The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 24



Malam itu, Shanum mengikuti Cello berjalan menuju ke kamarnya. Setelah acara perdebatan absurd antara mommy Fara dan juga daddy El, mommy meminta Cello segera mengajak Shanum untuk beristirahat.


Cello hanya bisa menghembuskan napas beratnya jika mengingat kamar tidurnya sudah didekorasi ulang oleh sang mommy. Cello bahkan tidak menemukan sofa set yang terletak di dekat jendela kamarnya. Biasanya memang dia lebih sering menyelesaikan tugas atau bermain game di sana. 


Namun, saat ini semua sofa sudah tidak ada. Mommy Fara sudah memindahkan semuanya ke lantai satu. Hingga kini kamar tidur Cello terlihat lebih luas. Hanya ada tambahan meja belajar dan meja rias untuk Shanum.


"Aku bersih-bersih dulu," kata Shanum sambil beranjak menuju kamar mandi.


"Iya."


Selanjutnya, Cello segera berjalan menuju walk in closet untuk mengganti bajunya dengan celana boxer dan kaos tipis berlengan pendek. Bahkan, Cello tidak memakai apa-apa lagi di dalamnya. Sebenarnya, dia begitu tersiksa saat berada di rumah kakek Shanum. Menurutnya, tidur dengan memakai kostum lengkap tersebut sangat tidak nyaman, terasa engap.


Beberapa saat kemudian, Shanum terlihat keluar dari kamar mandi. Dia berjalan menuju meja riasnya dan mulai membersihkan wajahnya. Hal tersebut tak luput dari perhatian Cello. Selama beberapa hari di rumah kakek Shanum, Cello tidak melihat Shanum melakukan hal itu. Jika dia ingin tidur, biasanya Shanum akan langsung tidur tanpa melakukan perawatan apapun.


Shanum yang menyadari jika sang suami tengah memperhatikannya pun menoleh.


"Ada apa, Mas?"


"Tidak apa-apa. Hanya saja, kenapa kamu memakai semua produk itu. Kemarin-kemarin sepertinya tidak melakukan hal itu?" tanya Cello.


"Oh, itu. Sebenarnya, aku tidak memakai produk-produk ini karena habis, Mas. Kemarin, sebelum acara pernikahan, mommy Fara bertanya tentang hal ini kepadaku. Dan, saat aku mau membeli semua produk ini, mommy melarangnya. Mommy bilang akan menyiapkannya nanti jika sudah pindah kemari."


Cello mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti. Dia masih memperhatikan apa yang dilakukan oleh Shanum. Tak berapa lama kemudian, Shanum sudah menyelesaikan aktivitasnya. Dia segera beranjak ke tempat tidur dimana Cello sudah berada di sana. 


"Jadi, mau melanjutkan pertanyaan yang kemarin?" Tanya Cello kepada Shanum. 


Ya, mereka berdua sepakat agar saling bisa menerima dengan baik, mereka harus saling terbuka. Mereka berusaha untuk mengetahui kepribadian masing-masing dengan cara tanya jawab seperti ini sebelum tidur.


"Iya. Ini cara yang paling efektif untuk saling mengenal."


"Boleh tahu ini siapa?" tanya Shanum sambil menunjukkan sebuah foto.


Cello mengambil foto tersebut dan mengamatinya. Seketika kedua bola matanya membulat saat menyadari bahwa foto tersebut adalah foto dirinya saat berada di parkiran restoran mommy Fara. Namun, yang membuat Cello tidak habis pikir, mengapa dia berada disana bersama dengan seorang gadis.


"Dari mana kamu mendapatkan foto ini?" bukannya menjawab pertanyaan Shanum, Cello justru balik bertanya.


"Kamu kan belum menjawab pertanyaanku, Mas!" gerutu Shanum.


Cello terlihat menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sendiri bingung bagaimana menjelaskannya kepada Shanum.


"Aki sendiri tidak tahu siapa gadis ini. Sepertinya, foto ini diambil saat aku masih duduk di bangku SMP, deh."


"Iya, benar. Tepatnya, saat kamu kelas sembilan. Hari itu adalah hari terakhir ujian akhir semester satu." 


Cello lagi-lagi terkejut mendengar penjelasan Shanum. Dia penasaran bagaimana Shanum bisa mengetahui hal itu secara detail.


"Bagaimana kamu bisa tahu tentang hal itu? Siapa yang mengambil foto ini?" tanya Cello penasaran.


"Aku. Aku yang mengambil gambar itu."


"Hhhaahh?"


\=\=\=\=


Untuk mengetahui informasi karya terbaru othor, bisa mampir di igeh othor @keenandra_winda. Thank you