The CEO'S Proposal

The CEO'S Proposal
S3 TCP Part 86



Fajar tampak gelagapan setelah mendengar pertanyaan atasannya. Bagaimana mungkin dia akan membahas hal seperti itu dengan orang lain. Dia pasti akan merasa sangat malu. Daddy El yang menyadari sikap Fajar yang tengah kebingungan, langsung bersuara.


"Nggak usah di jawab jika masih bingung, Jar. Aku nggak bermaksud apa-apa. Hanya saja aku berpesan, meskipun usia kita sudah semakin bertambah, usahakan sebisa mungkin tetap memberikan yang terbaik untuk istri kita."


Fajar langsung mengangguk-anggukkan kepalanya. Dia terlihat sekali merasa kikuk saat membahas hal seperti itu dengan atasannya.


Beberapa saat kemudian, Fajar dan juga daddy El langsung berangkat pulang. Sore itu, Fajar harus mengantarkan daddy El, mengingat tadi siang Cello meninggalkan sang daddy di kantor Zee.


Menjelang petang, mobil yang dikemudikan Fajar sudah sampai di kediaman daddy El. Setelah daddy El mengucapkan terima kasih, Fajar segera pamit untuk pulang. Sementara daddy, langsung beranjak menuju rumah. Namun, langkah kakinya terhenti saat melihat mommy Fara keluar dari mobil yang dikendarai oleh supirnya.


"Dari mana, Yang?" tanya daddy El sambil menatap ke arah mommy Fara.


"Dari rumah mommy, Mas. Tadi aku masak sambal goreng kering, mommy kan suka banget dengan masakanku. Jadi, sekalian aku antar saja."


Daddy El hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Setelahnya, mereka sama-sama masuk ke dalam rumah. Lagi-lagi langkah kaki mereka terhenti saat melihat Cello tengah memakan buah mangga yang terlihat sekali masih mentah dengan dicocokkan pada sambal kacang pedas.


Mendadak air liur mommy Fara dan juga daddy El langsung mengalir dengan derasnya. Mereka langsung menoleh untuk saling pandang.


"Ternyata ini alasan putramu sering makan mangga muda, Yang." Kata daddy El sambil menatap wajah mommy Fara.


"Iya, Mas. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang ya. Padahal, Cello sudah sejak beberapa hari yang lalu suka sekali makan buah mangga muda."


"Eh, dia juga suka minum air lemon tuh."


Mommy Fara langsung mengangguk-angguk mengiyakan. Cello yang baru menyadari kedatangan kedua orang tuanya pun langsung menegakkan tubuhnya.


"Enggak, Cell. Tadi ketemu di depan. Itu kamu nggak sakit perut apa, makan buah masih mentah begitu?" Tanya mommy Fara sambil memperhatikan tingkah Cello.


Cello hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Enggak, Mom. Justru ini enak sekali. Mau coba?" Kata Cello sambil mengacungkan potongan mangga muda kepada kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Cello hanya bisa menggeleng untuk menolak tawaran sang putra. Setelahnya, mommy Fara dan juga daddy El langsung beranjak menuju kamar untuk membersihkan diri.


Malam itu setelah makan malam, El langsung pamit untuk memeriksa cafenya. Sudah dua hari dia tidak mengunjungi cafe barunya tersebut. Sampai saat ini, antusias pelanggan lumayan bagus. Mengingat cafe tersebut masih sangat baru. Berbagai promosi juga mulai dilancarkan oleh bagian marketing. Cello hanya mengawasi mereka. Namun, tidak jarang dia juga ikut terjun langsung membantu para karyawannya tersebut.


Cello tidak terlalu lama berada di cafe. Tubuhnya terasa tidak begitu nyaman malam itu. Entah apa yang menyebabkan tubuhnya mulai terasa meriang. Cello memutuskan untuk segera pulang.


Sekitar tiga puluh menit kemudian, Cello sudah terlihat memasuki rumah setelah memarkirkan mobilnya. Daddy El yang saat itu kebetulan keluar dari dapur pun melihat kedatangan Cello.


"Tumben pulang cepet, Cell?" Tanya dadsy El.


"Aku sepertinya nggak enak badan deh, Dad. Tubuhku meriang sekali rasanya." Jawab Cello sambil memijat tengkuknya.


"Ya sudah, minum obat dulu. Setelah itu, langsung istirahat. Besok siang kita harus ke kantor GC untuk menemui om Vanno. Kita juga harus menemui seseorang yang bisa membantu kita membuat efek jera wanita itu." Kata daddy El.


Cello hanya bisa mengangguk mengiyakan.


Jangan lupa tinggalkan jejak buat othor ya. Terima kasih.