The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Godaan Kenzo



"A-apa maksud anda Tuan?" Tanya Reyhan salah tingkah. Dia benar-benar tidak habis pikir jika sang atasan mengetahui gelagatnya.


"Fida dijodohkan, dan dia akan segera menikah." Jawab Kenzo memanas-manasi Reyhan.


"Apaa?!" Reyhan begitu terkejut mendengarnya. Dia masih berusaha mencerna informasi yang baru saja disampaikan oleh atasannya itu.


Kenzo yang melihat keterkejutan Reyhan semakin yakin jika Reyhan menaruh hati kepada sahabat sang istri.


"Kenapa kamu terkejut Rey? Kamu masih punya waktu untuk menikung Fida." Kata Kenzo dengan santainya.


Reyhan yang tersadar dengan tingkahnya langsung menstabilkan posisi duduknya. Dia segera menegakkan posisi duduknya dengan menumpu kedua tangannya pada lutut. Dia terlihat berusaha menahan sesuatu. Wajahnya nampak tengah berpikir keras, namun pada saat bersamaan dia juga berusaha untuk tetap tenang. 


"Sa-saya tidak terkejut Tuan." Jawab Reyhan mengelak tuduhan Kenzo.


Kenzo mencebikkan bibirnya. Dia tidak mau mendesak Reyhan. Dia akan membiarkan Reyhan bertindak sendiri kali ini. Jika memang Reyhan memiliki perasaan terhadap Fida, biarkan dia berjuang.


Tak berapa lama kemudian, seluruh pekerjaan Kenzo dan Reyhan sudah selesai. Jam pulang kantor pun sudah tiba. Mereka bersiap-siap untuk pulang. Kenzo melihat ke luar jendela. Hujan deras masih mengguyur di luaran sana. Kenzo mengangkat teleponnya untuk menghubungi Reyhan.


"Hallo Tuan, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Reyhan di seberang sana.


"Tinggalkan mobil kamu di kantor. Nanti langsung pulang ke rumahku." Jawab Kenzo.


Belum sempat Reyhan menjawab, namun panggilan telepon tersebut sudah di tutyp oleh Kenzo. Reyhan menghembuskan napas beratnya. Dia segera membereskan pekerjaannya dan berjalan menuju ruangan Kenzo.


Tak berapa lama kemudian, Kenzo dan Reyhan sudah berada di dalam mobil Kenzo. Kali ini, Reyhan bertugas untuk menjadai supir.


Hujan deras masih mengguyur sore itu. Lampu-lampu penerangan sudah mulai dinyalakan. Sesekali terdengar gemuruh dilangit. Reyhan masih fokus pada kemudi dan jalanan di depannya. Berhubung saat itu jam pulang kerja, jalanan mulai padat merayap meskipun hujan.


Kenzo dan Reyhan membutuhkan waktu lebih lama untuk sampai di rumah. Menjelang Maghrib, mereka baru sampai di rumah.


Vanya yang melihat kedatangan Kenzo langsung membukakan pintu dan menyambut sang suami. Sementara Reyhan hanya mengekori sepasang suami istri itu dari belakang.


"Cepat masuk ke kamarmu Rey, bersihkan tubuhmu." Kata Kenzo.


Reyhan mengangguk mengiyakan. Dia masih melirik sekitar ruang makan dan dapur, namun tidak menemukan Fida di sana. Kenzo yang melihat gelagat Reyhan pun menjahilinya.


"Tidak sabaran banget mau bertemu Fida. Dia sedang ada di dalam kamar tamu. Awas saja jika kamu masuk kesana!" Kata Kenzo.


Reyhan yang mendengar perkataan sang atasan hanya bisa mendengus kesal. Sambil mengerucutkan bibirnya, dia melangkahkan kaki ke dalam kamarnya. Ya, Reyhan memang mimiliki kamar sendiri di rumah Kenzo. Dulu, sebelum Kenzo menikah, Reyhan lumayan sering menginap di sana. Hal itu terjadi karena urusan pekerjaan yang sering mereka kerjakan hingga larut malam.


Kenzo yang melihat tingkah Reyhan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sementara Vanya, terlihat begitu bahagia. Dia mengartikan godaan Kenzo pada Reyhan tersebut karena Kenzo mengetahui sesuatu yang belum diketahuinya tentang Reyhan. 


Cup


Kenzo memberikan sebuah kecupan pada bibir Vanya yang tengah terbuka untuk bersuara. Vanya yang kesal dengan ulah sang suami langsung mumukul bahu Kenzo dengan pelan.


"Iihh, apaan sih Mas." Gerutu Vanya.


"Apa?" Tanya Kenzo sok polos.


"Apa, apa? Itu kenapa godain Reyhan seperti itu tadi? Apa ada yang belum aku ketahui?" Tanya Vanya sambil mengikuti langkah sang suami menuju kamarnya.


Kenzo menghentikan langkahnya di depan pintu kamar dan membukanya. Dia menarik Vanya masuk ke dalamnya dan segera menguncinya. Kenzo beralih menatap wajah Vanya yang tubuhnya masih menempel di badannya.


"Akan aku ceritakan sesuatu. Tapi, aku mau bermain dengan melon dan kawan-kawannya di kamar mandi." Kata Kenzo sambil menarik lengan Vanya berjalan ke dalam kamar mandi.


"Eh, aku sudah mandi Mas!" Tolak Vanya.


"Nggak apa-apa. Nggak usah mandi juga boleh. Pokonya kamu diam saja nanti." Kata Kenzo sambil membuka pintu kamar mandi.


"Diam saja kok di dalam kamar mandi bareng singa lapar. Pasti ujung-ujungnya juga nyemplung." Dengus Vanya sambil mengikuti sang suami.


Kenzo yang mendengarnya langsung tersenyum smirk.


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Mohon dukungannya like, komen dan vote ya, biar cepat naik novelnya.


Untuk informasi kapan upndan karya terbaru, silahkan follow ig othor @keenandra_winda


Terima kasih