
Daddy El cukup terkejut saat melihat seorang perempuan yang berada di depannya tersebut.
"Cass?!"
"Yes, it's me." Jawab perempuan tersebut sambil mengulas senyumannya.
"Kalian saling kenal?" Tanya Mr. Collin saat melihat interaksi daddy El dan juga Cassandra, perempuan yang tadi menyapa El.
"Kami teman kuliah saat di US dulu, Dad." Jawab perempuan tersebut sambil melingkarkan tangannya pada lengan Mr. Collin.
"Dad?" El cukup terkejut saat Cassandra memanggil Mr. Collin dengan panggilan Dad. Namun, setelah dia menyadari sesuatu, daddy El langsung mengerti. "Cassandra Collin, right?"
"Yups." Jawab perempuan tersebut.
Daddy El benar-benar baru menyadari mereka memiliki nama belakang yang sama. Setelah itu, mereka melanjutkan obrolan sambil makan siang.
"Jadi, sejak kapan Anda memutuskan untuk melakukan kerja sama dengan perusahaan yang ada di Indonesia, Mr. Collin?" Tanya daddy El sambil menyuapkan makan siangnya.
"Ehm, pastinya saya tidak tahu Mr. Abram, tapi yang jelas, sejak putri saya ini mengenal seseorang dari Indonesia. Dan dia, benar-benar merengek untuk mencari partner kerja sama dengan perusahaan di Indonesia. Dan, pilihan itu jatuh kepada perusahaan Anda." Jawab Mr. Collin sambil tergelak.
Daddy El ikut tersenyum. Namun, seketika senyuman daddy El langsung pudar. Entah mengapa dia benar-benar terganggu dengan jawaban dari Mr. Collin tersebut. Dia sebenarnya penasaran siapa orang yang disukai oleh Cassandra. Namun, daddy El terlihat tidak enak jika harus bertanya saat itu.
" Kamu sudah menikah, El?" Kali ini Cassandra yang bertanya.
"Yups, dan aku sudah punya dua orang cucu. Hahahaha," jawab daddy El sambil tergelak.
Seketika wajah Mr. Collin dan Cassandra cukup terkejut. Mereka tidak menyangka jika daddy El sudah memiliki cucu. Namun, mereka cukup bisa mengendalikan ekspresi wajahnya. Setelah itu, obrolan kembali berlanjut, hingga sebuah kesepakatan kembali terjadi. Daddy El dan Mr. Collin sepakat untuk mengadakan kerja sama. Untuk pembicaraan secara resmi, akan dilakukan di kantor.
Setelah selesai makan siang dan saling bertukar nomor ponsel, mereka langsung berpisah. Daddy El memutuskan langsung pulang. Dia akan menghubungi sang asisten nanti setelah sampai di rumah.
Menjelang sore, daddy El sudah sampai di rumah. Terlihat sang istri tengah bermain dengan Dryn di ruang tengah.
"Eh, sudah pulang? Nggak jadi ke kantor, Mas?" Tanya mommy Fara saat melihat daddy El berjalan memasuki ruang tengah.
"Enggak. Pekerjaan bisa aku kerjakan besok, Yang." Jawab daddy El sambil menciumi sang cucu. " Kemana Drew?"
"Sedang menyusu sama Shanum di dalam kamar. Eh, bagaimana tadi?"
"Eehhmmm,"
"Ditanya itu dijawab, mas. Masa jawabannya ham hem gitu, ih."
"Ya, mau jawab bagaimana lagi, Yang. Tadi sih pertemuannya lancar. Tapi, untuk pembahasan resminya masih belum."
Mommy Fara hanya bisa mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelah itu, daddy El segera beranjak untuk membersihkan diri.
Malam harinya, daddy El langsung menghubungi Fajar, sang asisten, untuk membahas masalah kerja sama tersebut.
"Hallo, Jar."
"Hah hah hah halloh, Pak El."
Daddy El langsung mengernyitkan keningnya saat mendengar suara Fajar. Pikirannya sudah mulai membayangkan aktivitas yang tengah dilakukan oleh Fajar. Daddy El melirik jam dinding yang masih menunjukkan pukul tujuh lebih sedikit.
Masa iya Fajar sudah mulai jam segini, gumam daddy El.
"Kamu ngapain sih, Jar?"
"Ehm, eh, i-itu anu, Pak…,"
Daddy El benar-benar tidak mau mendengar suara-suara aneh tersebut.
"Sudah, sudah. Besok saja di kantor. Kamu lanjutkan saja membuatkan teman cucu kamu." Kata daddy El langsung menutup panggilan telepon tersebut tanpa menunggu jawaban dari Fajar.
Saat hendak mengembalikan ponselnya, terlihat sebuah pesan masuk pada layar ponsel daddy El. Dia segera membuka pesan tersebut.
Bisakah kita bertemu di luar jam kerja besok, El? ~ tulis pesan tersebut.
Belum sempat daddy El membalas pesan tersebut, tiba-tiba terdengar sebuah suara dari belakangnya.
"Siapa itu?"
Glek.
Hayo lho, ada apa lagi ini?
Bagi yang sudah baca cerita othor yang lain, pasti akan tahu karakter tokoh di semua cerita othor, jangan takut jika ada para memedi 🤭