The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
Extra Part M2.5



Setelah peristiwa memalukan tadi, kini baik El dan Fara sudah berbaring di tempatnya masing-masing. Fara sudah berbaring di atas brankarnya dengan selimut menutupi tubuhnya hingga leher, sementara El juga sudah berbaring di atas sofa bed yang ada di ruang perawatan tersebut.


Kenapa anak itu bisa ceroboh sekali sih. Apalagi itu pabrik nutrisi bayi, nggak salah apa dimiliki anak seusia SMA. Benar-benar membuat gerah. Batin El. Dia sama sekali tidak bisa mengistirahatkan otaknya dari pikiran yang membuatnya sesak, baik sesak napas maupun sesak, ah sudahlah.


Hal yang sama juga tengah dirasakan oleh Fara. Kenapa kejadiannya bisa seperti ini, sih. Bagaimana ceritanya hingga kak El yang membantuku tadi. Kemana perginya perawat itu tadi. Benar-benar memalukan. Batin Fara. Dia juga terlihat tidak bisa memejamkan matanya. Hingga sekitar pukul satu dini hari, baik El maupun Fara baru bjsa tertidur.


*


Keesokan paginya, mommy Vanya menelepon El. Mommy akan menggantikan El untuk menjaga Fara setelah dari rumah sakit S untuk menjenguk Reyhan bersama dengan Kenzo. 


Acara membesuk Reyhan kemarin gagal karena adanya insiden kecelakaan yang dialami oleh El dan mommynya. El juga meminta sang mommy untuk membawakan baju ganti lengkap dengan 'onderdil perlengkapan perempuan' saat datang ke rumah sakit.


Menjelang pukul sepuluh pagi, mommy Vanya dan juga daddy Kenzo sudah tiba di rumah sakit Y tempat Fara di rawat. Mommy juga membawakan pesanan El dan segera membantu Fara untuk mengganti pakaiannya.


"Sebaiknya kamu pulang dulu, El. Kamu istirahat dulu di rumah. Nanti malam, kamu kesini lagi untuk menjaga Fara." Kata mommy Vanya.


"Harus aku lagi yang menjaganya, Mom?" Tanya El sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ya, iyalah. Kamu yang menyebabkan Fara kecelakaan, jadi kamu harus bertanggung jawab." Kata mommy dengan tatapan galaknya. 


Jika sang mommy sudah berkata seperti itu, baik El maupun sang daddy pun tidak akan bisa membantah. El menyetujui permintaan sang mommy untuk pulang dan beristirahat. Sementara daddy Kenzo langsung berangkat ke kantor.


Siang itu, mommy menemani Fara berada di rumah sakit. Mommy terlihat sangat perhatian dengan Fara. Maklum, mommy tidak mempunyai anak perempuan. Mommy juga tidak diizinkan untuk mengandung lagi.


Banyak hal yang mommy Vanya dan Fara bicarakan hari itu. Fara yang merasa nyaman dengan mommy Vanya pun tidak keberatan untuk menceritakan kehidupannya.


"Jadi, kamu sudah lulus SMA?" Tanya mommy Vanya.


"Iya, Tante. Kemarin aku mengembalikan semua buku-buku yang kupinjam ke perpustakaan. Sekitar sepuluh hari lagi sudah pengumuman kelulusan." Jawab Fara.


"Benarkah? Lalu, sudah ada rencana untuk melanjutkan kuliah dimana?" 


"Ehm, saya tidak melanjutkan kuliah, Tante. Lebih tepatnya, saya menunda untuk kuliah. Hehehe." Jawab Fara sambil tersenyum.


"Kenapa?"


"Ehm, saya harus bekerja mengumpulkan uang dulu, Tante." Jawab Fara dengan wajah sedihnya, namun dipaksa untuk terlibat tegar. "Sebenarnya, ibu saya sudah meninggal tiga tahun yang lalu karena gagal ginjal. Sementara ayah saya, baru menikah lagi sekitar satu minggu yang lalu." Lanjut Fara.


"Lalu, apa ayah kamu tidak mau membiayai kuliahmu?" Tanya mommy Vanya penasaran.


Mommy Vanya begitu terkejut setelah mendengar pengakuan Fara. Mommy teringat masa mudanya dulu sebelum menikah dengan daddy Kenzo. Mommy juga harus bekerja di banyak tempat, seperti toko kue dan mengajar privat. Mommy tidak bisa membayangkan seperti apa kehidupan Fara selama tiga tahun ini.


"Lalu, selama ini kamu tidak tinggal dengan ayahmu?"


"Ehm, tidak Tante. Saya sudah ngekos semenjak ibu tiada. Ayah yang bekerja di sebagai supir juga jarang pulang. Bahkan, kami sudah jarang berkomunikasi."


Mommy semakin merasa miris mendengar kisah kehidupan Fara. Anak seusia SMA seharusnya masih memikirkan pendidikan. Tapi Fara, dia harus memikirkan untuk bertahan hidup juga.


"Sekarang ayah kamu sudah menikah lagi. Apa dia juga tidak memberitahumu?"


Fara menggelengkan kepalanya sambil berusaha tersenyum.


"Tidak, Tante. Saya bahkan mengetahui ayah sudah menikah lagi dari teman kernet ayah yang kebetulan bertemu di warteg. Sekarang ayah tinggal bersama istri barunya di Bandung."


Mommy semakin merasa iba setelah mendengar jawaban Fara. Matanya mulai berkaca-kaca membayangkan kehidupan gadis di depannya itu.


"Baiklah, Fara. Setelah keluar dari rumah sakit ini, kamu ikut Tante. Kamu bisa tinggal di rumah Tante." Kata mommy Vanya.


"Eh,"


.


.


.


.


.


\=\=\=\=\=


Mumpung malam senin, sudah ada kuota vote mohon dukungan vote ya. Jangan lupa klik like dan komen. Temani othor biar tetap kerasan disini 🤭


Untuk informasi kapan up dan karya terbaru, bisa mampir di ig othor @keenandra_winda.


Terima kasih.