The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Rean 20



Mama Adrian hanya bisa mendengus kesal setelah mendengar ucapan sang putra.


Memang benar dia dan sang suami mengetahui sejak awal tentang kontrak perjanjian tersebut. Namun, mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah Adrian dan Bara untuk melakukannya.


Sebenarnya, Mama Adrian juga mengetahui jika sang calon menantu memang sudah memiliki kekasih. Bahkan, gosip tentang hubungannya dengan beberapa lelaki pun sudah sering berseliweran di berita-berita gosip. 


Maklum, Bara atau lebih sering dikenal dengan nama Nathania Barbara Zoyfan, adalah seorang publik figur yang cukup terkenal. Selain sebagai model, dia juga ikut terjun di dunia akting sebagai pemain sinetron yang tayang setiap hari di salah satu stasiun TV swasta.


Kesibukannya yang lebih sering berada di lokasi syuting itulah yang menimbulkan banyak sekali gosip tentang kedekatannya dengan beberapa orang laki-laki. Dan, tentu saja Adrian tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu.


Selama hampir tiga tahun berumah tangga, Adrian dan Bara juga tidak tinggal di tempat yang sama. Bara lebih sering pulang ke rumah orang tuanya atau ke apartemen yang jauh lebih dekat dengan lokasi syuting. Sementara rumah dan apartemen Adrian, cukup jauh dari lokasi syuting Bara.


Mama Adrian masih menatap wajah sang putra dengan ekspresi kesal.


"Apa yang bisa kami lakukan jika kalian berdua sama-sama memiliki sifat keras kepala, hah? Tentu saja kami terpaksa diam," kilah mama Adrian.


Mama Adrian terpaksa diam dan tidak mengakui kenyataan sebenarnya. Ya, sebenarnya mama dan papa Adrian bersyukur saat mengetahui putranya tersebut membuat surat perjanjian pernikahan tersebut. Dia tidak terlalu suka dengan gaya hidup seorang Bara Zoyfan yang terlalu glamour dan tidak memikirkan orang lain. Dia suka hidup seenaknya sendiri.


Adrian hanya bisa mencebikkan bibir setelah mendengar ucapan sang mama. Dia tidak mau terlalu mendesak jawaban.


Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya mama Adrian menoleh ke arah Kinan. Namun, saat ini tatapan matanya berbeda dari sebelumnya. Tidak ada tatapan mata tajam ataupun mengintimidasi. Kali ini, mama Adrian menatap Kinan dengan tatapan hangat. Bahkan, sebuah senyuman terlihat samar dari bibirnya.


"Kita belum berkenalan. Siapa nama kamu, dan apa pekerjaan kamu? Apa kamu masih kuliah?" tanya Mama Adrian sambil menatap wajah Kinan dengan lembut.


Kinan yang kaget dengan pertanyaan mama Adrian, langsung menoleh. Dia menatap Adrian dengan kening berkerut. Tentu saja Kinan bingung harus menjawab apa. Kinan tidak mau salah bicara.


Melihat tatapan Kinan, Adrian bisa mengerti jika Kinan kebingungan. Namun, tindakan tiba-tiba Adrian membuat Kinan langsung terkejut hingga berkeringat.


"Nggak usah khawatir. Mama itu baik, kok," ucap Adrian sambil menggeser tubuhnya semakin dekat dengan Kinan sambil mengusap pipi kanannya seperti tadi.


Namun, bukan itu yang membuat Kinan terkejut. Tindakan tiba-tiba yang dilakukan oleh Adrian adalah mendaratkan sebuah kecupan pada pelipis Kinan. Sontak saja jantung Kinan berdegup sangat kencang dan disertai dengan munculnya keringat dingin.


Oh astaga! Apa ini? Seorang Adrian Hanggara menciumku di depan ibunya? Aaarrgghhh, aku bisa gilaa ini, batin Kinan.


Kinan masih berusaha menetralkan detak jantungnya. Sebenarnya, dia akan memprotes tindakan tiba-tiba Adrian tersebut. Namun, saat ini masih ada mamanya di sana. Kinan tidak mungkin melakukannya saat itu.


Mama Adrian yang kesal dengan tindakan sang putra pun kembali bersuara.


"Bukannya menjawab, kalian masih saja bermesraan seenaknya di depan Mama. Jika malam ini Mama tidak datang ke apartemen kamu, apa kalian akan main kuda-kudaan?!"


\=\=\=


Jiaahhh si mama tau aja. 🤭