The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 38



Dari pertemuan yang tidak sengaja tersebut, Kinan sempat bertemu dengan laki-laki tersebut beberapa kali di kampus. Namun, rumor tak mengenakkan terjadi setelah pertemuan tak sengaja mereka yang keempat.


Saat itu, Kinan tengah berjalan menuju mobilnya saat sebuah suara memanggil namanya. Kinan menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke arah sumber suara. Terlihat seorang laki-laki terngah berjalan ke arahnya sambil mengulas senyuman. Sepertinya, laki-laki tersebut baru saja keluar dari sebuah mobil.


"Mau pulang?" tanya laki-laki tersebut.


"Eh, iya. Kamu ada apa ke kampus sore-sore begini, Fir?" tanya Kinan.


Ya, laki-laki tersebut adalah Firdan, suami Miss Adhia, rekan sesama dosen Kinan. Firdan yang berusia tiga tahun lebih muda dari sang istri, membuatnya selalu tampil layaknya anak muda jaman sekarang.


Ketika Firdan hendak menjawab pertanyaan Kinan, saat itulah sebuah suara memanggil nama Firdan. Baik Firdan dan Kinan langsung menoleh ke arah sumber suara.


Terlihat ada empat rekan dosen yang berada tak jauh dari posisi Kinan serta Firdan berada. Dan, salah satunya adalah Miss Adhia.


Miss Adhia langsung berjalan cepat ke arah Firdan dan langsung melingkarkan tangannya pada lengan Firdan. Hal itu sontak membuat kening Kinan berkerut.


"Ada perlu apa Miss Kinan dengan suami saya?" tanya miss Adhia dengan tatapan menyelidik.


Kinan cukup terkejut saat mendengar ucapan miss Adhia. Dia baru mengetahui jika Firdan adalah suami miss Adhia. Pertemuan tak sengaja tersebut, menjadikan sebuah rumor yang mengatakan jika Kinan mencoba untuk menggoda suami miss Adhia.


Sekali, dua kali, Kinan masih mencoba menjelaskan jika rumor tersebut tidak benar. Namun, semakin lama semakin beredar berita tidak sedap. Kinan pun akhirnya pasrah. Toh, pada kenyataannya dia tidak melakukan hal yang dituduhkan tersebut.


Adrian yang masih menunggu persetujuan Kinan. Dia mengamati ekspresi Kinan sambil menunggu jawabannya.


"Bagaimana? Apa kamu mau menerima tawaranku?" tanya Adrian pada akhirnya. Dia sudah tidak sabar menunggu jawaban Kinan.


"Tadi Om bilang kesepakatan ini tidak hanya menguntungkan satu pihak. Jika aku menerima kesepakatan ini, apa untungnya buat Om?" tanya Kinan.


Adrian menarik ujung bibirnya. Dia mengangguk-anggukkan kepala sebelum menjawab pertanyaan Kinan.


"Tentu saja aku juga akan mendapat keuntungan jika kamu menerima kesepakatan ini. Dengan kamu menerima kesepakatan ini, aku juga bisa melakukan hal yang sama."


"Kamu bisa mengaku jika aku adalah kekasihmu, begitu juga denganku. Aku bisa memperkenalkan kamu sebagai pasanganku di depan semua orang. Dan, aku yakin berita tentang kita akan cepat menyebar. Dengan begitu, gosip yang mengatakan aku pasti akan gagal move on dari Bara, tidak akan terdengar lagi."


"Selain itu, aku juga bisa terhindar dari paksaan keluarga untuk segera mencari pasangan yang baru," ucap Adrian.


Kinan masih mencerna ucapan Adrian. Otaknya mendadak loading lama saat mencoba memahami maksud ucapan Adrian tersebut.


Apakah dia akan menjadi pacar kontrak Adrian, seperti yang ada di sinetron dan cerita-cerita novel romantis tersebut? batin Kinan.


Adrian yang sudah tidak sabar dengan jawaban Kinan pun kembali bersuara.


"Bagaimana? Apa kamu setuju?" tanya Adrian. "Jika kamu menyetujui tawaran ink, tentu saja aku akan memberikan service yang baik selama kerja sama ini berlangsung," lanjut Adrian.


Mendengar hal itu, Kinan langsung membulatkan kedua bola mata dan mulutnya. Otaknya langsung terfokus pada satu kata yang diucapkan oleh Adrian, yaitu 'service'.


"Se-service? Apakah Om juga akan memberikan service di ranjang?"


Astaga, pikiran kamu kemana sih, Kin?