
Fara tampak masih mengerutkan keningnya menatap wajah El. Dia terlihat sedang berpikir keras. Melihat hal itu, El menjadi berpikiran jelek.
"Kamu menolaknya, Ra? Apa kamu sudah punya pacar?" Tanya El sambil menatap wajah Fara lekat-lekat. Ekspresi wajahnya terlihat frustasi.
"Eh, bu-bukan begitu, Kak. Aku sama sekali tidak mempunyai pacar." Kata Fara sambil menggelengkan tangan dan kepalanya.
Seketika El bernapas lega. Entah mengapa rasa khawatirnya langsung menghilang.
"Jadi, kamu mau menikah denganku?" Tanya El penuh harap. Dia bahkan sudah memutar tubuhnya hingga kini menghadap ke arah Fara.
"Eh, a-aku belum memikirkannya, Kak." Jawab Fara. Dia sendiri masih bingung dengan apa yang sedang terjadi.
"Apalagi yang mau kamu pikirkan, Ra? Kamu sudah mengenalku, mengenal keluargaku? Tidak maukah kamu menjadi bagian dari keluargaku dengan menjadi istri dan ibu dari anak-anakku nanti?" Tanya El. Jiiiaaahh, dapat kalimat seperti itu dari mana babang El? 😂
"Eh, ke-kenapa kak El bisa yakin seperti itu?"
"Ra, dengarkan aku. Aku mengakui jika aku memang memiliki perasaan kepada Revina. Tapi, saat ini perasaan itu sudah mulai pudar. Aku mohon, menikahlah denganku. Bantu aku menghilangkan perasaan ini dan mengisinya dengan dirimu seorang." Kata El dengan sungguh-sungguh.
Fara yang mendengar perkataan El hanya bisa mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Mulutnya masih sedikit terbuka karena terkejut mendengar ucapan El. Setelah sekian lama mengenal El, baru kali ini dia mendengar kalimat seperti itu keluar dari bibirnya.
"Ta-tapi, Kakak beneran yakin dengan keputusan ini?" Tanya Fara ragu-ragu.
"Aku yakin, Ra. Bantu aku menghilangkan rasa ini dan memulainya dari awal denganmu. Izinkan aku menjadi bagian dari masa depanmu dan anak-anak kita, nanti."Â
Lagi-lagi Fara kembali tertegun. Dia berusaha melihat kebohongan dari tatapan mata El. Namun, Fara sama sekali tidak menemukannya. El terlihat bersungguh-sungguh.
"Kak El berjanji akan berusaha melupakan kak Revina? Ehm, maaf Kak menanyakan hal itu. Aku hanya tidak mau jika suatu saat terluka karena Kakak tidak bisa melupakannya. Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup sampai maut memisahkan, Kak." Kata Fara sambil menggigiti bibirnya. Dia masih belum bisa menghilangkan rasa gundah di dalam hati.
El mengangguk mantab mendengar perkataan Fara.
"Iya. Aku berjanji, Ra. Aku berjanji akan sekuat tenaga untuk melupakan Revina. Aku hanya minta bantuanmu untuk membuatku melupakannya dan hanya menjadikanmu satu-satunya ratu dihatiku." Kata El dengan wajah seriusnya.
Fara yang melihat kesungguhan El menjadi semakin yakin. Sambil mengucap bismillah, dia menerima lamaran El.
El membulatkan kedua matanya setelah mendengar jawaban Fara. Senyum di bibirnya langsung mengembang dengan sempurna bak bunga bank yang terus bertambah. Eh.
"Terima kasih, Ra. Terima kasih kamu telah memberiku kesempatan. Aku tidak berjanji akan selalu memberikan kehidupan yang mulus untukmu. Tapi, aku berjanji untuk berusaha memberikan yang terbaik untukmu dan anak-anak kita kelak. Terima kasih, Ra." Kata El sambil meraih kedua tangan Fara dan menggenggamnya dengan erat.
Fara yang masih merasa canggung hanya bisa mengangguk sambil tersenyum. Ingin sekali dia menarik tangannya dari genggaman El. Namun, El sama sekali tidak membiarkannya. Genggaman tangannya bahkan semakin erat.
Mereka masih terdiam dengan pikirannya masing-masing tanpa berpindah tempat, hingga terdengar sebuah suara.
"Ini kenapa pegang-pegangan tangan disini? Awas saja jika mulai merembet nyicil pegang yang lainnya!"
"Eh,"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Entah mengapa di part ini kok banyak muncul gombale mukiyo dari El. dapat dari mana sih itu? 🤔
Mumpung masih hari Senin, bantu vote ya. Jangan lupa juga klik like dan komen, biar othor semangat upnya.
Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda. Terima kasih.