The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 65



Kinan segera bergegas menuju kamarnya. Kamar yang berada di lantai tiga tersebut, memiliki ukuran yang standar dengan dua buah tempat tidur. Ada sebuah kamar mandi di dalam, lemari baju, dan meja yang menghadap jendela. Di samping jendela, ada sebuah pintu untuk menuju balkon.


Posisi kamar Kinan berada di bagian paling ujung belokan. Jadi, sebelah kiri kamarnya sudah tidak ada kamar lagi. 


Kinan membuka jendela dan pintu lebar-lebar. Dia ingin menghirup udara segar Bandung yang berpadu dengan hijaunya pohon-pohon yang tumbuh di sekitar hotel. Apalagi, tadi malam baru turun hujan deras. Pohon-pohon masih tampak segar.


Begitu selesai menikmati udara luar, Kinan segera masuk kembali dan mulai menata peralatannya. Ada baju, laptop, dan peralatan tulis yang akan dirapikan oleh Kinan.


Setelah semua beres, Kinan memutuskan untuk membersihkan diri. Dia mengambil handuk dan baju ganti serta membawanya ke dalam kamar mandi. 


Saat Kinan sedang mandi, ponselnya yang berada di atas tempat tidur berbunyi beberapa kali. Ada dua buah pesan dan sebuah panggilan tak terjawab masuk ke dalam ponsel Kinan.


Tentu saja Kinan tidak membalas pesan atau mengangkat panggilan tersebut karena sedang berada di dalam kamar mandi.


Begitu Kinan sudah selesai, dia segera berjalan mengambil air minum dan mengabaikan ponselnya yang masih berkedip karena ada pesan yang belum terbaca.


Hingga beberapa saat kemudian, suara ponsel Kinan kembali terdengar. Kali ini, Kinan bisa langsung mengetahui jika ponselnya berbunyi. Dia buru-buru berjalan mengambil ponsel yang tergeletak di atas tempat tidur tersebut.


Kening Kinan berkerut saat melihat siapa yang menghubunginya. Tanpa berpikir panjang, Kinan langsung menyambungkan panggilan telepon tersebut.


"Hallo, Om." Sapa Kinan. Ya, Adrian lah yang sedang menghubungi Kinan saat itu.


"Kenapa lama sekali? Pesanku juga nggak dibalas."


"Eh? Pesan apa?" Kinan langsung bingung.


"Aku mengirimimu pesan dari tadi. Kenapa nggak dibalas?"


"Ehm, aku baru selesai mandi, Om. Jadi nggak tahu ada pesan atau telepon masuk."


"Oh," jawab Adrian singkat.


"Ada apa Om menghubungiku?"


"Oh itu, aku hanya hlingin bertanya kamu menginao dimana? Anak buahku akan mengirimkan makanan untukmu nanti malam."


"Tidak apa-apa. Katakan saja kamu menginap dimana dan kamar nomor berapa. Lagian, kamu bisa menghabiskan makanan tersebut dengan teman sekamarmu nanti."


"Cckkk. Aku tidak punya teman sekaran, Om. Aku tidur sendirian di hotel." Kinan menjelaskan kepada Adrian.


Mendengar jawaban Kinan, Adrian cukup terkejut. "Tidur sendiri? Kok bisa?"


Kinan hanya bisa mendesahkan napas berat sebelum mulai menceritakan apa yang sebenarnya terjadi hingga dia berakhir tinggal sendiri di kamar hotel.


"Kamu yakin berani tidur sendirian?" tanya Adrian setelah mendengarkan penjelasan Kinan.


"Cckkk. Berani lah. Aku kan sudah dewasa. Emang Om kira aku anak kecil yang harus ditemani jika tidur?" ucap Kinan kesal.


"Ya, siapa tahu kamu takut tidur sendirian."


"Cckkk. Ada-ada saja. Memang kenapa jika aku takut tidur sendirian? Om mau temenin?" Kinan sok-sok an menantang Adrian.


"Boleh. Jika kamu mau, sore ini juga aku akan terbang ke Bandung dan menemani kamu. Tapi, tentu saja ada bonusnya. Aku nggak mau gratisan," ucap Adrian yang terdengar serius dari seberang sana meski dengan nada menggoda.


"Eh, se-serius?"


\=\=\=


Hayo lho, ditantangin tuh. Kira-kira mau nggak ya? 🤭


Mau tanya nih, dari pasangan cerita othor yang on going ini, mana nih yang paling ditunggu kisahnya?


a.   Zee dan Kiara (Mendadak Istri 2)


b.  Adrian dan Kinan (The CEO's Proposal)


c.  Rainer dan Nayra (Tetangga Kamar)


Kasih alasan di kolom komen ya.. 🤗