
"Itu salah satu penculiknya, Kak!" Teriak Rean saat melihat Cello berjalan menuju dalam rumah dengan cepat. "Dasar, pengantin baru maunya ngerem di dalam kamar. Nggak tahu apa jika ada kegiatan lain yang bisa menghasilkan keringat selain main kodok-kodokan."
"Aku dengar Rean!" Teriak Shanum sambil berjalan cepat kedalam rumah.
Sementara Cello yang mengikuti Shanum hanya bisa menerka-nerka kemana dirinya akan ditarik oleh sang istri. Seketika rasa penasarannya terjawab saat Shanum menariknya ke arah dapur. Kening Cello berkerut saat Shanum memintanya untuk duduk di kursi yang ada di depan minibar.
"Ada apa ini?" Tanya Cello.
"Coba kamu cicipi soto yang aku buat ini. Kurang garam apa kebanyakan garam, Mas?" Tanya Shanum sambil menyodorkan sendok yang berisi kuah soto tersebut.
Ya, tuntas sudah perdebatan absurd antara Cello dan Shanum tentang nama panggilan tersebut. Mama Revina yang menyuruh Shanum memanggil Cello dengan sebutan "Mas". Hal itu terjadi karena secara tidak sengaja Shanum hanya memanggil nama Cello saat meminta bantuannya untuk memindahkan meja di dalam kamarnya.
Seketika mama Revina langsung menjewer telinga Shanum. Dia juga mengomeli sang putri agar lebih bisa menghormati suaminya. Mama Revina juga langsung meminta Shanum memanggil Cello dengan sebutan Mas. Mau tidak mau Shanum menuruti permintaan sang mama.
Cello yang melihat Shanum tengah menyodorkan sendok di depannya langsung membuka mulutnya. Shanum segera menyuapkannya ke dalam mulut Cello. Adegan yang baru saja mereka lakukan ternyata dilihat oleh Rean yang saat itu hendak mengambil air minum. Seketika mulut lemesnya langsung bernyanyi.
"Ciieee, yang sudah suap-suapan bibir atas, sebentar lagi suap-suapan bibir yang ba eemmmppphhhh," belum sempat Rean meneruskan perkataannya, namun bibirnya sudah dibungkam oleh tangan Shanum.
"Cccckkk, ini anak bibirnya lemes banget seperti bibir emak-emak lagi jualan jamu." Gerutu Shanum.
"Apaan sih, Kak. Syirik saja sama bibir seksoyku ini." Gerutu Rean sambil mengusap-usap bibirnya.
"Idiihh, seksoy apaan? Yang ada juga mirip paruh bebek gitu." Jawab Shanum nggak mau kalah.
" Sembarangan. Gini-gini, banyak yang ketagihan sama bibir seksoy ku tahu. Memangnya bibir kakak yang masih orisinil." Kata Rean.
Sontak saja kedua pasang bola mata Cello dan juga Shanum langsung membesar setelah mendengar perkataan Rean, terlebih lagi Cello. Dia cukup terkejut mendengar perkataan adik iparnya tersebut.
Shanum yang mendengar perkataan Rean tersebut langsung salah tingkah. Dia segera melayangkan tatapan tajam kepada adik satu-satunya tersebut.
"Enak saja. Jangan sembarangan kalau ngomong. Sok tahu!"
Rean hanya bisa mencebikkan bibirnya setelah mendapati tatapan tajam dari sang kakak.
"Eh, apa itu maksudnya bengkak dan jejak petualangan?" Tanya Shanum dengan polosnya.
"Ccckkk, masalah itu saja masih harus diajari anak kelas sebelas SMA. Dasar, payah!"
"Eh, ini anak semakin hari semakin gesrek ya." Geram Shanum sambil menarik telinga Rean.
"Aduuuh aduuuhh, sakit Kak!" Rengek Rean. "Lepasin, Kak! Lepasin dulu."
"Nggak akan aku lepasin. Katakan dulu apa maksudnya tadi!"
"Iya, iya. Itu, maksudnya jika sudah menikah, biasanya kan adu mulut. Nah, jika sudah mencobanya pasti nggak akan puas jika hanya satu atau dua menit. Pasti butuh bermenit-menit, bahkan berjam-jam. Jontor-jontor deh itu bibir." Jelas Rean.
Seketika Shanum melepaskan tarikan tangannya pada telinga Rean.
"Jangan suka mikir yang aneh-aneh deh, Re. Nggak bengkak atau nggak jontor bukan berarti kami tidak melakukannya." Kata Shanum.
"Iya deh, iya. Yang sudah nikah mah beda." Kata Rean sambil mencebikkan bibirnya dan berlalu meninggalkan kedua kakaknya tersebut.
Cello yang sejak tadi hanya diam saat mendengar perdebatan kedua kakak beradik tersebut langsung tersenyum smirk sambil menatap ke arah Shanum. Menyadari jika dirinya sedang diperhatikan, Shanum segera menolehkan kepalanya. Dia cukup terkejut saat melihat ekspresi Cello.
"A-ada apa?" Tanya Shanum gugup.
"Mau adu mulut, dong."
•••
Nah lho, coba sekarang kasih tahu othor yang gesrek siapa?
Jangan lupa dukungan buat othor ya, klik like, komen dan juga vote. Terima kasih.