang pertama.
Mama Adrian yang melihat sang putra tengah gugup, langsung memeluk tubuhnya sambil mengusap-usap punggung Adrian untuk menenangkan putranya tersebut.
"Nggak usah gugup. Mama yakin kamu pasti bisa mengucapkan lafadz ijab kabul tersebut dengan baik dan lancar," ucap mama Adrian.
"Iya, Ma. Doakan Iyan." Adrian balas memeluk tubuh mamanya tersebut.
"Pasti. Mama dan papa pasti akan selalu mendoakan kamu."
Setelah turun dari mobil, Adrian dan orang tuanya langsung berjalan memasuki rumah Kinan. Sudah ada paman Kinan yang akan bertugas untuk menjadi wali Kinan karena ayahnya sudah meninggal.
Adrian langsung memperkenalkan diri kepada mama Kinan dan keluarga besarnya. Saat itu, pertama kali bagi Adrian menemui keluarga Kinan. Sementara itu, Kinan masih berada di dalam kamar. Dia masih merapikan make upnya yang memang belum selesai di bagian rambut. Ya, meski hanya tinggal memasangkan beberapa aksesoris.
Tak berapa lama kemudian, penghulu sudah datang. Acara ijab kabul pun sudah mulai dipersiapkan. Kini, tinggal menunggu Kinan keluar dan duduk bersanding di samping Adrian.
Jangan tanya bagaimana perasaan kedua calon pengantin. Rasanya sudah dag dig dug ser tidak karuan. Adrian bahkan beberapa kali mengambil tisu untuk mengusap pelipisnya yang mulai berkeringat.
Mama Adrian yang melihat hal itu, berjalan mendekati sang putra sambil berbisik. "Jangan terlalu tegang, Yan. Rileks. Ingat, sebentar lagi kamu akan bisa menikmati indahnya pernikahan dengan istri sah kamu. Jangan lagi di anggurin. Mama mau punya cucu segera," bisik mama Adrian sambil menepuk-nepuk bahu putranya tersebut.
Adrian hanya bisa mendesahkan napas berat. Bukannya tenang, Adrian justru semakin panik.
Scroll ya, habis ini saaahhhh. 💃
Sudah ada jatah vote, sisakan satu buat kado pernikahan Kinan dan Adrian, ya.