
Miss Dena hanya bisa membulatkan kedua bola mata dan mulutnya. Dia benar-benar geram dengan gombalan Rean.
"Bisa nggak sih jangan bercanda terus?" gerutu miss Dena. Bibirnya masih mengerucut dengan ekspresi kesal.
Bukannya takut, Rean justru semakin bersemangat. "Baiklah. Saya akan serius, Miss. Saya akan mengantarkan Anda ke pelaminan. Mau langsung ke KUA sekarang juga boleh." Rean masih senyum-senyum sambil menaik turunkan alisnya.
"Reaannn!" Miss Dena benar-benar geram. "Jika kamu tidak mau mengantarku pulang, aku akan pesan ojek online sekarang!"
Seketika Rean langsung panik. Tidak mungkin dia akan melewatkan kesempatan untuk mengantarkan miss Dena. "Jangaann! Baiklah, saya akan langsung mengantarkan Anda pulang, Miss," ucap Rean sambil memindahkan tas punggungnya ke bagian depan tubuh.
Rean langsung naik ke atas motornya dan membantu miss Dena naik ke belakang. Beruntung, saat itu miss Dena memakai celana. Biasanya, miss Dena memang suka memakai rok di bawah lutut.
"Sudah siap, Miss?"
"Hhhmmm."
"Nggak mau peluk, nih?" Rean terkekeh geli. Bisa-bisanya dia masih menggoda dosennya tersebut.
"Reaannn!"
"Hehehe maaf, Miss. Bercanda. Kita berangkat sekarang," ujar Rean.
Setelah itu, Rean langsung mengemudikan motornya menuju apartemen miss Dena. Rean memang belum tahu lokasi apartemen tersebut. Dia menuruti petunjuk yang diberikan oleh miss Dena.
Saat perjalanan masih menyisakan sekitar lima belas menit, hujan turun kembali. Meskipun tidak deras, tapi cukup bisa membuat basah tubuh.
"Apa perlu kita menepi dulu, Miss?" Tanya Rean.
"Tidak usah. Langsung pulang saja."
"Hujan tidak apa-apa?"
"Nggak apa-apa."
"Kalau begitu, agak ke depan, Miss. Saya akan sedikit ngebit biar cepat sampai."
Belum sempat miss Dena merespon perkataan Rean, Rean sudah langsung memutar gas motornya. Seketika miss Dena langsung memeluk tubuh basah Rean. Sebuah senyuman tersungging di bibir Rean.
Waahhh, anget, nih. Ada yang ganjel kenyal-kenyal, batin Rean.
"Terima kasih sudah mengantarku pulang," ucap miss Dena.
"Sama-sama, Miss. Ehm, kalau boleh, saya bisa numpang sholat maghrib nggak, Miss? Sekalian mau bersih-bersih. Nggak mungkin saya mampir ke masjid dengan kondisi baju basah kuyup seperti ini. Lagipula, jika pulang dulu, waktu maghribnya pasti akan habis." Rean menampilkan ekspresi memelasnya.
Miss Dena yang melihat hal itu juga merasa tidak enak. Mau tidak mau, dia mengizinkan Rean untuk mampir dan melaksanakan sholat maghrib. Mereka berjalan beriringan menuju tempat miss Dena.
"Kamar mandinya ada di sana." Begitu memasuki apartemen, Miss Dena menunjukkan sebuah pintu yang berada di samping dapur.
"Baik, Miss. Terima kasih. Ehm, bisa saya pinjam kaos, atau jika ada sarung, Miss. Mana mungkin saya sholat dengan baju seperti ini." Lagi-lagi Rean berekspresi sedih.
Miss Dena hanya bisa menghembuskan napas berat. Namun, dia segera mengangguk dan beranjak menuju sebuah kamar yang ada di dekat pintu utama. Tak berapa lama kemudian, miss Dena terlihat keluar dengan membawa sebuah sarung, kaos, dan paper bag.
"Maaf, ini ada sarung dan kaos punya Papi. Dan, ini ada ehm, itu…," miss Dena tampak ragu mengatakannya.
"Ada apa, Miss?"
"Ini, kamu lihat saja sendiri. Ini masih baru," ujar miss Dena sambil menyerahkan paper bag dan sarung serta kaos kepada Rean.
Rean segera mengucapkan terima kasih dan beranjak menuju kamar mandi. Dia harus segera membersihkan diri dan melaksanakan sholat maghrib sebelum waktunya habis.
Karena seluruh baju dan tubuhnya basah semua, Rean memutuskan untuk mandi sekalian. Tak berapa lama kemudian, Rean terlihat keluar dengan menggunakan sarung dan kaos putih polos. Beruntung ternyata miss Dena punya 'dalaaman' yang masih baru. Sepertinya, itu milik sang Papi, terlihat dari modelnya yang, ah sudahlah.
Rean segera melaksakan sholat maghrib, sementara miss Dena membuatkan teh hangat untuknya. Dia memang sedang berhalangan hari itu.
Beberapa saat kemudian, Rean terlihat keluar dari kamar depan. Dia berjalan menghampiri miss Dena yang tengah berada di dapur.
"Miss, boleh saya pinjam kaos dan sarung ini? Saya tidak mungkin pakai baju itu untuk pulang."
"Eh, mau pulang sekarang?"
"Iya, memangnya kenapa? Miss Dena mau saya menginap disini?"
\=\=\=
Astagaaa, itu mulut Rean minta diapain sih 🤦♀️