
Kenzo berjalan tergesa-gesa menuju IGD setelah memarkirkan kendaraannya. Dia ingin segera mengetahui keadaan Reyhan. Setelah sampai di depan IGD, Kenzo segera menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan Reyhan. Petugas resepsionis memberitahukan jika pasien yang mengalami kecelakaan sedang ditangani oleh dokter. Kenzo diminta untuk menunggu.
Kenzo mengiyakan permintaan petugas resepsionis tersebut. Dia beranjak menuju kursi kosong yang berada di ruang tunggu, namun langkahnya terhenti saat ada yang memanggil namanya. Kenzo segera menoleh untuk melihat siapa yang memanggilnya.
"Pak Kenzo?" Sapa seseorang sambil mengulurkan tangannya kepada Kenzo.
"Pak Dani, anda disini?" Tanya Kenzo sambil menjabat tangan laki-laki tersebut.
"Iya, Pak. Tadi ada kecelakaan lalu lintas di daerah Pattimura. Anda sendiri kenapa di sini, Pak?"
"Di daerah pattimura? Itu Reyhan yang mengalami kecelakaan, Pak?"
"Pak Reyhan? Benarkah?" Pak Dani cukup terkejut mengetahui jika Reyhan yang mengalami kecelakaan adalah Reyhan asisten dari Kenzo.
"Iya, Pak. Bagaimana kronologi kejadiannya?" Tanya Kenzo.
Pak Dani menjelaskan kronologi terjadinya kecelakaan kepada Kenzo. Siang itu, telah terjadi pencurian mobil di sebuah parkiran mall. Komplotan pencuri berhasil melarikan dua buah mobil dari sana. Namun naas, salah satu mobil yang dikemudikan komplotan pencuri tersebut menyerempet seorang pengendara motor. Mobil yang melaju kencang tersebut oleng dan langsung menghantam mobil Reyhan yang saat itu kebetulan berbelok.
Mobil tersebut menghantam bagian sisi kanan mobil Reyhan sehingga membuat mobil Reyhan terdorong hingga membentur tiang. Kecelakaan beruntun pun tak bisa di hindari. Mobil di belakan Reyhan juga langsung menabraknya dari belakang. Semua korban kecelakaan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Kenzo benar-benar terkejut setelah mendengar penjelasan pak Dani. Dia benar-benar tidak menyangka jika kejadian yang menimpa Reyhan seperti ini. Saat Kenzo tengah memikirkan kejadian yang menimpa Reyhan, tiba-tiba terdengar suara teriakan yang diiringi oleh isakan tangis. Kenzo menoleh ke arah sumber suara.
"Kak, bagaimana mas Reyhan? Hik hik hiks." Fida yang datang dengan didampingi Vanya pun langsung menangis sesenggukan.
Kenzo melihat raut wajah Fida yang cemas dan putus asa. Dia berusaha menjelaskan sebaik mungkin sambil membantu Fida untuk duduk. Kenzo dan Vanya berusaha menenangkan Fida yang saat itu sangat kalut.
"Dad, au tendong." Kata El sambil memeluk lengan Kenzo. Dia yang sedari tadi mengekori mommy dan tantenya hanya bisa diam dalam gendongan mbak Rita. Kenzo segera meraup sang putra dan mendudukkannya di pangkuannya.
Tak berapa lama kemudian, seorang dokter menemui Fida dengan didampingi oleh Kenzo. Dokter tersebut mengatakan jika Reyhan harus segera melakukan operasi untuk menyelamatkan tulang pada lengan kanannya yang terbentur pintu mobil. Kenzo dan Fida langsung pasrah. Mereka menyetujui apapun yang terbaik untuk Reyhan.
Sementara Reyhan menjalani operasi, Fida juga melakukan pemeriksaan. Dia mengalami flek sejak kemarin. Dokter menyarankan dia untuk melakukan bedrest. Awalnya Fida menolak anjuran dari dokter, namun Vanya berhasil membujuknya.
"Fid, kamu jangan egois gini dong. Coba kamu pikirkan kondisi calon anak kamu. Yang kamu butuhkan sekarang adalah istirahat total. Aku juga sudah memberitahu mama kamu." Kata Vanya.
Vanya yang tidak tega pun hanya bisa mengusap punggung Fida dengan pelan. Mungkin, jika Vanya dihadapkan pada situasi seperti Fida, dia juga akan melakukan hal yang sama.
Kenzo yang saat itu tengah menggendong El pun berusaha untuk melakukan sesuatu. Hingga sebuah ide mampir di kepalanya.
"Aku tahu apa yang harus kamu lakukan. Aku akan meminta sebuah ruangan agar bisa kalian gunakan berdua. Kamu bisa mengetahui kondisi Reyhan, sekaligus beristirahat." Kata Kenzo.
Vanya menatap wajah suaminya dengan bingung.
"Memang bisa seperti itu, Mas?" Tanya Vanya.
"Bisa lah. Apa sih yang tidak bisa dilakukan oleh seorang Kenzo." Jawab Kenzo dengan senyuman lebarnya.
"Susuin El.
"Eh,"
.
.
.
.
.
\=\=\=\=\=
Menghitung hari, detik demi detik. Sebentar lagi end ya.